Kesehatan

Generasi Muda Didorong untuk Melestarikan Batik Melalui Fashion

Peran generasi muda dianggap sangat penting dalam mempertahankan batik sebagai warisan budaya Indonesia di tengah perkembangan tren mode global. Loemongga Haoemasan mengajak anak muda untuk mencintai...

D
Daniel Kristianto
16 May 2026 10 pembaca
Generasi Muda Didorong untuk Melestarikan Batik Melalui Fashion
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

JAKARTA - Generasi muda diharapkan dapat memainkan peran vital dalam menjaga keberlanjutan batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia, terutama di tengah pesatnya perkembangan tren mode internasional. Loemongga Haoemasan, istri Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, menekankan bahwa kontribusi anak muda sangat penting untuk menjadikan batik tetap relevan, modern, dan diminati oleh berbagai kalangan.

Batik Sebagai Bagian dari Gaya Hidup

Loemongga menjelaskan bahwa batik memiliki fleksibilitas yang tinggi dalam penggunaannya. Kain tradisional ini kini tidak hanya digunakan dalam acara resmi atau seremonial, tetapi juga bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari. “Batik itu amat sangat versatile, bisa dipakai ke acara santai sampai formal pun cocok pakai batik,” ujarnya saat menghadiri Pameran Akulturasi Batik Peranakan di Menara Kompas, Jakarta Pusat.

Ia menekankan pentingnya generasi muda untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap batik sebagai identitas bangsa. Di tengah dominasi tren fesyen global, anak muda perlu mengenal, memahami, dan bangga mengenakan karya budaya lokal. “Untuk generasi muda, belajarlah untuk lebih atau bahkan semakin mencintai batik, karena itu salah satu warisan budaya Tanah Air dan Nusantara yang sangat berharga,” tambahnya.

Pentingnya Kebiasaan Sehari-hari

Loemongga berpendapat bahwa pelestarian batik tidak hanya dapat dilakukan melalui peringatan hari-hari tertentu atau pemakaian dalam acara formal. Kecintaan terhadap batik harus diwujudkan dalam kebiasaan sehari-hari, termasuk menjadikannya pilihan busana untuk berbagai aktivitas. Ia menjelaskan bahwa batik menyimpan nilai sejarah, filosofi, dan keterampilan tinggi yang diwariskan secara turun-temurun, sehingga generasi muda memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keberadaannya.

Perkembangan industri tekstil dan desain busana juga telah membawa batik ke dalam berbagai bentuk dan model yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern. Loemongga menambahkan, transformasi ini memberikan peluang bagi generasi muda untuk mengenakan batik tanpa merasa kaku. “Batik itu sekarang juga bisa dipakai kemanapun, nongkrong sama teman juga bisa. Sebab, bahannya pun beragam, ada katun, sutra, yang disesuaikan acara,” jelasnya.

Keberagaman bahan dan desain membuat batik semakin mudah dipadupadankan dengan berbagai gaya berpakaian, sehingga kini batik dapat ditemukan dalam bentuk kemeja kasual, outer, dress modern, rok, hingga aksesori fesyen yang sesuai untuk berbagai kesempatan.

Kreativitas Generasi Muda dalam Pelestarian Batik

Loemongga meyakini bahwa kreativitas anak muda akan menjadi kunci utama dalam menjaga eksistensi batik di masa depan. Generasi muda memiliki pandangan segar dalam mengolah batik menjadi sesuatu yang lebih sesuai dengan tren saat ini. “Menurut saya dengan kontribusi anak zaman sekarang, batik bisa jadi fashionable dan trendy, sehingga wearability-nya akan sangat tinggi dan bisa dilestarikan sepanjang masa,” ungkapnya.

Inovasi yang dilakukan oleh generasi muda diharapkan dapat memperluas pasar batik, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional. Ketika batik berhasil tampil sebagai bagian dari tren fesyen modern, peluang untuk terus digunakan dan diwariskan kepada generasi berikutnya akan semakin besar.

Pesan ini juga merupakan ajakan bagi anak muda untuk tidak ragu mengeksplorasi batik dalam kehidupan sehari-hari. Dengan sentuhan kreativitas dan kebanggaan terhadap budaya sendiri, batik diyakini akan terus hidup sebagai identitas Indonesia yang relevan sepanjang masa.

Artikel Terkait