Musik sering kali menjadi teman dalam berbagai momen kehidupan, baik saat bahagia, sedih, maupun ketika menghadapi tekanan. Selain sebagai hiburan, musik juga berperan penting dalam membantu individu mengenali dan mengelola emosinya. Psikolog klinis dewasa dari Universitas Padjadjaran, Larasati Margaretha Soetrisno, M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa musik dapat membantu seseorang dalam memahami perasaannya, mengekspresikan emosi, dan menjaga kesehatan mental.
Larasati menyatakan bahwa salah satu fungsi psikologis musik adalah membantu individu memahami kondisi emosional mereka. Ia merujuk pada penelitian dari Chemnitz University of Technology di Jerman yang menunjukkan bahwa orang mendengarkan musik tidak hanya untuk bersenang-senang, tetapi juga untuk mengatur suasana hati, memahami diri sendiri, dan merasakan keterhubungan dengan orang lain. “Tidak semua orang bisa mengenali dan menjelaskan emosinya, sehingga ketika mendengar lagu tertentu, lirik, nada, atau instrumennya dapat merepresentasikan apa yang sedang dirasakan. Musik membantu seseorang menemukan bentuk dari perasaan yang sebelumnya sulit dijelaskan,” ungkap Larasati.
Mengenali dan Memahami Emosi Melalui Musik
Kemampuan untuk mengenali emosi merupakan aspek penting dalam menjaga kesehatan mental. Musik dapat menjadi alat untuk membantu seseorang memahami perasaan yang mereka alami. Lirik, melodi, dan instrumen tertentu terkadang terasa akrab dengan pengalaman pribadi, sehingga memudahkan individu dalam memahami kondisi emosionalnya. Ketika seseorang kesulitan untuk mengungkapkan apa yang dirasakan, lagu tertentu dapat memberikan representasi atas perasaan tersebut. Dengan demikian, musik dapat berfungsi sebagai pintu masuk untuk mengenali emosi yang sebelumnya sulit dipahami.
Ekspresi Emosi Melalui Musik
Larasati mengutip sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Psychology of Music yang menunjukkan bahwa aktivitas bermusik, seperti mendengarkan, memainkan, dan menciptakan musik, memiliki manfaat dalam membantu regulasi emosi. Mendengarkan lagu dapat membuat seseorang merasa terwakili oleh lirik atau melodi yang mencerminkan perasaannya. Selain itu, bernyanyi, memainkan alat musik, atau menulis lagu dapat menjadi cara untuk menyalurkan emosi dan melepaskan stres. Musik juga dapat menciptakan koneksi emosional karena sebuah lagu memungkinkan seseorang merasakan pengalaman yang mungkin dialami oleh orang lain. “Manusia memiliki kebutuhan untuk didengarkan dan dipahami. Dalam hal ini, musik dapat memberikan perasaan bahwa seseorang tidak sendirian dalam menghadapi pengalaman emosionalnya,” jelas Larasati.
Musik Sebagai Sarana Menghadapi Stres
Musik juga dapat berfungsi sebagai salah satu bentuk coping, yaitu usaha untuk menghadapi tekanan atau situasi yang sulit. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang memilih untuk mendengarkan lagu favorit ketika merasa lelah, menghadapi masalah, atau perlu waktu untuk menenangkan diri. Musik dapat memberikan rasa nyaman dan menyediakan ruang sejenak untuk menghadapi emosi yang muncul. Namun, Larasati mengingatkan bahwa manfaat musik sebagai strategi coping memiliki batas. Musik dapat membantu seseorang bertahan saat menghadapi tekanan, tetapi tidak selalu menyelesaikan masalah yang menjadi sumber stres. “Musik dapat menjadi bagian dari coping, tetapi sifatnya sementara. Musik bisa membantu kita bertahan pada saat itu, tetapi masalah yang mendasarinya belum tentu selesai. Jika memang membutuhkan bantuan profesional, tetap penting untuk mencarinya,” tambahnya.
Mengetahui Kapan Harus Mencari Bantuan Profesional
Peran musik dalam kesehatan mental juga dapat membantu individu mengenali kondisi emosional mereka. Ketika seseorang mulai menyadari perasaan yang dialami, mereka dapat lebih memahami apakah tekanan tersebut masih bisa dikelola sendiri atau memerlukan bantuan lebih lanjut. Larasati menjelaskan bahwa ada empat tanda yang dapat diperhatikan untuk mengenali kondisi kesehatan mental yang membutuhkan perhatian, yang dikenal sebagai 4D: distress, deviance, dysfunction, dan danger. Distress mengacu pada tekanan emosional yang berat dan berkepanjangan, deviance berkaitan dengan pikiran atau perilaku yang berbeda dari norma, dysfunction menunjukkan kondisi ketika masalah mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, dan danger berkaitan dengan munculnya pikiran atau perilaku yang berbahaya bagi diri sendiri atau orang lain. Jika kondisi tersebut mulai memengaruhi kehidupan sehari-hari, berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga kesehatan mental dapat membantu seseorang mendapatkan dukungan yang tepat.
Musik dapat menjadi cara untuk mengenali dan mengekspresikan emosi. Namun, ketika tekanan yang dialami terasa berat, berkepanjangan, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, mencari bantuan profesional tetap merupakan langkah yang penting.