Kesehatan

Bingung Puting pada Bayi Dapat Menyebabkan Mastitis pada Ibu

Bingung puting adalah masalah umum yang dialami bayi, dan kondisi ini ternyata dapat berpengaruh negatif terhadap kesehatan payudara ibu, termasuk meningkatkan risiko mastitis.

A
Ahmad Fauzan
04 August 2026 59 pembaca
Bingung Puting pada Bayi Dapat Menyebabkan Mastitis pada Ibu
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Bingung puting, yang juga dikenal sebagai nipple confusion, sering kali menjadi masalah yang dihadapi oleh banyak bayi. Namun, banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan payudara ibu, salah satunya adalah meningkatkan kemungkinan terjadinya mastitis. Hal ini diungkapkan oleh dr. Anastasia Lilian S., CBS, IBCLC dari RS Pondok Indah dalam sebuah sesi edukasi yang diadakan pada Selasa, 4 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan World Breastfeeding Week 2026.

Menurut dr. Anastasia, bingung puting terjadi ketika bayi tidak lagi mau menyusui langsung dari payudara ibunya. "Bingung puting atau nipple confusion itu adalah kondisi yang terjadi dia enggak bisa, enggak mau lagi direct breastfeeding atau menyusui langsung ke payudara mamanya," jelasnya.

Penyebab Utama: Pengenalan Dot Dini

Dr. Anastasia menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama bingung puting adalah pengenalan dot pada usia yang terlalu awal. "Biasanya yang paling sering itu karena dia sudah terbiasa dengan media ASI perah yang lain. Penyebabnya adalah penggunaan dot dini. Dini itu di bawah 3 bulan. Di bawah 3 bulan, bayi sudah lebih sering pakai dot," ungkapnya.

Ia juga menjelaskan perbedaan antara menyusui langsung dan menggunakan dot, yang dapat mempengaruhi preferensi bayi. "Kalau pakai dot kan dia biasanya netes sendiri, jadi alirannya tuh lebih kencang. Sedangkan kalau nyusu, dia harus pakai seluruh otot mulutnya untuk menyedot langsung supaya ASI-nya baru proses makin lama makin deras," tambahnya. Perbedaan usaha yang diperlukan dalam kedua metode ini membuat bayi, terutama yang berusia di bawah 3 bulan, lebih memilih dot karena dianggap lebih mudah.

Risiko Mastitis Akibat Bingung Puting

Ketika bayi mulai lebih sering menolak untuk menyusui langsung, proses pengosongan payudara menjadi terganggu, yang dapat menyebabkan penumpukan ASI. "Kalau misalnya ibunya tetap direct breastfeeding, kan jadinya pengosongan dia udah enggak nyedot seperti sebelumnya. Sedotannya mulai berkurang. Nah, karena sedotannya mulai berkurang, ASI yang terkumpul di payudara jadi ada sisanya lebih banyak dibanding yang sebelumnya dia nyedotnya lebih bagus," jelas dr. Anastasia.

Akibat penumpukan ASI yang tidak optimal, risiko mastitis pun meningkat. "Karena ASI yang terkumpul itu, makanya jadi lebih gampang mastitis. Jadi statis, ASI yang statis, ASI yang terkumpul karena pengosongan yang enggak sempurna lagi, jadi lebih gampang mastitis," tegasnya.

Untuk menghindari bingung puting dan memastikan proses menyusui berjalan dengan baik, dr. Anastasia menekankan pentingnya posisi dan pelekatan yang tepat sejak awal, sebelum bayi terpapar dot. "Yang paling penting adalah posisi dan pelekatan yang benar. Karena biasanya karena pelekatan yang kurang dalam itu terjadi lecet pada putingnya yang bisa meningkatkan risiko mastitis," jelasnya.

Ia juga menyarankan agar ibu berkonsultasi dengan konselor laktasi sejak masa kehamilan untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan dalam menyusui, termasuk mencegah ketergantungan pada dot. "Boleh tuh langkah pertama awalnya adalah konsultasi prenatal laktasi pada saat kehamilan. Biasanya di atas 36 minggu itu kita konsultasi prenatal di poli laktasi," pungkasnya.

Artikel Terkait