Keracunan makanan pada anak dapat terjadi akibat konsumsi makanan yang terkontaminasi oleh bakteri, virus, atau zat berbahaya. Kondisi ini dapat menyebabkan gejala seperti mual, diare, dan muntah yang berkepanjangan. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi anak aman, mulai dari proses pengolahan hingga penyajiannya. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui akun Instagram resminya pada Selasa (7/7/2026) membagikan lima langkah sederhana untuk mencegah keracunan makanan pada anak dan keluarga.
Langkah-langkah Pencegahan Keracunan Makanan
Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah keracunan makanan pada anak dan keluarga:
1. Cuci Tangan Sebelum Mengolah Makanan
BPOM menekankan pentingnya mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan. Tangan harus dicuci sebelum dan setelah menangani bahan makanan, terutama setelah menyentuh daging mentah. Kuman dan bakteri dapat berpindah dari tangan ke makanan, sehingga meningkatkan risiko keracunan. Untuk mencuci tangan dengan baik, gunakan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik. "Cuci tangan menjadi langkah utama saat menyiapkan makanan," tulis BPOM.
2. Pastikan Makanan Dimasak Hingga Matang
Selain menjaga kebersihan tangan, orangtua juga harus memastikan bahwa makanan dimasak dengan baik sebelum diberikan kepada anak. BPOM mengingatkan agar daging, ayam, dan telur dimasak hingga matang sempurna untuk membunuh bakteri berbahaya. Untuk daging ayam, disarankan agar suhu bagian dalamnya mencapai 75 derajat Celsius. Memasak dengan suhu yang tepat dapat membantu mencegah keracunan dan memastikan makanan aman untuk dikonsumsi.
3. Pisahkan Bahan Mentah dan Makanan Matang
Kesalahan lain yang harus dihindari adalah mencampur bahan mentah dengan makanan yang sudah matang. Menurut BPOM, bahan mentah seperti daging dan ikan dapat membawa bakteri yang dapat berpindah ke makanan matang melalui proses yang dikenal sebagai kontaminasi silang. Untuk mencegah hal ini, gunakan talenan dan wadah yang berbeda untuk bahan mentah dan makanan matang. "Memisahkan bahan mentah dan matang penting untuk mencegah kontaminasi silang dan menjaga makanan tetap higienis," tulis BPOM.
4. Hindari Makanan Kedaluwarsa atau Mencurigakan
BPOM juga mengingatkan agar tidak mengonsumsi makanan yang telah melewati tanggal kedaluwarsa. Selain memperhatikan tanggal kedaluwarsa, masyarakat perlu waspada jika makanan menunjukkan perubahan warna, tekstur, atau aroma yang tidak biasa. Perubahan ini bisa menjadi tanda bahwa makanan tersebut tidak layak untuk dikonsumsi. "Lebih baik mencegah daripada menyesal, pastikan makanan yang dikonsumsi dalam kondisi baik dan aman," tulis BPOM.
5. Bersihkan Peralatan Masak Setelah Digunakan
Langkah terakhir yang tidak kalah penting adalah menjaga kebersihan peralatan memasak. BPOM menyatakan bahwa pisau, talenan, dan berbagai peralatan dapur dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri jika tidak dibersihkan dengan baik, terutama setelah digunakan untuk memotong bahan mentah. Disarankan untuk mencuci peralatan dengan sabun dan air panas agar hasilnya lebih maksimal. Dengan peralatan yang bersih, risiko perpindahan bakteri ke makanan dapat diminimalkan.
Melalui informasi ini, BPOM mengajak masyarakat untuk menjaga keamanan pangan mulai dari dapur masing-masing. "Bersama, kita bisa cegah keracunan dengan menjaga kebersihan dan keamanan makanan," tulis BPOM dalam unggahannya.