Kesehatan

Boss Kidswear Resmi Dibuka di Pacific Place dengan Konsep Mini-Me

Perkembangan fashion anak-anak kini semakin pesat, tidak hanya berfokus pada kenyamanan, tetapi juga pada pembentukan karakter. Bimbi Group meluncurkan Boss Kidswear di Pacific Place, Jakarta, sebagai...

D
Daniel Kristianto
08 August 2026 61 pembaca
Boss Kidswear Resmi Dibuka di Pacific Place dengan Konsep Mini-Me
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

JAKARTA - Dunia fashion anak-anak mengalami evolusi yang signifikan. Pakaian kini tidak hanya dilihat dari segi kenyamanan, tetapi juga berperan penting dalam pembentukan karakter anak. Menyikapi tren ini, Bimbi Group meluncurkan area khusus Boss Kidswear di butik mereka yang terletak di Pacific Place, Jakarta. Lokasi ini dirancang bukan sekadar untuk berbelanja, tetapi juga sebagai ruang bagi keluarga untuk berinteraksi.

Melalui koleksi yang ditawarkan, Boss Kidswear berupaya menghubungkan gaya hidup urban dengan anak-anak, menjadikan pakaian sebagai sarana untuk meningkatkan rasa percaya diri mereka saat berada di luar rumah. "Boss Kidswear memiliki karakter yang sangat lekat dengan kehidupan kota. Sebagai representasi Boss untuk anak-anak, koleksinya membawa gaya urban yang modern, clean, and contemporary," jelas Direktur Bimbi Group, Jessica Wijaya, saat pembukaan pada hari Jumat, 7 Agustus 2026.

Menggali Konsep Fashion Perkotaan Boss Kidswear

Karakteristik busana yang dihadirkan oleh Boss Kidswear dirancang untuk memenuhi preferensi gaya hidup keluarga di kota besar. Konsep visual yang diusung mampu menjembatani penampilan lintas usia, sehingga orangtua dan anak dapat tampil serasi. Tren berpakaian keluarga saat ini banyak dipengaruhi oleh keinginan orangtua untuk mendandani anak-anak mereka dengan gaya yang selaras. Konsep ini dikenal dengan sebutan mini-me, yang diakomodasi melalui desain khas perkotaan dari lini busana anak ini. "Banyak juga Boss Kidswear itu dibawa dari mini-me dewasanya. Kalau orangtua mau anak-anak mau memakai seperti orang tuanya, itu ke Boss Kidswear," ungkap Jessica.

Koleksi terbaru mereka, yang dinamakan "The World is Yours", terinspirasi dari perjalanan ke berbagai kota di dunia, yang dianggap memiliki kesamaan dengan ritme kehidupan di ibu kota. "Terinspirasi dari perjalanan dari New York, Massachusetts, dan Mexico City, melalui koleksi ini anak-anak diajak melihat dunia sebagai ruang penuh peluang untuk bereksplorasi, belajar, dan mengekspresikan diri," tambah Jessica. Kehidupan perkotaan yang dinamis dianggap sangat relevan untuk dihadirkan di Jakarta, yang merupakan kota metropolitan.

Pakaian sebagai Sarana Pemberdayaan Diri

Selain aspek estetika, koleksi pakaian anak ini juga mengandung filosofi yang mendalam mengenai pemberdayaan. Pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa sepotong baju dapat memengaruhi cara anak melihat potensi yang ada dalam diri mereka. "Bagi kami, think like a boss bukan hanyalah sebuah jabatan atau posisi. Ini adalah tentang keberanian anak-anak untuk bermimpi lebih besar, percaya pada diri sendiri, berani mengekspresikan identitas, dan berjalan menuju mimpi," ucap Jessica.

Penampilan yang ditampilkan melalui pakaian diyakini memiliki peran penting dalam membentuk kesan pertama saat anak berinteraksi dengan lingkungan baru. Oleh karena itu, memilihkan busana yang tepat sama artinya dengan membekali anak dengan keberanian untuk tampil di depan umum. "Dan aku merasa fesyen itu adalah gateway di mana adalah lima detik pertama di mana orang itu dibaca. Kita kalau misal masuk meeting room, fesyen itu salah satu yang kita melihat orangnya itu seperti apa," jelas Jessica.

Menumbuhkan rasa percaya diri melalui pilihan pakaian merupakan langkah awal yang bisa dibiasakan sejak masa kanak-kanak. Mereka adalah generasi penerus yang diyakini memiliki potensi besar untuk berkembang, berinovasi, dan memberikan dampak positif pada lingkungan sekitar. "Melalui 'Boss in the City' kita percaya bahwa semua anak itu mempunyai potensi untuk menjadi future boss," tutup Jessica.

Keberanian dalam berekspresi lewat pakaian menjadi cara sederhana bagi anak untuk menunjukkan kepribadian dan jati diri mereka. Sikap percaya diri ini diharapkan dapat terus tertanam hingga mereka dewasa. "Kita harus menanamkan bahwa waktu mereka memasuki ruangan, be confident and express who they are. Itu sih nilai-nilai yang paling penting," pungkas Jessica.

Artikel Terkait