Jakarta - Hypernet Technologies, yang merupakan perusahaan penyedia layanan terkelola di bawah XLSMART, telah resmi meluncurkan TokenKu.ai. Platform ini, yang berfungsi sebagai marketplace AI terkelola, mengusung konsep "Satu Gateway untuk Semua Model AI" untuk membantu perusahaan dalam mengelola akses, tata kelola, dan pengeluaran terkait kecerdasan buatan (AI) dengan dukungan penagihan dalam rupiah serta faktur pajak resmi.
Peluncuran ini merupakan respons terhadap meningkatnya tren Bring Your Own AI (BYOAI), di mana karyawan menggunakan alat AI secara mandiri tanpa adanya pengawasan atau tata kelola yang jelas dari perusahaan. Situasi ini dapat menyebabkan pembengkakan biaya akibat penggunaan token yang tidak terpantau, serta menyulitkan tim keuangan dalam merekonsiliasi tagihan kartu kredit dari berbagai penyedia AI.
Solusi Pembayaran yang Efisien
TokenKu.ai menawarkan solusi untuk mengatasi kompleksitas tersebut dengan menyederhanakan proses pembayaran menjadi satu faktur resmi berfaktur pajak dalam rupiah. Melalui gateway terpusat ini, manajemen dapat memantau konsumsi token secara real-time, membagikan kunci API virtual, dan menetapkan batas belanja bulanan untuk setiap individu atau divisi.
Akses Mudah ke Beragam Model AI
Dengan satu portal marketplace, pengguna dapat mengakses lebih dari 120 model AI dari pengembang terkemuka di dunia seperti OpenAI, Anthropic, Google, dan Meta. Sistem ini menghilangkan kerumitan dalam pengelolaan banyak akun, negosiasi lisensi individual, dan keterikatan kontrak dengan vendor yang berbeda.
CEO Hypernet Technologies, Sudianto Oei, menekankan bahwa TokenKu.ai dirancang untuk memberikan ketenangan bagi manajemen dalam mengadopsi AI secara efisien. "Dengan TokenKu.ai, manajemen bisa memiliki kontrol penuh atas akses, tata kelola, dan biaya operasional agar lebih tenang dalam mengadopsi AI. Tim internal pun tidak perlu mengurusi administrasi secara mandiri, sehingga setiap personel bisa lebih fokus memaksimalkan potensi AI untuk mendorong pertumbuhan bisnis," ujarnya.
Pemanfaatan AI terbukti meningkatkan efisiensi kerja di Indonesia. Laporan dari PwC Global Workforce Hopes and Fears Survey 2025 menunjukkan bahwa 96% pekerja Indonesia yang menggunakan AI generatif setiap hari merasa lebih produktif. Selain itu, studi dari Strand Partners untuk AWS (2026) mengungkapkan bahwa 75% bisnis di Indonesia yang mengadopsi AI mengalami peningkatan produktivitas yang signifikan, bahkan mencapai 84% pada perusahaan yang menerapkan agentic AI.
Pada tahap awal, TokenKu.ai akan fokus pada sektor-sektor yang memiliki standar kepatuhan data dan efisiensi operasional yang tinggi, seperti Telekomunikasi, Media, & Teknologi (TMT), Jasa Keuangan, dan Ritel, sebelum memperluas jangkauannya ke berbagai industri lainnya.