Kesehatan

Kebersihan di Stadion dan Realitas di Rumah: Perbedaan Perilaku Pria Jepang

Aksi suporter Jepang membersihkan stadion Piala Dunia 2026 mendapat pujian global, namun menimbulkan kritik domestik terkait ketimpangan dalam pembagian tugas rumah tangga di Jepang.

D
Danendra Surya
21 June 2026 2 pembaca
Kebersihan di Stadion dan Realitas di Rumah: Perbedaan Perilaku Pria Jepang
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Perilaku suporter Jepang yang memungut sampah di stadion Piala Dunia 2026 kembali mendapatkan sorotan positif dari berbagai kalangan. Namun, di tengah pujian tersebut, muncul kritik dari masyarakat Jepang yang menyoroti perbedaan perilaku pria di ruang publik dan di rumah. Diskusi ini mencuat setelah beredarnya foto-foto suporter yang membersihkan tribun usai pertandingan melawan Belanda pada 14 Juni 2026, yang viral di media sosial.

Di luar Jepang, tindakan tersebut dianggap sebagai contoh disiplin dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Namun, di dalam negeri, banyak warganet yang mempertanyakan ketidaksetaraan dalam pembagian tugas rumah tangga antara pria dan wanita.

Poster Viral Memicu Diskusi

Sebuah poster parodi yang beredar di platform X menjadi pemicu perdebatan ini. Poster tersebut menunjukkan dua situasi yang berbeda: seorang pria yang mengenakan atribut tim nasional Jepang sedang memungut sampah di stadion, sementara di sisi lain, pria yang sama terlihat bersantai di sofa dengan ponsel di tangan, sementara istrinya mencuci piring di dapur. Teks pada poster itu berbunyi, "Tolong lakukan juga di rumah." Unggahan ini mendapatkan banyak perhatian dengan ribuan tanda suka dan dibagikan secara luas. Banyak pengguna media sosial berpendapat bahwa kebiasaan menjaga kebersihan di ruang publik seharusnya juga diterapkan di rumah.

Salah satu komentar yang muncul menyatakan, "Semua orang ingin menyelamatkan dunia, tetapi tidak ada yang ingin membantu ibu mencuci piring."

Kesenjangan dalam Pekerjaan Rumah Tangga

Perdebatan ini didukung oleh data yang menunjukkan kesenjangan dalam pembagian pekerjaan rumah tangga. Menurut laporan dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) pada tahun 2021, pria Jepang termasuk yang paling sedikit menghabiskan waktu untuk pekerjaan domestik di antara negara-negara maju. Rata-rata wanita Jepang menghabiskan lebih dari tiga jam per hari untuk tugas rumah tangga yang tidak dibayar, sementara pria hanya sekitar 47 hingga 51 menit. Kesenjangan ini semakin terlihat pada keluarga dengan anak kecil, di mana survei pemerintah Jepang menemukan bahwa wanita dalam rumah tangga dengan dua orang tua yang bekerja menghabiskan lebih dari tujuh jam per hari untuk mengurus rumah dan anak, sementara pria kurang dari dua jam.

Oleh karena itu, banyak warganet yang melihat aksi bersih-bersih di stadion sebagai ironi ketika tanggung jawab serupa masih banyak ditanggung oleh perempuan di rumah.

Tradisi Kebersihan yang Dihargai

Meski mendapatkan kritik, banyak warga Jepang tetap menganggap kebiasaan membersihkan stadion sebagai hal positif yang perlu dijaga. Praktik ini dikenal dengan istilah gomi hiroi, yang berarti memungut sampah, dan mencerminkan tanggung jawab terhadap ruang bersama. Kebiasaan ini sudah ditanamkan sejak kecil, di mana siswa di sekolah diajarkan untuk membersihkan kelas mereka sendiri sebagai bagian dari pendidikan sehari-hari.

Salah satu suporter Jepang berusia 30 tahun, Ken Okawa, menyatakan, "Saya tamu di Meksiko. Saya diperlakukan dengan sangat baik, jadi ini cara saya menunjukkan rasa terima kasih." Suporter lainnya, Miku Takeya, menambahkan bahwa merapikan area yang digunakan sudah menjadi bagian alami dari budaya mereka. "Kami ingin memastikan tempat yang kami gunakan tetap bersih agar orang berikutnya bisa menggunakannya dengan nyaman," ujarnya.

Di tengah kritik yang muncul di dalam negeri, aksi suporter Jepang tetap mendapatkan apresiasi dari luar negeri. Kebiasaan ini bahkan mulai diikuti oleh suporter dari negara lain, seperti yang terlihat dalam video yang menunjukkan pendukung Portugal juga ikut mengumpulkan sampah di tribun setelah pertandingan. Pelatih tim nasional Jepang, Hajime Moriyasu, menyatakan bahwa kebiasaan ini adalah bagian dari budaya Jepang yang patut dibanggakan.

Namun, di balik pujian tersebut, diskusi yang berkembang di Jepang menunjukkan bahwa kebersihan di ruang publik kini memunculkan pertanyaan yang lebih besar: apakah nilai yang sama juga diterapkan secara setara di dalam rumah.

Artikel Terkait