Perawatan kulit yang melibatkan bahan aktif seperti retinol dan hyaluronic acid semakin populer di kalangan mereka yang peduli dengan kesehatan kulit. Retinol dikenal sebagai bahan yang cukup kuat dan dapat menyebabkan iritasi, kulit kering, atau pengelupasan. Sebaliknya, hyaluronic acid terkenal sebagai bahan yang memberikan kelembapan dan menenangkan kulit. Pertanyaannya, apakah aman untuk menggunakan kedua bahan ini secara bersamaan?
Dokter kulit bersertifikat Jeremy Fenton menyatakan bahwa kombinasi ini justru aman dan sering kali dianjurkan. “Retinol dapat membantu eksfoliasi kulit dan membuat bahan aktif lain menyerap lebih baik,” ujarnya. Kedua bahan ini memiliki fungsi yang berbeda namun saling melengkapi. Retinol, sebagai turunan vitamin A, berfungsi mempercepat pergantian sel kulit, merangsang produksi kolagen, serta membantu mengatasi masalah jerawat dan garis halus.
Peran Hyaluronic Acid dalam Mengurangi Efek Samping Retinol
Hyaluronic acid berfungsi sebagai humektan, yaitu molekul yang menarik dan mempertahankan kelembapan pada lapisan kulit. “Hyaluronic acid adalah molekul yang membantu menjaga kadar air di kulit,” jelas dokter kulit Ivy DeRosa. Dengan sifatnya yang menghidrasi, hyaluronic acid dapat menyeimbangkan efek samping yang mungkin ditimbulkan oleh retinol. Inilah mengapa banyak dermatolog menyebut keduanya sebagai pasangan ideal dalam perawatan kulit. Dengan menggunakan kedua bahan ini bersamaan, kulit dapat merasakan manfaat peremajaan dari retinol tanpa kehilangan kelembapan yang dibutuhkan.
Meminimalkan Iritasi saat Menggunakan Retinol
Salah satu kekhawatiran utama saat menggunakan retinol adalah potensi iritasi, yang dapat muncul dalam bentuk kemerahan, rasa perih, kulit mengelupas, atau sensasi terbakar ringan. Kondisi ini sering dialami oleh pemula yang baru mulai menggunakan retinol. Di sinilah hyaluronic acid berperan penting. Dengan menjaga hidrasi kulit, bahan ini membantu memperkuat skin barrier atau lapisan pelindung kulit. Skin barrier yang sehat memungkinkan kulit untuk lebih toleran terhadap retinol. “Kombinasi ini membantu pengguna mendapatkan manfaat retinol sambil meminimalkan kekeringan yang biasanya muncul,” ungkap DeRosa. Bagi mereka yang memiliki kulit sensitif, penggunaan hyaluronic acid juga bisa berfungsi sebagai pelindung agar kulit tidak terlalu terkejut saat mulai menggunakan retinol. Meskipun demikian, iritasi tetap dapat terjadi, biasanya disebabkan oleh retinol itu sendiri dan bukan karena kombinasi dengan hyaluronic acid.
Petunjuk Penggunaan yang Tepat
Walaupun aman digunakan bersamaan, urutan pemakaian tetap harus diperhatikan. DeRosa menyarankan untuk membersihkan wajah dengan pembersih yang lembut terlebih dahulu. Setelah kulit benar-benar kering, aplikasikan retinol sebesar biji kacang polong ke seluruh wajah. “Benar, cukup sebesar kacang polong. Lebih banyak bukan berarti lebih baik,” tambah DeRosa. Setelah retinol meresap, lanjutkan dengan serum hyaluronic acid. Sebagai langkah terakhir, gunakan pelembap untuk mengunci hidrasi dengan baik. Bagi pemilik kulit yang sangat sensitif, hyaluronic acid dapat diaplikasikan terlebih dahulu sebelum retinol untuk mengurangi potensi iritasi. Beberapa dokter juga menyarankan memberi jeda sekitar 20–30 menit setelah menggunakan retinol sebelum melanjutkan dengan produk lainnya. Cara ini membantu retinol bekerja secara optimal tanpa terganggu oleh bahan lain.
Kesalahan umum yang sering dilakukan oleh pemula adalah langsung menggunakan retinol setiap malam. Padahal, kulit memerlukan waktu untuk beradaptasi. Jika baru mulai, disarankan untuk menggunakan retinol dua hingga tiga kali seminggu dan mengamati reaksi kulit selama beberapa minggu. Jika tidak ada iritasi yang berarti, frekuensi penggunaannya dapat ditingkatkan secara bertahap. Hyaluronic acid sendiri relatif aman digunakan setiap hari, bahkan di pagi dan malam hari. Selain itu, penting untuk tidak lupa menggunakan sunscreen pada keesokan harinya, karena retinol dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari.