Penggunaan tangkapan layar atau screenshot telah menjadi praktik umum bagi banyak orang untuk menyimpan informasi penting, mulai dari materi kuliah, pekerjaan, hingga konten di media sosial. Namun, penelitian terbaru mengungkapkan bahwa kebiasaan ini dapat membuat individu lebih sulit untuk mengingat informasi yang telah disimpan dibandingkan dengan informasi yang hanya dilihat secara langsung.
Dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Memory & Cognition, yang melibatkan 892 mahasiswa sarjana melalui tujuh eksperimen, ditemukan bahwa peserta cenderung mengalami kesulitan dalam mengenali gambar yang mereka ambil melalui screenshot dibandingkan dengan gambar yang hanya mereka lihat. Penelitian ini menunjukkan bahwa screenshot bisa menurunkan daya ingat.
Penjelasan Mengenai Cognitive Offloading
Peneliti menjelaskan bahwa salah satu alasan di balik fenomena ini adalah cognitive offloading, yaitu kecenderungan untuk mengandalkan penyimpanan eksternal guna mengurangi beban mengingat informasi. Dalam kehidupan sehari-hari, individu dapat menyimpan informasi melalui berbagai perangkat seperti ponsel, kalender digital, foto, dan mesin pencari. Kemudahan ini berpotensi membuat seseorang kurang berusaha untuk mengingat informasi yang telah disimpan di perangkat mereka.
Laura Boxley, seorang ahli neuropsikologi klinis dari The Ohio State University, menyatakan bahwa individu mungkin menggunakan lebih sedikit sumber daya kognitif untuk menyimpan informasi dalam ingatan. "Konsekuensinya, kita mungkin mengerahkan lebih sedikit sumber daya kognitif untuk menyimpan informasi dalam ingatan ketika mengetahui bahwa informasi tersebut telah tersimpan di tempat lain,” ujarnya.
Hasil Penelitian dan Implikasinya
Dalam penelitian tersebut, peserta diminta untuk melihat gambar karya seni melalui ponsel. Beberapa gambar hanya dilihat, sementara yang lainnya diambil melalui screenshot. Setelah itu, peserta menjalani tes untuk mengenali gambar yang telah mereka lihat sebelumnya. Hasilnya menunjukkan bahwa peserta tidak hanya lebih sulit mengingat gambar yang diambil melalui screenshot, tetapi juga kesulitan dalam mengenali gambar mana yang telah mereka simpan.
Deanne Westerman, seorang profesor psikologi dan ilmu kognitif di Binghamton University, menambahkan bahwa temuan ini menunjukkan bahwa seseorang mungkin kurang terlibat dalam pengalaman ketika mengambil screenshot. Hal ini menyebabkan mereka dapat memiliki gambar yang tersimpan di ponsel tanpa mengingat dengan baik kapan atau mengapa gambar tersebut disimpan.
Walaupun penelitian ini berfokus pada gambar karya seni, hasilnya belum dapat digeneralisasi untuk semua jenis informasi, seperti materi kuliah atau percakapan. C. Munro Cullum, profesor di UT Southwestern Medical Center, juga menekankan bahwa penurunan kinerja dalam tes eksperimen tidak sama dengan gangguan ingatan secara klinis. "Temuan mereka menunjukkan penurunan kinerja dalam beberapa tugas eksperimen yang menguji ingatan, tetapi hal itu berbeda dengan menunjukkan adanya gangguan ingatan yang sebenarnya," ujarnya.
Walaupun kebiasaan mengambil screenshot berguna untuk menyimpan informasi yang perlu diakses kembali, hal ini tidak boleh dianggap sebagai pengganti proses mengingat dan memahami. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya ingat termasuk merangkum informasi dengan kata-kata sendiri, mencatat poin penting, mendiskusikan informasi, dan menguji pemahaman melalui pertanyaan mandiri. Cara-cara ini dapat mendorong individu untuk lebih aktif dalam mengolah informasi, bukan hanya sekadar menyimpannya.
Laura menekankan bahwa keterlibatan aktif dengan informasi lebih bermanfaat bagi proses belajar dan ingatan dibandingkan sekadar menyimpan informasi secara pasif. "Penelitian tentang pembelajaran dan ingatan secara konsisten menunjukkan bahwa keterlibatan aktif dengan informasi lebih bermanfaat dibandingkan penyimpanan pasif," tuturnya. Oleh karena itu, setelah mengambil screenshot materi kuliah atau informasi penting, penting bagi seseorang untuk meluangkan waktu untuk membaca kembali, memahami isi, dan mencatat inti dari informasi tersebut.