JAKARTA – Minat masyarakat terhadap ulos semakin meningkat, tidak hanya sebagai elemen busana adat, tetapi juga sebagai pelengkap gaya berpakaian modern. Dengan tingginya permintaan, kini terdapat ulos yang dihasilkan secara manual maupun menggunakan mesin. Bagi orang awam, kedua jenis kain ini mungkin terlihat serupa, namun ulos tenunan tangan dan mesin memiliki sejumlah perbedaan yang dapat dikenali dari tekstur, motif, warna, dan ukuran. Linda Panggabean, pemilik Rumah Ulos, membagikan beberapa cara untuk membedakan ulos tenunan tangan dan mesin.
1. Memperhatikan Tekstur Kain
Salah satu cara paling sederhana untuk membedakan ulos tenunan tangan dan mesin adalah dengan melihat tekstur kainnya. Meskipun keduanya menggunakan benang, hasil akhir dari kedua jenis ulos ini memiliki karakter yang berbeda. Menurut Linda, ulos yang diproduksi menggunakan mesin memiliki tenunan yang lebih rapat karena tekanan mesin yang lebih kuat dibandingkan dengan tenaga manusia, sehingga permukaan kain terasa lebih halus saat disentuh. “Ulos buatan mesin itu pukulannya sangat kuat, jika dipegang tekstur kainnya pasti akan jauh lebih halus dibandingkan yang ditenun manual,” ujarnya saat ditemui di pameran Indonesia Fashion Week 2026 di JICC Senayan, Jakarta Pusat.
Sementara itu, ulos tenunan tangan cenderung mempertahankan karakter alami dari pekerjaan pengrajin, sehingga teksturnya tidak sehalus kain yang dihasilkan oleh mesin.
2. Memperhatikan Kesamaan Motif
Motif juga dapat menjadi petunjuk untuk mengenali proses pembuatan ulos. Pada produksi yang menggunakan mesin, motif dapat dibuat dalam jumlah besar dengan bentuk yang identik. Berbeda halnya dengan tenunan manual yang dikerjakan langsung oleh pengrajin, di mana setiap helai kain memiliki karakter tersendiri dan sulit untuk menghasilkan motif yang sama dalam jumlah banyak. Linda menjelaskan bahwa kemiripan motif dalam jumlah besar menjadi salah satu indikasi bahwa kain tersebut dihasilkan oleh mesin. “Motif Ulos yang sama persis dan dalam jumlah yang banyak juga jadi salah satu tanda bahwa ulos tersebut buatan mesin. Sebab, kalau buatan tangan itu paling hanya satu sampai tiga kain yang motifnya bisa sama,” jelasnya.
3. Memperhatikan Warna Kain
Selain tekstur dan motif, warna ulos juga bisa menjadi pembeda. Linda menjelaskan bahwa ulos yang dihasilkan mesin umumnya memiliki warna yang lebih mencolok dibandingkan dengan ulos tenunan tangan. Perbedaan ini terlihat dari tampilan kain yang lebih mengilap atau cerah karena proses produksi yang dilakukan secara massal dengan teknologi mesin. Sebaliknya, ulos tenunan tangan cenderung menunjukkan tampilan warna yang lebih alami, mencerminkan karakter khas hasil karya pengrajin.
4. Membandingkan Ukuran Kain
Ukuran kain juga menjadi pembeda yang cukup mudah dikenali. Linda menjelaskan bahwa pengrajin yang menenun secara manual memiliki batas lebar tertentu karena seluruh proses dilakukan dengan tangan. Oleh karena itu, ulos tenunan tangan biasanya memiliki lebar sekitar 95 hingga 100 sentimeter. Sementara itu, ulos yang diproduksi dengan mesin dapat dibuat dengan ukuran lebih lebar, mencapai sekitar 130 sentimeter. “Dari warna juga sangat terlihat, warnanya jauh lebih kinclong, lebar ukurannya juga beda. Kalau tenunan manual itu ukurannya hanya 95 sampai 100 cm, sedangkan kain tenunan mesin jauh lebih besar 130 cm,” katanya.
Perbedaan ukuran ini berkaitan dengan kapasitas alat produksi yang digunakan. Mesin mampu menghasilkan kain dengan ukuran yang lebih besar secara konsisten, sedangkan tenunan manual mengikuti kemampuan alat tenun tradisional yang dioperasikan oleh pengrajin.
Dengan memahami berbagai perbedaan ini, masyarakat dapat lebih mudah memilih ulos sesuai kebutuhan mereka.