Kesehatan

Menopause Bukan Halangan bagi Perempuan untuk Terus Berkarya dan Mewujudkan Mimpi

Menopause sering dianggap sebagai akhir dari produktivitas perempuan, namun banyak yang tetap aktif dan mengejar impian. Di usia 40 tahun ke atas, perempuan masih memiliki kesempatan untuk berkembang...

M
Maria Gabriella
15 June 2026 3 pembaca
Menopause Bukan Halangan bagi Perempuan untuk Terus Berkarya dan Mewujudkan Mimpi
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

JAKARTA - Menopause dan perimenopause kerap diasosiasikan dengan berakhirnya masa produktif bagi perempuan. Banyak di antara mereka yang merasa perlu mengurangi aktivitas, menunda cita-cita, atau bahkan menerima pandangan bahwa usia adalah batasan untuk mencoba hal baru. Namun, memasuki usia 40 tahun ke atas atau fase menopause tidak seharusnya menjadi penghalang untuk terus berkembang.

Banyak perempuan yang tetap aktif, memiliki tujuan hidup yang jelas, dan berani mengejar impian yang selama ini belum terwujud. Mia Lukmanto, pendiri We Pause We Rise, menyatakan bahwa perempuan yang berada dalam masa perimenopause atau menopause tetap memiliki peluang yang sama untuk bertumbuh dan meraih pencapaian baru dalam hidup.

Menopause Tidak Mengurangi Ambisi Perempuan

Mia menekankan bahwa salah satu mitos yang sering beredar adalah anggapan bahwa perempuan yang mengalami menopause harus mulai membatasi diri. Usia dan perubahan hormonal seharusnya tidak menjadi penghalang untuk memiliki cita-cita dan tujuan hidup. “Wanita-wanita yang sudah menopause atau perimenopause itu masih boleh banget bermimpi. Bahkan ada temanku yang umurnya sudah 40-an tapi sudah ikutan World Major Marathon,” ungkap Mia dalam acara talkshow Ageless Festival di PIM 3, Jakarta Selatan.

Ia menambahkan bahwa banyak contoh nyata yang menunjukkan perempuan masih mampu mencapai prestasi luar biasa meskipun telah memasuki usia matang. Pengalaman tersebut membuktikan bahwa semangat untuk berkembang tidak ditentukan oleh angka usia. Menurut Mia, fase menopause seharusnya dipandang sebagai bagian alami dari perjalanan hidup, bukan sebagai akhir dari berbagai peluang yang masih bisa diraih.

Usia 40 Tahun ke Atas Masih Penuh Peluang

Mia juga menegaskan bahwa perempuan berusia 40 tahun ke atas berhak untuk memiliki mimpi besar, baik dalam karier, pendidikan, olahraga, maupun kehidupan pribadi. “Di umur-umur 40-an itu masih boleh banget jika perempuan punya mimpi, keinginan atau tujuan hidup tertentu. Usia itu tidak menghalangi semua mimpi yang ada,” ujarnya. Ia berpendapat bahwa banyak perempuan justru memiliki pengalaman hidup yang lebih matang pada usia tersebut, yang dapat menjadi modal penting untuk mengambil keputusan dan mengejar target yang sebelumnya belum tercapai.

Meski perimenopause dan menopause dapat menghadirkan tantangan tersendiri, hal itu tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti menetapkan tujuan baru. Sebaliknya, fase ini dapat menjadi kesempatan bagi perempuan untuk lebih mengenal diri sendiri, menentukan prioritas, dan menjalani kehidupan sesuai dengan nilai serta impian yang ingin dicapai.

Mia juga mengingatkan bahwa menjaga kesehatan adalah kunci untuk tetap aktif. “Tentunya, kondisi fisik harus fit, mood juga harus bagus. Badan, pikiran, dan mental itu harus dalam kondisi yang baik dan netral, supaya bisa menunjang kita dalam mewujudkan mimpi tersebut,” jelasnya. Perimenopause dan menopause dapat memengaruhi kondisi tubuh dan emosi, sehingga menjaga kebugaran fisik, kualitas tidur, pola makan, dan kesehatan mental menjadi hal yang sangat penting.

Ketika tubuh dan pikiran berada dalam kondisi yang baik, seseorang akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan dan memiliki energi yang cukup untuk menjalankan aktivitas sehari-hari serta mengejar target yang diinginkan. Keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental juga membantu perempuan menjalani fase transisi hormonal dengan lebih nyaman dan percaya diri.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh dr. Boyke Dian Nugraha, seorang dokter spesialis kandungan dan ginekologi. Ia menegaskan bahwa bertambahnya usia tidak seharusnya menghalangi seseorang untuk mengejar impian. “Setuju, saya pun di usia 69 tahun ini baru saja naik Gunung Lawu. Meskipun usia tidak muda lagi, sudah andropause ataupun menopause, itu sebaiknya tidak jadi hambatan mimpi kita,” ujarnya.

Pengalaman pribadinya menunjukkan bahwa seseorang tetap dapat melakukan berbagai aktivitas menantang selama kondisi kesehatan terjaga dengan baik. Ia juga menekankan pentingnya menjalani hidup secara aktif, yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. “Tuhan bilang sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang tetap bermanfaat untuk orang lain,” katanya.

Pesan ini mengingatkan kita bahwa makna kehidupan tidak berakhir ketika seseorang memasuki menopause atau andropause. Sebaliknya, fase tersebut dapat menjadi momentum untuk terus berkarya, berbagi pengalaman, dan memberikan inspirasi bagi orang lain.

Artikel Terkait