Kesehatan mulut sering kali diabaikan di tengah berbagai tren kesehatan modern. Meskipun banyak metode baru yang muncul, seperti berendam dalam air es atau mengonsumsi suplemen, kebiasaan sederhana seperti menggunakan benang gigi (flossing) terbukti memiliki dampak besar terhadap kesehatan jangka panjang. Menggunakan benang gigi secara rutin tidak hanya berkontribusi pada senyum yang lebih sehat, tetapi juga berpotensi melindungi organ vital seperti jantung dan otak dari risiko kerusakan seiring bertambahnya usia.
Menurut dokter gigi Kami Hoss, DDS, menyikat gigi dua kali sehari hanya mampu membersihkan sekitar 60 persen dari permukaan gigi. Hal ini menunjukkan bahwa jika seseorang tidak melakukan flossing, hampir separuh bagian mulut tetap kotor setiap hari. Dokter gigi Richard Nejat, DDS, menekankan pentingnya mengintegrasikan rutinitas ini dalam perawatan kesehatan gigi. "Membersihkan gigi dengan benang adalah intervensi yang sederhana namun kritis, karena ini menghancurkan biofilm bakteri di antara gigi, area yang tidak dapat dijangkau oleh sikat gigi," jelasnya.
Pentingnya Flossing untuk Kesehatan Gusi
Penggunaan benang gigi secara teratur terbukti efektif dalam mengurangi penumpukan plak, mengurangi jumlah bakteri, dan meredakan peradangan pada gusi. Tindakan pencegahan ini membantu menghindarkan individu dari risiko penyakit periodontal atau radang gusi, yang merupakan masalah kesehatan umum di kalangan orang dewasa di seluruh dunia. Jaringan halus di sekitar celah gigi juga membutuhkan perhatian khusus. "Sulkus, yakni alur dangkal tempat gusi bertemu dengan gigi, dilapisi oleh beberapa jaringan yang paling permeabel di tubuh manusia," kata dr. Hoss. "Area ini sangat kaya akan pembuluh darah, yang berarti bakteri dan senyawa apa pun yang kita masukkan ke sana memiliki jalur yang sangat langsung ke dalam aliran darah," tambahnya.
Flossing dan Risiko Penyakit Kronis
Selain menjaga kesehatan gusi, berbagai penelitian menunjukkan bahwa rutinitas flossing berkaitan langsung dengan penurunan risiko demensia, stroke, dan penyakit Alzheimer. Kebiasaan ini juga dianggap penting dalam manajemen diabetes. Sebaliknya, kurangnya perhatian terhadap kebersihan sela gigi dapat meningkatkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular. Dalam sebuah studi yang melibatkan lebih dari 5.000 lansia, mereka yang tidak pernah melakukan flossing memiliki risiko kematian 30 persen lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang melakukannya setiap hari.
Dokter spesialis umur panjang, Jennifer Timmons, MD, menjelaskan bahaya dari bakteri di dalam mulut. "Porphyromonas gingivalis, yang muncul di dalam mulut, menginfeksi gusi dan menyebabkan penyakit gusi serta periodontitis," ungkapnya. Bakteri ini juga dapat menyumbat arteri saat serangan jantung terjadi dan ditemukan pada jaringan otak pasien Alzheimer. Oleh karena itu, membersihkan sumber bakteri di mulut sangatlah penting. "Jika kamu tidak membersihkan gigi dengan benang, bakteri dapat masuk ke aliran darah dan menyebabkan peradangan pembuluh darah, kerusakan, serta gumpalan darah kecil yang dapat memicu serangan jantung atau stroke di area lain," jelas dr. Timmons.
Dokter Hoss juga menyoroti bagaimana radang gusi dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan. "Penyakit gusi kronis menciptakan beban peradangan sistemik yang menyentuh hampir setiap kategori penyakit utama," ujarnya.