News

Ferry Juliantono dan Hamdan Zoelva Memimpin Syarikat Islam, Fokus pada Dakwah Ekonomi

Ferry Juliantono dan Hamdan Zoelva terpilih sebagai pemimpin baru Syarikat Islam, dengan penekanan pada pengembangan dakwah ekonomi. Keduanya berkomitmen untuk meningkatkan peran organisasi dalam mema...

S
Setya Tama
20 October 2026 55 pembaca
Sucipto
Sucipto

Ferry Juliantono dan Hamdan Zoelva baru saja terpilih sebagai pemimpin Syarikat Islam, sebuah organisasi yang memiliki sejarah panjang dalam gerakan sosial dan ekonomi di Indonesia. Pemilihan ini berlangsung dalam sebuah acara yang dihadiri oleh berbagai tokoh dan anggota organisasi di Jakarta.

Dalam kepemimpinan mereka, fokus utama akan diarahkan pada dakwah ekonomi. Ferry Juliantono menyatakan bahwa Syarikat Islam perlu lebih aktif dalam menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat, terutama di tengah tantangan yang dihadapi saat ini. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara anggota untuk mencapai tujuan bersama dalam meningkatkan kesejahteraan.

Komitmen untuk Kesejahteraan

Hamdan Zoelva juga menambahkan bahwa Syarikat Islam harus berperan sebagai motor penggerak dalam pengembangan ekonomi umat. Ia berharap, dengan adanya program-program yang jelas dan terarah, organisasi ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang ekonomi.

Keduanya sepakat bahwa untuk mencapai visi tersebut, diperlukan sinergi antara berbagai elemen di dalam Syarikat Islam. Mereka berkomitmen untuk mengajak semua anggota untuk berpartisipasi aktif dalam setiap program yang akan diluncurkan.

Langkah Awal Menuju Perubahan

Dalam waktu dekat, mereka berencana untuk meluncurkan beberapa inisiatif yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pelatihan dan akses ke sumber daya ekonomi. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Syarikat Islam dapat menjadi lebih relevan dan mampu menjawab kebutuhan umat di era modern.

Dengan kepemimpinan yang baru ini, Syarikat Islam berharap dapat memperkuat perannya sebagai organisasi yang tidak hanya berfokus pada aspek spiritual, tetapi juga pada aspek ekonomi yang berkelanjutan.

Artikel Terkait