Di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Provinsi Lampung, kebakaran hutan telah melanda area yang luas, mencapai 600 hektar. Kebakaran ini terjadi di kawasan RPTN Cabang SPTN Wilayah II Bungur sejak hari Selasa, seperti yang disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam keterangan pers pada hari Jumat.
Kendala dalam Penanganan Kebakaran
Berton menjelaskan bahwa proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di TNWK mengalami berbagai kendala. Sulitnya akses menuju lokasi kebakaran menjadi salah satu masalah utama, ditambah dengan terbatasnya pasokan air untuk memadamkan api. Jarak sumber air yang jauh dari titik kebakaran juga menjadi hambatan dalam upaya pemadaman.
"Kendala berupa akses menuju lokasi yang sulit, keterbatasan sumber air dan jarak titik api yang cukup jauh dari sumber air," ungkapnya.
Upaya Pemadaman dan Koordinasi Tim
Tim gabungan yang terdiri dari Balai TNWK, BPBD, TNI, Polri, dan relawan sedang berupaya untuk memadamkan api dengan menggunakan peralatan tangan dan jet shooter. Berton menambahkan, "Penanganan selanjutnya diperkuat dengan pemadaman langsung menggunakan pompa portable dan jet shooter serta pemadaman tidak langsung melalui pembuatan ilaran api."
BNPB juga melakukan koordinasi dengan pengelola kawasan konservasi untuk memastikan perlindungan terhadap habitat satwa yang dilindungi. Selain di TNWK, kebakaran juga terjadi di Taman Nasional Gunung Merapi, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Kebakaran di sana mulai terjadi pada hari Selasa dan telah menghanguskan vegetasi seperti rumput dan pohon pinus.
Monitoring dan Pemantauan Kebakaran
Hasil pemantauan menggunakan drone dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menunjukkan bahwa luas area yang terbakar di Taman Nasional Gunung Merapi selama periode 22 hingga 24 September mencapai sekitar 59,5 hektar. Sebagian besar area tersebut telah berhasil dipadamkan hingga malam hari Kamis. Tim gabungan masih terus melakukan pemantauan dan patroli untuk memastikan tidak ada titik api baru, mengingat masih terdapat bara di beberapa lokasi.