Kesehatan

Konsumsi Telur Lima Butir Seminggu Dapat Kurangi Risiko Alzheimer

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi telur secara rutin dapat menurunkan risiko penyakit Alzheimer pada orang dewasa lanjut usia. Penelitian ini melibatkan sekitar 40.000 partisipan selama...

D
Danendra Surya
09 August 2026 54 pembaca
Konsumsi Telur Lima Butir Seminggu Dapat Kurangi Risiko Alzheimer
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Telur dikenal sebagai sumber nutrisi yang kaya akan protein berkualitas tinggi, vitamin penting, serta lemak sehat yang diperlukan oleh tubuh. Selain manfaat fisik yang sudah dikenal, konsumsi telur secara teratur ternyata memiliki potensi besar dalam menjaga kesehatan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kebiasaan makan telur dapat berhubungan dengan penurunan risiko penyakit Alzheimer pada orang dewasa yang lebih tua.

Riset Tentang Manfaat Telur

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition edisi April 2026 berjudul "Egg Intake and the Incidence of Alzheimer's Disease in the Adventist Health Study-2 Cohort Linked with Medicare Data" melibatkan sekitar 40.000 partisipan dari Adventist Health Study 2 yang dipantau selama rata-rata 15,3 tahun. Pada awal penelitian, semua partisipan tidak memiliki riwayat Alzheimer atau masalah memori yang serius. Namun, seiring berjalannya waktu, banyak dari mereka didiagnosis dengan Alzheimer.

Dari analisis data yang dilakukan, peneliti menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi setidaknya satu butir telur per hari selama lima hari atau lebih dalam seminggu memiliki risiko terdiagnosis Alzheimer yang 27 persen lebih rendah. "Dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah makan telur, konsumsi minimal lima butir telur per minggu dapat mengurangi risiko Alzheimer," ungkap Joan Sabaté, MD, DrPH, profesor di Loma Linda University School of Public Health dan pemimpin penelitian.

Porsi Konsumsi dan Dampaknya

Menariknya, manfaat dari telur ini tidak hanya dirasakan oleh mereka yang mengonsumsinya setiap hari. Makan telur satu hingga tiga kali dalam sebulan juga dikaitkan dengan penurunan risiko sebesar 17 persen. Sementara itu, mereka yang mengonsumsi telur dua hingga empat kali seminggu mengalami penurunan risiko sekitar 20 persen. Peneliti mengevaluasi berbagai sumber konsumsi telur, termasuk telur yang diolah sendiri oleh peserta dan telur yang terdapat dalam produk makanan lain.

Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini adalah penganut Advent Hari Ketujuh, yang umumnya menerapkan pola makan berbasis nabati yang kaya akan biji-bijian, kacang-kacangan, buah, dan sayuran, meskipun mereka juga mengonsumsi telur dan produk susu.

Sabaté menjelaskan bahwa telur mengandung banyak nutrisi penting untuk otak, termasuk kolin, yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi senyawa penting bagi memori dan komunikasi antar sel otak. Selain itu, telur juga kaya akan lutein dan zeaxanthin, senyawa karotenoid yang berkontribusi pada peningkatan kinerja kognitif dan penurunan stres oksidatif dalam tubuh.

Bagian kuning telur juga mengandung asam lemak omega-3 dan fosfolipid yang berlimpah, yang penting untuk memastikan fungsi optimal dari neurotransmitter dalam sistem saraf. Dengan demikian, konsumsi telur secara rutin dapat berperan dalam menjaga kesehatan otak dan mencegah risiko Alzheimer.

Artikel Terkait