JAKARTA - Inovasi dalam teknologi estetika kini menawarkan beragam prosedur non-bedah yang dapat membantu mengencangkan dan mengangkat kulit secara bertahap dengan waktu pemulihan yang relatif singkat. Dr. Irfana Efendi, CEO dan Pendiri Dermalift Clinic, menyatakan bahwa saat ini terdapat beberapa prosedur non-bedah yang telah menjadi standar dalam perawatan pengencangan dan pengangkatan kulit. Ia menambahkan bahwa perawatan ini sebaiknya dilakukan sebagai langkah pencegahan sebelum tanda-tanda penuaan mulai terlihat jelas.
“Buat face lifting dan tightening tapi non-surgical, kami punya beberapa rekomendasi treatment yang FDA approved dan sudah gold standard. Disarankan treatment ini dimulai sejak usia 25 tahun,” jelasnya saat acara Grand Opening Dermalift di Jakarta Selatan.
Prosedur Pertama: Thermage FLX
Thermage FLX merupakan salah satu metode yang populer untuk mengencangkan kulit tanpa perlu melakukan operasi. Perawatan ini memanfaatkan teknologi radiofrekuensi monopolar yang menghasilkan energi panas untuk merangsang produksi kolagen di dalam kulit. “Thermage FLX adalah radiofrekuensi monopolar. Energinya itu energi RF atau energi panas yang diubah akan menjadi kolagen. Ini gold standard untuk non-surgical skin tightening treatment,” ungkap dr. Irfana.
Ia menjelaskan bahwa energi dari treatment ini menyasar lapisan dermis, sehingga dapat meningkatkan kekencangan kulit secara bertahap. Hasil dari perawatan ini biasanya mulai terlihat sekitar satu bulan setelah tindakan dilakukan.
Prosedur Kedua: Ultherapy Prime
Ultherapy Prime adalah pilihan lain yang menggunakan teknologi ultrasound untuk mengangkat jaringan wajah tanpa bedah. “Ini teknik terbaru yang sudah menjadi gold standard untuk non-surgical treatment untuk skin lifting. Treatment ini menyasar SMAS yang akan terbentuk kolagen,” katanya. SMAS adalah lapisan jaringan yang juga menjadi target dalam prosedur facelift. Berbeda dengan Thermage FLX, hasil dari Ultherapy Prime berkembang secara bertahap dan umumnya mencapai hasil optimal dalam waktu dua hingga tiga bulan.
Prosedur Ketiga: Morpheus8
Morpheus8 menggabungkan teknologi radiofrekuensi dengan microneedling, sehingga tidak hanya membantu mengencangkan kulit, tetapi juga memperbaiki kualitasnya. “Morpheus8 ini radiofrekuensi microneedling yang tujuannya untuk meningkatkan skin quality, skin tightening, dan lifting,” jelas dr. Irfana. Hasil dari treatment ini biasanya mulai terlihat dalam waktu sekitar dua minggu. Berbeda dengan prosedur lainnya, Morpheus8 merupakan satu-satunya treatment dalam daftar ini yang memerlukan masa pemulihan, meskipun hanya berlangsung maksimal empat hari.
Prosedur Keempat: InMode Lift
InMode Lift lebih ditujukan sebagai perawatan lanjutan untuk mempertahankan hasil pengencangan kulit yang telah dicapai sebelumnya. “InMode Lift ini fokusnya untuk membunuh lemak, memberi instant lifting dan tightening. Treatment ini hasilnya langsung terlihat setelah treatment dan fokusnya untuk maintenance perawatan sebelumnya,” ujar dr. Irfana. Karena memberikan efek lifting dan tightening secara instan, treatment ini sering dipilih sebagai prosedur pemeliharaan setelah menjalani tindakan lain.
Prosedur Kelima: Lifting HIFU
Selain Ultherapy Prime, teknologi High-Intensity Focused Ultrasound (HIFU) juga dapat digunakan untuk menjaga kekencangan kulit. “Lifting HIFU itu juga sama buat maintenance treatment lifting dan tightening, seperti Ultherapy dan Thermage FLX. Biasanya bisa dilakukan per 3 bulan dan hasilnya akan terlihat 1 bulan setelah treatment,” kata dr. Irfana. Menurutnya, Lifting HIFU lebih sering digunakan sebagai treatment berkala agar hasil pengencangan kulit tetap terjaga dalam jangka panjang.
Prosedur Keenam: IndiBa
Rekomendasi terakhir adalah IndiBa, yang juga menggunakan teknologi radiofrekuensi monopolar. Namun, dr. Irfana menilai mekanisme kerja IndiBa berbeda dibandingkan teknologi radiofrekuensi lainnya. “Biasanya kalau RF lainnya tidak ada fungsi yang sampai aktivasi sel, khusus untuk IndiBa ini dia RF monopolar. Tapi cara kerjanya berbeda karena mengaktifkan sel, sehingga sirkulasi darahnya bagus, sistem limfatik bagus,” ungkapnya. Dengan kemampuan mengaktifkan sel, IndiBa tidak hanya berfokus pada pengencangan kulit, tetapi juga membantu memperbaiki sirkulasi darah dan sistem limfatik, sehingga kondisi kulit diharapkan menjadi lebih sehat dan mendukung proses regenerasi secara alami.