Kondisi tubuh yang sangat lelah seharusnya memudahkan seseorang untuk tidur. Namun, sering kali orang justru mengalami kesulitan untuk memejamkan mata meskipun fisiknya sudah kehabisan tenaga. Dr. Shrey Kumar Srivastav, seorang dokter spesialis penyakit dalam, menjelaskan bahwa hal ini terjadi karena tubuh dan otak tidak selalu berada dalam keadaan yang sama menjelang waktu tidur. Meskipun tubuh membutuhkan istirahat, otak bisa tetap aktif karena berbagai kebiasaan yang dilakukan sebelum tidur.
"Bayangkan tubuh dan otak sebagai dua bagian yang memiliki kebutuhan berbeda. Tubuh yang lelah meminta istirahat, tetapi otak bisa tetap berada dalam mode siaga jika tidak menerima sinyal yang tepat untuk tidur," ungkap Dr. Srivastav.
Kesalahan Umum yang Mengganggu Tidur
Berikut adalah beberapa kesalahan yang sering dilakukan yang dapat membuat seseorang tetap sulit tidur meski dalam keadaan lelah:
1. Terlalu Lama Menatap Layar Sebelum Tidur
Salah satu penyebab utama kesulitan tidur adalah kebiasaan menggunakan ponsel, menonton film, atau membalas pesan menjelang waktu tidur. Paparan cahaya biru dari layar gadget dapat mengganggu produksi melatonin, hormon yang berperan dalam mengatur siklus tidur. Dr. Srivastav menyarankan untuk menghentikan penggunaan perangkat elektronik sekitar 60-90 menit sebelum tidur dan menggantinya dengan aktivitas yang lebih menenangkan, seperti membaca buku atau mendengarkan musik lembut.
2. Mengonsumsi Kafein di Sore atau Malam Hari
Minum kopi di sore hari mungkin terasa membantu mengusir rasa kantuk. Namun, efek kafein dapat bertahan selama beberapa jam dan memengaruhi kualitas tidur di malam hari. "Kafein memiliki waktu paruh yang cukup panjang. Artinya, sebagian kandungannya masih berada di dalam tubuh beberapa jam setelah dikonsumsi," jelas Dr. Srivastav. Oleh karena itu, ia menyarankan untuk membatasi konsumsi kopi, teh berkafein, atau minuman energi sejak sore hari.
3. Jadwal Tidur yang Tidak Konsisten
Tidur larut malam pada hari kerja dan bangun siang di akhir pekan dapat mengacaukan ritme sirkadian tubuh. Kondisi ini dikenal sebagai social jetlag, yang membuat tubuh kesulitan mengenali waktu untuk tidur dan bangun. Akibatnya, seseorang bisa merasa mengantuk sepanjang hari tetapi tetap sulit tidur pada malam hari. Menjaga jadwal tidur dan bangun pada waktu yang relatif sama setiap hari dapat membantu tubuh membangun pola tidur yang lebih teratur.
4. Membawa Stres Hingga Waktu Tidur
Kecemasan tentang pekerjaan, tugas, atau masalah sehari-hari dapat membuat otak terus bekerja meskipun tubuh sudah sangat lelah. Menurut Dr. Srivastav, stres memicu pelepasan hormon kortisol yang menjaga sistem saraf tetap aktif, sehingga tubuh sulit memasuki keadaan rileks. Ia menyarankan untuk meluangkan waktu sekitar 15-20 menit pada malam hari untuk menuliskan pikiran, kekhawatiran, atau daftar pekerjaan untuk esok hari agar beban mental tidak terbawa hingga ke tempat tidur.
5. Tidak Memiliki Rutinitas Sebelum Tidur
Banyak orang langsung berbaring setelah beraktivitas tanpa memberi kesempatan bagi tubuh untuk bertransisi menuju waktu istirahat. Padahal, sistem saraf memerlukan waktu untuk beralih dari kondisi aktif menjadi lebih tenang. Rutinitas sederhana seperti mandi air hangat, melakukan peregangan ringan, meditasi, atau membaca beberapa halaman buku dapat menjadi sinyal bagi tubuh bahwa waktu tidur telah tiba. Dengan membangun kebiasaan tersebut secara konsisten, tubuh dan otak akan lebih mudah memasuki fase tidur, sehingga kualitas istirahat pun menjadi lebih baik.