Ukuran kuman yang tidak terlihat oleh mata telanjang membuat banyak orang tidak menyadari banyaknya kuman yang menempel pada benda-benda yang mereka sentuh setiap hari. Tangan merupakan salah satu media yang paling mudah untuk mentransfer bakteri, virus, dan mikroorganisme lainnya ke dalam tubuh. Berikut ini adalah enam benda yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, yang sebaiknya diikuti dengan kebiasaan mencuci tangan setelah disentuh.
1. Uang Tunai
Meskipun transaksi digital semakin populer, uang tunai tetap menjadi alat pembayaran yang banyak digunakan. Umur edar uang yang panjang dan sering berpindah tangan tanpa proses sterilisasi menjadikannya salah satu benda yang paling mudah terkontaminasi.
2. Menu Restoran
Ketika makan di restoran, banyak orang yang lebih memperhatikan kebersihan makanan, tetapi seringkali melupakan menu restoran yang mereka pegang sebelum makan. Penelitian dari University of Arizona menunjukkan bahwa menu restoran dapat mengandung sekitar 185.000 organisme bakteri karena terus berpindah dari satu pelanggan ke pelanggan lainnya sepanjang hari. Meskipun banyak restoran kini menggunakan menu digital yang dapat diakses melalui ponsel, mencuci tangan sebelum makan tetap penting untuk mengurangi risiko perpindahan kuman.
3. Layar Sentuh di Tempat Umum
Di era digital, layar sentuh digunakan di berbagai lokasi, seperti mesin pembayaran dan mesin registrasi. Sayangnya, layar sentuh juga merupakan tempat berkumpulnya kuman. Menurut dermatolog dr. Katy Burris, layar kios di bandara dan area transportasi umum termasuk yang paling rentan karena sering disentuh oleh banyak orang dalam waktu singkat. Ponsel juga dapat menjadi sumber kuman, terutama jika sering dipinjamkan kepada orang lain. “Sekadar mencuci tangan dengan sabun dan air akan mengurangi penularan patogen ini,” jelas dr. Katy.
4. Benda-benda di Bandara
Bandara merupakan tempat dengan lalu lintas manusia yang sangat tinggi. Dengan banyaknya orang yang berlalu-lalang, hampir semua permukaan umum di bandara berpotensi menjadi tempat berkumpulnya kuman. Bahkan, baki plastik yang digunakan untuk menyimpan barang saat pemeriksaan keamanan juga perlu diwaspadai, karena sering digunakan oleh banyak orang untuk menaruh sepatu, koper, dan barang pribadi mereka. Penelitian yang dipublikasikan di BMC Infectious Diseases menunjukkan adanya kontaminasi pada baki pemeriksaan keamanan bandara.
5. Spons Dapur dan Talenan
Dapur identik dengan kebersihan, namun area ini bisa menjadi tempat berkembang biaknya banyak bakteri, terutama jika bersentuhan dengan bahan makanan mentah. Sebuah penelitian menemukan bahwa spons dapur bekas pakai dapat mengandung 326 spesies bakteri berbeda. Spons yang lembap dan sering terkena sisa makanan membuat bakteri lebih mudah berkembang biak. Selain spons, talenan yang digunakan untuk memotong bahan mentah juga perlu diperhatikan. dr. Katy menyarankan untuk selalu mencuci tangan setelah memegang daging mentah sebelum menyiapkan makanan lain agar bakteri tidak menyebar ke bahan makanan yang berbeda.
6. Pulpen dan Benda di Rumah Sakit
Rumah sakit, terutama ruang praktik dokter, identik dengan kebersihan. Namun, banyaknya pasien yang datang dan pergi setiap hari membuat benda-benda di dalamnya rentan terhadap kuman. Menurut Reader’s Digest, pulpen yang sering digunakan oleh pasien atau keluarga untuk mengisi daftar hadir merupakan salah satu benda paling kotor di rumah sakit. Setelah mengetahui enam benda yang perlu diperhatikan ini, penting untuk rutin mencuci tangan setelah bersentuhan dengan berbagai benda yang sering disentuh orang lain.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga merekomendasikan penggunaan hand sanitizer berbasis alkohol jika mencuci tangan dengan air dan sabun sulit dilakukan.