Lifestyle

Pengaturan Asupan Gula untuk Anak: Pentingnya Memperhatikan Kesehatan

Anak-anak cenderung menyukai makanan dan minuman manis, sehingga penting bagi orangtua untuk mengawasi asupan gula harian mereka agar tidak berlebihan. Batas konsumsi gula yang direkomendasikan adalah...

L
Luthfi Zaki Maulana
17 October 2026 60 pembaca
Ilustrasi makan dan minum yang mengandung gula. (SHUTTERSTOCK/PRESSMASTERP)
Ilustrasi makan dan minum yang mengandung gula. (SHUTTERSTOCK/PRESSMASTERP)

Kebiasaan anak-anak dalam mengonsumsi makanan dan minuman manis, seperti cokelat, permen, dan minuman kemasan, sering kali menjadi perhatian orangtua. Meskipun makanan manis menjadi pilihan camilan yang umum, penting untuk memastikan bahwa konsumsinya tidak berlebihan dan tidak mengganggu asupan nutrisi yang diperlukan. Orangtua perlu memahami jumlah gula yang dikonsumsi anak setiap hari, termasuk dari makanan dan minuman kemasan.

Pentingnya Mengontrol Konsumsi Gula

Dr. dr. Diana Sunardi, M.Gizi, Sp.GK(K), seorang dokter spesialis gizi klinik, menjelaskan bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan manis dapat membuat anak terus menginginkan rasa manis. "Kalau seorang anak minum manis, makan manis, dia akan terbiasa, memorinya adalah memori manis. Dia akan terus mintanya makanan yang cenderung manis," ungkap Diana dalam sebuah acara talkshow di Universitas Pelita Harapan, Tangerang.

Seiring waktu, tingkat kemanisan yang disukai anak dapat meningkat. Misalnya, minuman yang awalnya cukup diberi satu sendok teh gula bisa terasa kurang manis, sehingga anak menginginkan tambahan gula. Konsumsi gula yang berlebihan dapat meningkatkan total asupan energi harian dan berisiko menyebabkan kelebihan berat badan. Selain itu, gula juga dapat menyebabkan kerusakan gigi karena bakteri dalam mulut mengubahnya menjadi asam yang merusak enamel gigi.

Rekomendasi Batas Konsumsi Gula

Diana menjelaskan bahwa World Health Organization (WHO) merekomendasikan agar asupan gula tidak melebihi 10 persen dari total kebutuhan energi harian. Untuk asupan yang lebih baik, disarankan agar konsumsi gula tidak lebih dari 5 persen. Sebagai contoh, anak dengan kebutuhan energi 1.400 kilokalori per hari seharusnya membatasi konsumsi gula sekitar 35 gram jika mengikuti patokan 10 persen. Namun, jumlah tersebut bisa bervariasi tergantung kebutuhan energi masing-masing anak. "Batas maksimalnya adalah 10 persen, tapi kalau bisa kurang atau sama dengan 5 persen itu lebih baik," kata Diana. Batas ini bertujuan untuk mengendalikan asupan gula, bukan mengurangi seluruh asupan makanan anak, karena anak tetap memerlukan energi dan nutrisi untuk pertumbuhan yang sehat.

Cara Memeriksa Kandungan Gula pada Produk

Untuk mengetahui asupan gula anak, orangtua disarankan untuk memeriksa tabel informasi nilai gizi pada kemasan produk. Diana mengingatkan agar konsumen tidak hanya mengandalkan klaim yang tertera di bagian depan kemasan. "Jadi, jangan cuma tulisan yang di depan yang menyatakan bahwa ini tinggi gizi, ini tinggi apa, tapi kita baca labelnya," jelasnya.

Orangtua juga perlu memeriksa kandungan energi, karbohidrat, gula, lemak, dan protein sebelum memilih produk. Takaran saji juga harus diperhatikan, karena jumlah gula yang tertera belum tentu mewakili seluruh isi kemasan. Sebagai contoh, jika sebuah minuman mencantumkan kandungan gula 30 gram per 250 mililiter, maka satu botol berukuran 1 liter yang berisi empat takaran saji mengandung total 120 gram gula. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk menghitung jumlah gula berdasarkan porsi yang sebenarnya dikonsumsi anak, bukan hanya berdasarkan angka untuk satu takaran saji.

Artikel Terkait