News

Buruh Sampaikan 11 Permintaan kepada Prabowo Sebelum Aksi di Jakarta

Sejumlah perwakilan buruh mengunjungi Kepala Staf Kepresidenan untuk mengajukan 11 tuntutan kepada Presiden Prabowo Subianto sebelum melakukan demonstrasi di Jakarta. Tuntutan tersebut mencakup berbagai isu penting terkait perlindungan dan kesejahteraan buruh.

S
Setya Tama
24 September 2026 64 pembaca
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman dan perwakilan buruh di Istana, Jakarta, Kamis (24/9/2026)
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman dan perwakilan buruh di Istana, Jakarta, Kamis (24/9/2026)

Sejumlah perwakilan dari organisasi buruh mendatangi Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, untuk menyampaikan 11 poin tuntutan kepada Presiden Prabowo Subianto. Penyerahan tuntutan ini dilakukan sebelum mereka melaksanakan aksi demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, pada Kamis, 24 September 2026.

Dudung Abdurachman menyatakan, "Hari ini saya menerima langsung perwakilan dari organisasi buruh, dan langsung juga mendengarkan aspirasi mereka. Kami menghargai para pimpinan-pimpinan serikat buruh yang memilih menyampaikan persoalan melalui dialog dan komunikasi dengan pemerintah." Ia menambahkan bahwa aspirasi yang disampaikan oleh buruh akan diteruskan kepada kementerian terkait dan anggota DPR.

Komitmen Presiden Terhadap Buruh

Dudung menegaskan bahwa Presiden berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan kepada buruh. "Pada prinsipnya, Bapak Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus pada perlindungan dan kesejahteraan buruh. Pada peringatan Hari Buruh 1 Mei 2026, Presiden menegaskan kita akan membela kepentingan buruh. Oleh karena itu, pemerintah selalu membuka ruang dialog dan mendengarkan aspirasi buruh untuk mencari solusi yang terbaik," tuturnya.

Ia juga menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, buruh menyampaikan 11 poin aspirasi yang mencakup Undang-Undang Ketenagakerjaan yang berpihak kepada buruh, kepastian kerja, pencegahan penyalahgunaan outsourcing, kontrak, serta pemagangan. Selain itu, buruh juga meminta upah yang layak, perlindungan bagi pekerja platform, jaminan pesangon, dan kebebasan berserikat.

Rencana Aksi dan Partisipasi Buruh

Ketua Umum Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PP FSP KEP SPSI), R Abdullah, menyatakan bahwa total ada 18 organisasi buruh nasional yang akan berpartisipasi dalam aksi tersebut. "Kami adalah Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia, yang terdiri dari 18 konfederasi serikat pekerja dan 147 federasi yang tergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh, hari ini berkesempatan untuk menyampaikan petisi kepada Presiden Republik Indonesia melalui Bapak Kepala KSP," ujar Abdullah.

Ketua Umum Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Sunarno, menjelaskan rute demonstrasi yang dimulai dari Simpang Semanggi menuju area Bundaran HI. Ia juga menyampaikan bahwa aksi selanjutnya akan dilakukan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta pada 29 September dan 5-7 Oktober 2026. "Nanti kami akan menyampaikan informasi ini kepada kawan-kawan di dekat Bundaran HI. Dan aksi ini akan kita lanjutkan tanggal 29 September di Gedung DPR, juga tanggal 5, 6, 7 Oktober di Gedung DPR juga, karena kami juga mendapatkan informasi bahwa akan ada pengesahan kira-kira di tanggal itu, di awal Oktober," kata Sunarno.

Berikut adalah 11 poin tuntutan buruh kepada Prabowo:


Dengan demikian, aksi ini menjadi penting untuk menyuarakan hak-hak buruh dan mendorong pemerintah untuk memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan mereka.


sumber : https://nasional.kompas.com/read/2026/09/24/12331261/buruh-sampaikan-11-tuntutan-ke-prabowo-sebelum-demo-di-jakarta

Artikel Terkait