News

BMKG Gunakan Dry Ice untuk Mengatasi Kabut Asap, Jarak Pandang Dilaporkan Membaik

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerapkan penggunaan dry ice untuk mengatasi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dengan klaim bahwa jarak pandang mulai membai...

S
Setya Tama
22 October 2026 58 pembaca
Binti Mufarida
Binti Mufarida

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengambil langkah dengan menggunakan dry ice untuk mengurangi dampak kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Upaya ini dilakukan di beberapa lokasi yang terdampak, dan hasilnya menunjukkan bahwa jarak pandang mulai mengalami perbaikan.

Penerapan Dry Ice di Beberapa Wilayah

Penggunaan dry ice sebagai metode untuk mengatasi kabut asap dilakukan di wilayah-wilayah yang mengalami kondisi udara yang buruk akibat asap. BMKG melaporkan bahwa penerapan teknik ini bertujuan untuk mempercepat proses pengendapan partikel asap di udara, sehingga kualitas udara dapat membaik.

Perbaikan Jarak Pandang

Dalam laporan terbaru, BMKG menyebutkan bahwa setelah penerapan dry ice, jarak pandang di sejumlah lokasi mengalami peningkatan. Masyarakat diharapkan dapat merasakan perbaikan ini, yang diharapkan dapat membantu aktivitas sehari-hari mereka yang terganggu oleh kabut asap.

BMKG terus memantau situasi dan berupaya untuk memberikan informasi terkini mengenai kondisi cuaca dan kualitas udara, agar masyarakat dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga kesehatan mereka.

Artikel Terkait