News

DPR Minta TNI-Polri Perkuat Mitigasi Usai KKB Kembali Bunuh Warga di Papua

S
Setya Tama
17 September 2026 58 pembaca
Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (24/8/2026).
Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (24/8/2026).

JAKARTA – Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal meminta TNI-Polri meningkatkan langkah mitigasi untuk mencegah terulangnya aksi kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menewaskan warga sipil di Papua.

Pernyataan itu disampaikan Cucun setelah kembali terjadi pembunuhan terhadap warga di Papua. Menurutnya, TNI dan Polri memiliki peran dalam menangani persoalan keamanan di wilayah tersebut.

"Oh jelas, ini kan sudah Polri dan TNI yang yang menangani di kawasan apalagi seperti Papua ini ya," ujar Cucun, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Cucun menilai upaya antisipasi perlu dilakukan secara serius agar kejadian serupa tidak terus berulang dan menimbulkan korban dari kalangan warga sipil.


DPR Dorong Mitigasi untuk Cegah Kejadian Berulang


Cucun secara khusus meminta aparat melakukan mitigasi sebagai langkah antisipasi menghadapi kelompok bersenjata di Papua.

Menurut dia, kejadian yang berulang tidak boleh menimbulkan kesan seolah aparat tidak memiliki kemampuan pertahanan dalam menghadapi KKB.

"Kita minta betul-betul melakukan satu mitigasi untuk antisipasi. Jangan sampai ada pengulangan kejadian-kejadian seperti itu, yang seolah-olah kita tidak punya daya defensif untuk pertahanan menghadapi kelompok-kelompok kriminal bersenjata itu," sambung dia.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul kasus yang menimpa seorang sopir lajuran rute Wamena-Nduga, Papua Pegunungan.


Sopir Wamena-Nduga Jadi Korban


Korban diketahui bernama Aris Sanda, warga asal Toraja yang juga dikenal dengan sapaan Bapak Tasya.

Aris tewas setelah ditembak KKB pada Selasa (15/9/2026). Sebelum ditemukan meninggal dunia, ia dilaporkan sempat disandera kelompok bersenjata ketika melintas di salah satu ruas jalan dekat kawasan Danau Habema, Kabupaten Jayawijaya.

Sehari setelah kejadian, Rabu (16/9/2026), Satgas Koops TNI Habema menemukan Aris dalam kondisi meninggal dunia.

Korban ditemukan berada di dalam mobil yang telah dibakar. Penemuan tersebut terjadi setelah sebelumnya Aris dilaporkan dibawa oleh kelompok bersenjata menuju arah kawasan Danau Habema.


Penumpang Diminta Kembali ke Wamena


Peristiwa bermula ketika Aris mengemudikan kendaraan lajuran yang melayani rute Wamena-Nduga. Saat itu, ia membawa sejumlah penumpang dalam perjalanannya.

Ketika kendaraan melintas di salah satu ruas jalan dekat kawasan Danau Habema, perjalanan mereka terhenti setelah berhadapan dengan kelompok bersenjata yang diduga OPM.

Para penumpang yang merupakan warga asli Papua kemudian turun dari kendaraan. Kelompok bersenjata tersebut selanjutnya melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi dan para penumpang.

Usai pemeriksaan dilakukan, para penumpang diperintahkan untuk kembali menuju Wamena. Sementara Aris tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan bersama mereka.


Aris Dibawa Menuju Kawasan Danau Habema


Setelah para penumpang diperintahkan kembali ke Wamena, Aris kemudian disandera oleh kelompok bersenjata.

Ia dibawa menuju arah kawasan Danau Habema. Di lokasi tersebut, Aris diduga ditembak oleh terduga pelaku.

Pada Rabu (16/9/2026), Aris akhirnya ditemukan Satgas Koops TNI Habema dalam kondisi meninggal dunia di dalam kendaraan yang telah terbakar.

Kasus tersebut kemudian menjadi perhatian Cucun. Wakil Ketua DPR itu meminta TNI-Polri memperkuat langkah mitigasi dan antisipasi agar kejadian serupa terhadap warga sipil tidak kembali terulang.


sumber : https://nasional.kompas.com/read/2026/09/17/12161351/kkb-bunuh-warga-lagi-dpr-sentil-tni-polri-jangan-seolah-tak-punya-daya

Artikel Terkait