Kesehatan

Dampak Penumpukan Minyak pada Pori-Pori Wajah: Fakta atau Mitos?

Masalah kulit berminyak di negara beriklim tropis sering kali disertai dengan pori-pori yang tampak lebih besar. Apa sebenarnya penyebabnya?

D
Daniel Kristianto
18 September 2026 50 pembaca
Ilustrasi kulit berminyak.()
Ilustrasi kulit berminyak.()

JAKARTA - Di negara dengan iklim tropis yang lembap, masalah kulit wajah berminyak menjadi tantangan yang terus berlanjut bagi banyak orang. Selain produksi minyak yang berlebihan, sering kali muncul keluhan mengenai ukuran pori-pori yang tampak semakin besar dan jelas. Pertanyaannya adalah, mengapa pori-pori dapat terlihat lebih besar ketika wajah berminyak?

Banyak orang beranggapan bahwa minyak yang menumpuk di wajah dapat menarik kulit, sehingga pori-pori terlihat lebih besar. Menurut dr. Stanley Setiawan, seorang dermatologis bersertifikat di Indonesia, hubungan antara penumpukan minyak dan ukuran pori-pori memang memiliki keterkaitan yang kuat dalam sistem metabolisme kulit. Pada peluncuran inovasi terbaru La Roche-Posay, New Effaclar Supramolecular, di Jakarta Selatan, ia menegaskan, “Penumpukan minyak akan menyebabkan pori-pori itu terlihat lebih besar itu adalah satu fakta.”

Mekanisme Penumpukan Minyak di Kulit

Dr. Stanley menjelaskan bahwa kulit memiliki mekanisme yang saling terhubung. Gangguan pada kelenjar minyak tidak dapat dipisahkan dari kondisi kulit secara keseluruhan. “Produksi minyak di kulit ini satu sistem. Kalau ada penumpukan, pori-pori membesar bisa saja terjadi, sebab penumpukan enggak hanya di saluran, tapi sampai ke permukaan,” jelasnya.

Kelenjar sebaceous berfungsi untuk memproduksi sebum guna menjaga kelembapan kulit. Namun, jika produksi sebum berlebihan dan bercampur dengan kotoran atau sel kulit mati, maka perjalanan minyak menuju permukaan kulit akan terhambat. Hal ini menyebabkan perubahan pada struktur fisik pori-pori wajah. “Penumpukan minyak itu terjadi karena udah enggak ada jalan, sehingga dia terakumulasi di permukaan, akhirnya mendorong ke sekitar. Alhasil, tampilan pori-pori itu akan terlihat jauh lebih renggang dan lebih besar,” tambah dr. Stanley.

Pemahaman Holistik terhadap Masalah Kulit

Untuk mengecilkan pori-pori, tidak cukup hanya dengan menggunakan produk pengencang di permukaan kulit. Penanganan yang tepat harus berfokus pada perbaikan sistem pengaturan sebum secara keseluruhan. Dr. Stanley menekankan pentingnya memahami masalah ini secara menyeluruh. “Ternyata problem-nya bukan hanya ukuran yang membesar, tapi semua proses yang terjadi sepanjang sistem itu yang bisa mengakibatkan tampilan pori-pori itu tampak lebih besar,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa masalah ini melibatkan berbagai proses biologis yang tidak normal pada kulit, termasuk akumulasi minyak. Dengan mengetahui bahwa penyebab pori-pori yang membesar berasal dari gangguan dalam produksi dan distribusi minyak, langkah-langkah pencegahan dan perawatan sehari-hari dapat lebih terfokus pada pengendalian kadar sebum secara efektif.

Artikel Terkait