JAKARTA - Pijat limfatik kini semakin dikenal sebagai solusi untuk mengatasi masalah seperti wajah bengkak atau perut begah yang disebabkan oleh penumpukan cairan dalam tubuh. Berbeda dengan pijat relaksasi biasa, teknik ini menerapkan metode khusus yang secara langsung menargetkan kelancaran sistem cairan. Ria Alexandra Putri, pendiri EVERBODY, menjelaskan bahwa perawatan ini tidak hanya memberikan efek relaksasi sementara, tetapi juga berfokus pada kesehatan sistem peredaran cairan dalam tubuh manusia.
Apa Itu Pijat Limfatik?
Ria menjelaskan bahwa sistem peredaran dalam tubuh memiliki mekanisme yang berbeda-beda. Ia memaparkan perbedaan antara sirkulasi darah dan peredaran cairan limfatik. “Kalau blood circulation itu dipompa jantung untuk beredar ke seluruh tubuh. Sementara itu, limfatik berfokus pada cairan yang ada di dalam tubuh,” ujarnya. Berbeda dengan darah, sistem limfatik tidak memiliki mekanisme pemompaan otomatis. “Sistem limfatik dalam tubuh itu enggak punya pompa, maka dia mengandalkan pergerakan, aktivitas, dan otot dalam tubuh untuk melancarkannya,” tambahnya. Akibatnya, kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh. Pijat limfatik berfungsi untuk melancarkan cairan tersebut, sehingga tubuh terasa lebih ringan dan mengurangi pembengkakan di area tertentu. “Kalau kamu pernah merasa bloated, bangun tidur muka terasa puffy, itu biasanya terjadi karena sistem cairan dalam tubuh kita ada yang mampet. Di sinilah fungsi pijat limfatik untuk melancarkannya,” tuturnya.
Teknik Pijat Limfatik yang Khusus
Meskipun pijat limfatik dan pijat tubuh penuh sama-sama menggunakan sentuhan tangan, keduanya memiliki pendekatan yang berbeda. “Full body massage biasanya lebih fokus pada tekanan yang kencang supaya lebih berasa, tapi kalau di pijat limfatik gerakannya harus gentle, directional, dan berbasis teknik,” tegas Ria. Teknik pijat limfatik sangat terarah dan tidak bisa dilakukan sembarangan. Pijat ini biasanya dibagi menjadi beberapa titik pada tubuh, dan setiap pijatan diarahkan untuk mengalirkan cairan tubuh ke titik buang. Ria memperingatkan bahwa teknik pijatan yang salah dapat berisiko. “Arah pijatannya tidak boleh bolak-balik, karena kita harus mengarahkan cairannya ke titik buang. Jadi jangan sembarangan pijat limfatik, karena itu bisa membuat cairannya tersumbat,” ujarnya.
Reaksi Setelah Perawatan
Setelah melakukan pijat limfatik, pasien biasanya akan merasakan reaksi alami dari tubuh. Cairan yang sebelumnya terakumulasi akan dikeluarkan melalui sistem ekskresi secara optimal. “Efek setelah pijat limfatik biasanya lebih sering buang air kecil atau besar, lalu terkadang sangat berkeringat. Hal ini wajar karena tubuh dalam proses detoks,” jelas Ria. Reaksi ini menandakan bahwa sistem cairan limfatik dalam tubuh telah kembali berfungsi dengan baik.
EVER House: Destinasi Perawatan Pribadi
Untuk memenuhi kebutuhan terapi yang aman dan efektif, EVER meresmikan EVER House Darmawangsa sebagai flagship dan pusat perawatan diri terbaru di Jakarta Selatan. Fasilitas ini menggabungkan elemen kecantikan, kebugaran, keahlian profesional, serta gaya hidup modern dalam satu pengalaman perawatan premium. Setiap layanan di sini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan individu pelanggan dengan tetap menjunjung tinggi standar kebersihan. Pendekatan holistik ini bertujuan agar rutinitas perawatan tubuh menjadi lebih nyaman dan menyenangkan. Pelanggan di EVER House Darmawangsa dapat menyesuaikan perawatan pijat limfatik sesuai dengan kondisi tubuh mereka, dengan berbagai pilihan layanan, mulai dari terapi pembentukan siluet tubuh, pijat aman untuk ibu hamil, hingga perawatan pemulihan pasca operasi. “Kami ingin menghadirkan EVER House Darmawangsa sebagai ruang di mana self-care benar-benar dapat dinikmati secara personal, dengan expertise dan inovasi yang telah kami kembangkan sejak EVER berdiri pada 2014,” ungkap Yuli Nyoto, pendiri EVER.