Erling Haaland, penyerang Manchester City, kini tampil dengan gaya rambut yang berbeda menjelang dimulainya musim Liga Inggris 2026/2027. Ia memutuskan untuk memangkas rambut pirang panjang yang selama ini menjadi ciri khasnya dan beralih ke potongan buzz cut yang lebih pendek. Perubahan ini diungkapkan Haaland melalui akun media sosialnya pada hari Minggu, 23 Agustus 2026, bertepatan dengan pertandingan pembuka Manchester City di Premier League.
Haaland juga mendokumentasikan proses pemotongan rambutnya dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya. Gaya rambut panjang yang biasa ia kenakan, lengkap dengan ikat rambut, telah menjadi bagian dari penampilannya selama beberapa tahun terakhir, terutama saat ia memperkuat Manchester City dan tim nasional Norwegia. Kini, dengan potongan baru yang sangat pendek, ia membagikan momen tersebut di Instagram dengan caption, “Musim baru, potongan baru.” Ia juga menambahkan foto setelah rambutnya dipangkas dengan keterangan, “Rambut pendek, tidak masalah.”
Alasan di Balik Perubahan Gaya Rambut
Menurut laporan dari ESPN, keputusan Haaland untuk memotong rambutnya merupakan bagian dari persiapan menyambut musim baru. Ia sebelumnya telah mempertimbangkan untuk mengubah gaya rambutnya setelah Piala Dunia 2026, namun belum sempat melakukannya karena kesibukan. Dalam video yang menunjukkan proses pemotongan, Haaland menjelaskan alasan di balik pilihannya dan mengingat kembali nasihat Zlatan Ibrahimovic yang pernah memperingatkannya untuk tidak memotong rambut. “Zlatan mengatakan kepada saya, jangan pernah memotong rambut karena kekuatanmu ada di rambutmu. Saya agak gugup. Saya ingin potongan buzz cut, seperti saya baru saja berada di militer,” ungkap Haaland.
Tren Potongan Buzz Cut
Potongan buzz cut bukan hanya sekadar gaya rambut pendek. Model ini semakin populer karena menawarkan tampilan yang rapi, ringan, dan mudah dirawat. Menurut Professional Beauty India, gaya ini sangat cocok untuk cuaca panas karena membuat kepala terasa lebih sejuk dan tidak memerlukan banyak penataan. Jim Shaw, seorang penata rambut pria dan Direktur TONI&GUY Billericay, menjelaskan bahwa buzz cut yang dulunya identik dengan gaya militer kini telah berevolusi menjadi potongan yang lebih modern dan fleksibel. “Buzz cut yang dulu hanya dikaitkan dengan gaya militer kini telah berkembang menjadi tampilan modern dan serbaguna yang dipilih selebritas, atlet, dan pria sehari-hari,” kata Shaw.
Salah satu daya tarik dari buzz cut adalah kemudahan perawatannya. Rambut pendek tidak memerlukan banyak produk penata rambut atau alat styling. Setelah dicuci dan dikeringkan, rambut sudah terlihat rapi. Model ini juga sangat cocok untuk berbagai aktivitas seperti berolahraga, berlibur, atau menghadiri festival, karena rambut tidak mudah mengembang akibat kelembapan dan tidak gampang berantakan oleh angin. Bagi mereka yang ingin mengubah penampilan secara drastis, buzz cut bisa menjadi pilihan yang tepat untuk memulai gaya baru.
Buzz cut juga dapat disesuaikan dengan gaya pribadi. Potongan ini tidak selalu berarti rambut dipotong dengan panjang yang sama di seluruh kepala. Variasi seperti low fade, mid fade, dan high fade dapat memberikan tampilan yang lebih modern. Bagian atas rambut bisa dibuat sedikit lebih panjang untuk menciptakan kontras dengan sisi-sisinya. Shaw menambahkan, variasi ini memungkinkan buzz cut disesuaikan dengan bentuk wajah, jenis rambut, dan gaya personal, sehingga pilihan modelnya bisa lebih tegas dengan nuansa militer atau lebih lembut untuk tampilan sehari-hari.
Perubahan gaya rambut Haaland menunjukkan bahwa potongan sederhana dapat memberikan kesan yang benar-benar berbeda. Dari gaya rambut panjang yang khas, ia kini memasuki musim baru dengan tampilan yang lebih ringkas dan praktis.