Pernahkah kamu merasakan ketenangan saat berada di dekat seseorang, meskipun mereka tidak mengucapkan sepatah kata pun? Ekspresi wajah dan bahasa tubuh mereka tampaknya mampu meredakan ketegangan dan menenangkan pikiran yang sedang kacau. Fenomena ini, yang sering dianggap sebagai kecocokan sifat, sebenarnya memiliki penjelasan medis yang dikenal sebagai koregulasi.
Proses Koregulasi dalam Hubungan Manusia
Sejak bayi hingga dewasa, manusia sangat bergantung pada hubungan yang aman dan mendukung untuk membantu meringankan beban emosional. "Saya suka menganggap koregulasi sebagai 'meminjam' sistem saraf yang teratur," ungkap seorang terapis komunikasi dan pendiri Empower Family Therapy, Tina Shrader. Proses ini melibatkan interaksi yang membantu individu merasa lebih tenang.
Sistem saraf manusia memiliki cara unik untuk menyelaraskan diri satu sama lain. Ketika seseorang berada di sekitar orang yang tenang, mereka dapat merasakan ketenangan tersebut. Shrader menggunakan contoh interaksi antara orangtua dan bayi untuk menjelaskan fenomena ini. "Ketika seorang bayi kesal, orangtua mungkin menenangkan mereka dengan berbicara lembut atau memeluk mereka. Namun, yang paling penting adalah kemampuan orangtua untuk tetap tenang," jelasnya.
Bagaimana Ketenangan Menular
Ketika seseorang merasa aman, detak jantung dan ritme pernapasan mereka akan melambat. Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas di area otak yang terkait dengan ancaman menurun drastis saat ada sosok yang tenang di sekitar. Selain itu, pelepasan hormon oksitosin selama interaksi sosial yang aman juga membantu menenangkan sistem alarm dalam tubuh.
Namun, proses ini bisa menjadi masalah jika batasan tidak jelas, yang dapat memicu pola interaksi yang tidak sehat. "Koregulasi yang sehat berarti kita saling memengaruhi, tetapi tidak kehilangan diri kita satu sama lain," kata Shrader. Koregulasi yang tidak sehat terjadi ketika suasana hati satu orang sepenuhnya menentukan suasana hati orang lain.
Menjadi Sumber Ketenangan bagi Orang Lain
Jika kamu ingin menjadi sosok yang menenangkan bagi pasangan atau teman, fokus utama bukanlah pada kata-kata yang kamu ucapkan, melainkan pada stabilitas emosimu sendiri. "Kebanyakan orang berusaha melakukan koregulasi dengan fokus pada emosi orang lain. Namun, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah tetap terhubung dengan ketenangan dalam diri sendiri," jelas Shrader.
Mulailah dengan menarik napas dalam-dalam, memusatkan perhatian pada saat ini, dan lebih banyak mendengarkan daripada berbicara. Tahan keinginan untuk segera mencari solusi atau memberikan nasihat. "Banyak koregulasi terjadi melalui hal-hal sederhana, seperti nada suara yang tenang, duduk dekat, melakukan kontak mata, atau sekadar hadir tanpa berusaha mengubah perasaan orang lain," tambahnya.