Setiap orangtua pasti berharap anaknya tumbuh sehat dan terhindar dari berbagai penyakit. Namun, saat musim penyakit tiba, beberapa anak mungkin lebih sering jatuh sakit dibandingkan yang lain. Anak yang jarang sakit tidak hanya bergantung pada keberuntungan, melainkan ada kebiasaan dan lingkungan yang berperan dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh mereka. Apa saja kebiasaan yang biasa dimiliki oleh anak-anak dengan sistem kekebalan tubuh yang baik?
1. Memulai Kehidupan dengan Sehat
Sistem kekebalan tubuh bayi masih dalam tahap perkembangan saat lahir, sehingga mereka lebih rentan terhadap infeksi. Dokter anak Adrea Theodore menjelaskan bahwa ASI mengandung antibodi yang membantu melindungi bayi selama proses perkembangan sistem imunnya. “ASI mengandung antibodi dari ibu yang melindungi anak ketika sistem kekebalan tubuhnya sedang berkembang,” ungkap Theodore. Bagi keluarga yang tidak memberikan ASI, penting untuk memperhatikan asupan makanan yang mendukung kesehatan usus, seperti makanan kaya probiotik, termasuk yoghurt dan kefir.
2. Melakukan Pencegahan Penyakit Secara Konsisten
Anak yang sehat cenderung menerapkan langkah-langkah pencegahan penyakit dengan konsisten. Salah satunya adalah mencuci tangan dengan benar, terutama setelah menggunakan toilet dan sebelum makan. “Memastikan anak mencuci tangan dan memiliki kebersihan kamar mandi yang baik juga dapat membantu mengurangi penyebaran infeksi,” jelas Theodore. Kebiasaan sederhana ini sangat penting karena tangan dapat menjadi media penularan virus dan bakteri.
3. Mendapatkan Vaksinasi yang Dianjurkan
Vaksinasi merupakan salah satu perlindungan penting bagi anak, terutama saat sistem kekebalan tubuh mereka masih berkembang. “Vaksinasi sangat penting terutama bagi bayi dan anak kecil karena sistem kekebalan tubuh mereka belum berkembang sepenuhnya dibandingkan orang dewasa,” kata Cindy Bauer, seorang dokter dari Phoenix Children’s. Tanpa vaksinasi, beberapa infeksi dapat menyebabkan penyakit serius bahkan mengancam jiwa.
4. Mengonsumsi Makanan Bergizi
Asupan nutrisi yang beragam sangat penting untuk memenuhi kebutuhan tubuh anak. Bauer menekankan bahwa anak dengan sistem kekebalan tubuh yang sehat biasanya mengonsumsi berbagai makanan bergizi, termasuk buah dan sayuran. Ahli gizi Laura Iu menyarankan agar orangtua menyediakan buah yang telah dicuci dan dipotong di tempat yang mudah dijangkau anak, sehingga mereka dapat memilih makanan sehat secara mandiri.
5. Mendapatkan Tidur yang Cukup
Tidur bukan hanya waktu untuk beristirahat. Selama tidur, tubuh melepaskan hormon pertumbuhan, membentuk sel baru, dan menghasilkan protein yang membantu melawan infeksi. “Menjaga waktu tidur yang teratur merupakan salah satu cara paling sederhana untuk mendukung sistem kekebalan tubuh anak,” imbau Iu. Orangtua juga disarankan untuk membatasi penggunaan layar, terutama menjelang waktu tidur, agar kualitas istirahat anak tetap terjaga.
6. Tinggal di Lingkungan dengan Udara Sehat
Lingkungan tempat anak tumbuh juga berpengaruh terhadap kesehatan mereka. Bauer menyebutkan bahwa anak dengan sistem kekebalan tubuh yang baik biasanya berada di lingkungan dengan kualitas udara yang baik dan tingkat stres yang rendah. Orangtua bisa memulainya dengan menghindarkan anak dari asap rokok dan mengurangi sumber polusi udara di dalam rumah.
7. Mendapat Paparan Mikroba yang Aman
Lingkungan yang terlalu steril bukanlah satu-satunya cara untuk menjaga kesehatan anak. Bauer menjelaskan bahwa paparan mikroba tertentu secara aman dapat membantu perkembangan sistem kekebalan tubuh. “Beberapa penelitian menunjukkan bahwa paparan terhadap hewan peliharaan seperti kucing atau anjing pada masa awal kehidupan dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dan bahkan membantu mencegah alergi,” jelasnya.
8. Tumbuh dalam Rumah yang Aman dan Mendukung
Stres kronis dapat memengaruhi kesehatan anak. Oleh karena itu, rumah yang aman dan mendukung sangat penting untuk membantu sistem kekebalan tubuh. Theodore menyarankan agar orangtua rutin menanyakan kondisi anak, terutama jika ada masalah di sekolah. “Orangtua sebaiknya mencari cara untuk memeriksa kondisi anak, mengetahui apakah mereka memiliki masalah atau kekhawatiran, dan melihat bagaimana mereka dapat membantu,” tutupnya. Dengan perhatian yang tepat, anak akan memiliki ruang yang lebih aman untuk mengelola tekanan dan menjaga kesehatannya.