Lifestyle

Mengungkap Lima Mitos Pemulihan Fisik Setelah Melahirkan

Banyak mitos beredar mengenai pemulihan fisik setelah melahirkan, termasuk anggapan bahwa menyusui dapat mempercepat penurunan berat badan dan larangan berolahraga selama enam minggu. Penjelasan dari...

D
Danendra Surya
26 June 2026 27 pembaca
Mengungkap Lima Mitos Pemulihan Fisik Setelah Melahirkan
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Banyak orang percaya pada berbagai mitos seputar pemulihan fisik setelah melahirkan, seperti "menyusui mempercepat penurunan berat badan" atau "ibu harus menunggu enam minggu sebelum bisa berolahraga." Menurut Christine Feigal, MD, seorang dokter kandungan dan Wakil Ketua Departemen Obstetri dan Ginekologi di MemorialCare Long Beach Medical Center, periode pascapersalinan sering kali disalahartikan. "Minggu-minggu dan bulan-bulan setelah melahirkan membawa perubahan fisik, hormonal, dan emosional yang besar, tapi banyak orang tidak yakin seperti apa seharusnya pemulihan yang normal itu," jelasnya.

Meluruskan Mitos Pemulihan Pascapersalinan

1. Menyusui menjamin berat badan turun cepat. Setelah melahirkan, ibu biasanya kehilangan sekitar enam kilogram karena keluarnya bayi, plasenta, dan cairan ketuban. Namun, penurunan berat badan selanjutnya sangat bervariasi antar individu, terlepas dari apakah mereka menyusui atau tidak. "Menyusui tidak boleh didekati sebagai strategi penurunan berat badan. Tujuannya adalah untuk memberi nutrisi pada bayi dan mendukung ikatan batin," tegas dr. Feigal. Meskipun menyusui membakar kalori, hormon prolaktin yang memproduksi ASI dapat menyebabkan tubuh menahan lemak. Faktor lain seperti kurang tidur, stres, dan pola makan juga berperan penting.

2. Dilarang berolahraga sama sekali selama enam minggu. Kunjungan dokter pada minggu keenam bertujuan untuk memastikan rahim menyusut dengan baik. Ashley Reid, seorang ahli fisiologi olahraga bersertifikat, menyatakan bahwa ibu sebenarnya bisa melakukan aktivitas fisik ringan lebih awal. "Ini mungkin terlihat seperti peregangan atau berjalan sepuluh menit. Namun, kamu harus menunggu lampu hijau sebelum meningkatkan intensitas," ungkapnya. Kembali aktif bisa dimulai lebih awal, tetapi harus disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.

Masalah Kesehatan Pasca Melahirkan

3. Diastasis recti akan sembuh sendirinya. Pemisahan otot perut ini dapat menyebabkan masalah fungsional seperti nyeri punggung. Okimoto menyarankan agar ibu segera mencari bantuan terapis dasar panggul jika pemisahan lebih dari dua jari dan tidak membaik dalam delapan minggu. Reid merekomendasikan penguatan otot perut secara bertahap.

4. Menyusui atau belum menstruasi artinya bebas risiko hamil. "Kamu masih bisa hamil jika kamu menyusui, atau belum menstruasi," jelas dr. Frasca. Ovulasi dapat terjadi kapan saja pada ibu menyusui, bahkan sebelum siklus menstruasi pertama setelah melahirkan. Meskipun risikonya lebih kecil dengan ASI eksklusif, potensi kehamilan tetap ada.

5. Jahitan otomatis menyembuhkan robekan vagina seutuhnya. Jahitan medis pascapersalinan berfungsi untuk menyatukan jaringan, tetapi tidak menjamin pemulihan 100 persen. "Penyembuhan bergantung pada tingkat keparahan robekan, kesehatan jaringan, aliran darah, dan perawatan pascapersalinan," kata dr. Feigal. Robekan ringan biasanya sembuh dalam beberapa minggu, tetapi yang lebih parah memerlukan waktu lebih lama. "Rasa sakit atau ketidaknyamanan yang berkelanjutan, terutama saat berhubungan intim, bukanlah sesuatu yang harus diterima sebagai hal yang normal," tambahnya.

Artikel Terkait