Kesehatan

Menggunakan Ulos dalam Busana Sehari-hari: Hal yang Perlu Diperhatikan

Kain ulos kini semakin populer dalam dunia fesyen dan tidak hanya digunakan dalam acara adat. Namun, penting untuk memahami nilai budaya yang terkandung dalam setiap jenis ulos sebelum menggunakannya.

K
Kartika Sari Dewi
03 August 2026 71 pembaca
Menggunakan Ulos dalam Busana Sehari-hari: Hal yang Perlu Diperhatikan
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

JAKARTA – Kain ulos semakin dikenal dalam industri fesyen dan tidak lagi terbatas pada penggunaan dalam upacara adat Batak. Kini, ulos hadir dalam berbagai bentuk seperti syal, outer, blazer, rok, dan aksesori yang dapat dipadukan untuk gaya sehari-hari. Meskipun demikian, penting untuk tetap menghargai nilai budaya yang melekat pada setiap helai kain ulos ketika menggunakannya sebagai busana modern.

Pentingnya Memahami Fungsi Ulos

Menurut Linda Panggabean, pemilik Rumah Ulos, penggunaan ulos dalam konteks fesyen diperbolehkan asalkan pengguna memahami tujuan dan makna dari kain tersebut. Ulos tidak hanya berfungsi untuk menghangatkan tetapi juga merupakan sumber penghidupan bagi masyarakat Batak. Linda menjelaskan bahwa ulos memiliki filosofi yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Batak, dan seiring waktu, ulos telah berkembang menjadi simbol budaya.

“Sebenarnya harus kembali ke konsep leluhur kami membuat Ulos ini agar kami bisa bertahan hidup, termasuk dalam ekonomi. Ulos itu artinya selimut, untuk menghangatkan dan melapisi tubuh,” ungkap Linda saat ditemui di pameran Indonesia Fashion Week 2026.

Seiring dengan perkembangan zaman, fungsi ulos semakin meluas. Selain menjadi bagian penting dalam berbagai prosesi adat, kain tenun khas Batak ini juga menjadi mata pencaharian bagi banyak penenun dan pelaku usaha di berbagai daerah. Linda menambahkan, “Setelah berjalannya waktu, Ulos ini memberi jalan hidup bagi jutaan masyarakat Batak. Maka kalau mau pakai Ulos ini untuk fashion, boleh saja.”

Memilih Ulos yang Tepat untuk Busana Sehari-hari

Linda mengingatkan bahwa masyarakat perlu memahami perbedaan fungsi dari setiap jenis ulos. Beberapa ulos dibuat khusus untuk keperluan adat dan memiliki makna tertentu dalam berbagai tahapan kehidupan masyarakat Batak. Oleh karena itu, bagi mereka yang ingin mengenakan ulos sebagai pelengkap busana sehari-hari, disarankan untuk memilih jenis yang direkomendasikan untuk penggunaan non-adat.

“Untuk orang awam atau pengguna yang bukan orang Batak dan tidak tahu pakem bisa menggunakan Ulos. Bisa pilih warna ulos yang lebih cerah karena biasanya menggambarkan suka cita,” sarannya. Warna-warna cerah lebih identik dengan suasana gembira dan dianggap lebih cocok untuk busana kasual maupun modern.

Linda juga menyarankan agar calon pembeli berkonsultasi dengan penjual sebelum membuat keputusan. Komunikasi ini penting karena penjual biasanya memahami fungsi, filosofi, dan penggunaan setiap jenis ulos. “Sampaikan bahwa Ulos ini akan digunakan bukan untuk adat melainkan fashion. Pasti mereka akan memberikan rekomendasi,” tuturnya.

Dengan cara ini, masyarakat dapat lebih memahami karakter setiap jenis ulos dan sekaligus menghormati warisan budaya Batak yang kaya akan filosofi dan makna.

Meningkatnya penggunaan ulos dalam dunia fesyen menunjukkan bahwa kain tradisional ini mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitasnya. Kehadiran ulos dalam berbagai koleksi busana modern juga membuka peluang bagi generasi muda untuk lebih dekat dengan warisan budaya Nusantara.

Namun, pelestarian ulos tidak hanya dilakukan dengan mengenakannya, melainkan juga dengan memahami fungsi dan makna yang terkandung di dalamnya. Dengan memilih jenis ulos yang tepat, masyarakat dapat menjadikan ulos sebagai bagian dari gaya berpakaian sehari-hari sekaligus tetap menghormati nilai budaya yang diwariskan turun-temurun.

Artikel Terkait