Menjelang menstruasi, banyak wanita mengalami peningkatan keinginan untuk mengonsumsi makanan tertentu, seperti cokelat, makanan manis, keripik, atau makanan berlemak. Fenomena ini dikenal sebagai food cravings, di mana seseorang merasa terdorong untuk menyantap makanan tertentu. Meskipun terkadang sulit untuk menahan nafsu makan, kondisi ini adalah hal yang umum dan berhubungan dengan perubahan fisiologis yang terjadi dalam tubuh.
Spesialis kesehatan perempuan dari Cleveland Clinic, Lynn Pattimakiel, MD, menjelaskan bahwa keinginan makan yang meningkat menjelang menstruasi bukan hanya sekadar masalah selera. “Ngidam saat menstruasi itu nyata, itu adalah respons fisiologis terhadap perubahan hormon, bukan sesuatu yang Anda bayangkan,” ungkap Pattimakiel. Dengan kata lain, keinginan untuk makan yang meningkat ini berkaitan erat dengan fluktuasi hormon yang terjadi selama siklus menstruasi.
Penyebab Munculnya Cravings Menjelang Menstruasi
Keinginan untuk mengonsumsi makanan tertentu biasanya mulai muncul pada fase luteal, yaitu periode setelah ovulasi dan sebelum menstruasi. Pada fase ini, kadar hormon seperti progesteron dan estradiol mengalami perubahan yang dapat mempengaruhi nafsu makan, suasana hati, dan tingkat energi. Pattimakiel mencatat bahwa cravings sering kali muncul sekitar lima hingga sepuluh hari sebelum menstruasi.
Selain perubahan hormon, regulasi gula darah serta hormon yang berperan dalam rasa lapar dan kenyang juga dapat mempengaruhi keinginan makan. Kebutuhan energi saat istirahat juga cenderung meningkat menjelang menstruasi, sehingga beberapa orang merasa lebih lapar dari biasanya. “Kebutuhan energi istirahat Anda meningkat sebelum menstruasi, jadi tubuh Anda secara alami mencari lebih banyak bahan bakar,” jelas Pattimakiel. Hal ini dapat membuat makanan tertentu terasa lebih menggoda, terutama yang memberikan energi cepat atau menimbulkan sensasi menyenangkan.
Jenis Makanan yang Sering Diidamkan
Keinginan makan menjelang menstruasi dapat bervariasi, namun beberapa jenis makanan berikut sering menjadi pilihan. Pertama, cokelat dan makanan manis seperti kue dan permen sering kali menjadi favorit. Pattimakiel menjelaskan bahwa makanan manis dapat memengaruhi sistem penghargaan di otak dan kadar serotonin, yang berperan dalam pengaturan suasana hati. Meskipun konsumsi gula memberikan dorongan energi jangka pendek, efeknya tidak selalu bertahan lama.
Kedua, roti, pasta, dan makanan tinggi karbohidrat juga sering diinginkan. Keinginan ini bisa berkaitan dengan perubahan nafsu makan dan kebutuhan energi selama fase pramenstruasi. Karbohidrat merupakan sumber energi utama, dan karbohidrat kompleks seperti nasi merah dan roti gandum utuh dapat membantu menyediakan energi sekaligus memberikan serat yang membuat kenyang lebih lama.
Ketiga, makanan asin seperti keripik dan kentang goreng juga dapat menjadi pilihan. Pada fase pramenstruasi, beberapa orang mengalami kembung atau perubahan retensi cairan, sehingga konsumsi makanan tinggi natrium perlu diperhatikan. Terakhir, keinginan untuk menyantap makanan berlemak seperti keju dan gorengan juga meningkat, meskipun ini tidak selalu menunjukkan bahwa tubuh kekurangan protein.
Cara Mengatasi Keinginan Makan Menjelang Menstruasi
Keinginan makan menjelang menstruasi tidak selalu perlu dilawan, tetapi penting untuk memahami sinyal tubuh dan menjaga pola makan agar kebutuhan energi dan nutrisi tetap terpenuhi. Pattimakiel memberikan beberapa saran untuk mengelola cravings dan gejala PMS, antara lain:
1. Jangan melewatkan waktu makan. Melewatkan makan dapat meningkatkan rasa lapar dan keinginan untuk menyantap makanan tertentu. Usahakan untuk makan secara teratur dengan komposisi seimbang yang mencakup karbohidrat, protein, lemak sehat, serta sayur dan buah.
2. Pilih karbohidrat kompleks. Karbohidrat tidak perlu dihindari, tetapi pilihlah sumber yang mengandung serat, seperti oat dan nasi merah, untuk membantu memperlambat pencernaan dan membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.
3. Siapkan camilan yang lebih seimbang. Jika ingin menyantap makanan manis, siapkan camilan yang mengandung protein dan serat, seperti yoghurt dengan buah atau camilan berbahan keju cottage.
4. Pastikan tidur cukup. Kurang tidur dapat mempengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang, sehingga menjaga jadwal tidur yang teratur dapat membantu mengelola nafsu makan.
5. Tetap aktif dan cukup minum. Aktivitas fisik secara teratur dapat membantu menjaga suasana hati dan kesehatan secara keseluruhan. Pilihlah aktivitas yang nyaman dilakukan dan penuhi kebutuhan cairan sepanjang hari.
Dengan memahami dan mengelola cravings menjelang menstruasi, diharapkan kenyamanan selama periode tersebut dapat terjaga.