Kesehatan

Batas Usia Makeup Setelah Dibuka: Apa yang Perlu Diketahui?

Meskipun belum melewati tanggal kedaluwarsa, makeup memiliki batas usia tertentu setelah dibuka. Penting untuk memahami cara mengetahui masa pakai makeup dan risiko yang mungkin timbul jika digunakan...

A
Ahmad Fauzan
05 August 2026 83 pembaca
Batas Usia Makeup Setelah Dibuka: Apa yang Perlu Diketahui?
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Apakah Anda masih ingat kapan terakhir kali membuka kemasan makeup yang ada di meja rias? Meskipun produk tersebut belum mencapai tanggal kedaluwarsa yang tertera, makeup sebenarnya memiliki batas usia yang berbeda setelah dikeluarkan dari kemasan. Bagaimana cara mengetahui batas aman usia makeup setelah dibuka dan apa risiko yang mungkin terjadi jika menggunakan produk yang telah melewati batas tersebut? Berikut adalah penjelasannya.

Cara Mengetahui Batas Usia Makeup Setelah Dibuka

Banyak orang hanya fokus pada tanggal kedaluwarsa yang tertera pada kemasan makeup. Namun, menurut dermatolog dr. Shilpi Khetarpal, MD, terdapat penanda lain yang juga sangat penting, yaitu masa pakai setelah produk dibuka. Tanda ini biasanya berupa ikon berbentuk wadah terbuka dengan tulisan seperti 6M, 12M, atau 24M yang dapat ditemukan di bagian belakang atau bawah kemasan. Angka tersebut menunjukkan berapa lama produk masih aman digunakan setelah pertama kali dibuka.

Contohnya, jika tertera 24M, berarti produk sebaiknya digunakan maksimal dua tahun setelah dibuka. Sementara tulisan 6M menunjukkan masa pakai sekitar enam bulan setelah pertama kali digunakan.

Tanda-Tanda Makeup Harus Diganti

Tidak semua produk kosmetik mencantumkan simbol masa pakai tersebut. Oleh karena itu, perubahan pada kondisi makeup dapat menjadi indikator bahwa produk sudah tidak layak digunakan. Salah satu tanda yang paling mudah dikenali adalah perubahan aroma. Jika makeup mulai mengeluarkan bau asam, tengik, atau aroma kimia yang berbeda dari biasanya, sebaiknya produk tersebut segera diganti.

Perubahan tekstur juga perlu diperhatikan. Misalnya, foundation yang mulai terpisah, bedak yang menggumpal, atau eyeliner yang mengering dapat menandakan bahwa kualitas produk sudah menurun. Selain itu, warna makeup juga bisa berubah akibat proses oksidasi. Foundation yang awalnya sesuai dengan warna kulit bisa berubah menjadi lebih gelap atau kekuningan, dan performa produk juga dapat menurun, seperti maskara yang mulai mudah rontok atau blush yang sulit dibaurkan.

Reaksi pada kulit juga tidak boleh diabaikan. Jika Anda mulai mengalami jerawat, infeksi, atau reaksi alergi yang lebih sering, bisa jadi penyebabnya adalah penggunaan makeup yang sudah kedaluwarsa.

Masa Simpan Rata-Rata Makeup

Secara umum, produk makeup berbentuk cair memiliki masa simpan yang lebih pendek dibandingkan dengan produk berbentuk padat karena lebih mudah menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur. Menurut rekomendasi dari Cleveland Clinic, produk seperti blush krim, concealer cair, foundation cair, lipstik, lip gloss, lip balm, maskara, serta produk makeup yang mengandung SPF biasanya hanya bertahan sekitar enam bulan setelah dibuka. Sementara itu, produk berbentuk bedak seperti blush, foundation, concealer, dan eye shadow, serta eyeliner pensil, dapat digunakan sekitar satu hingga dua tahun jika disimpan dengan baik.

Dr. Shilpi juga menekankan bahwa beberapa produk harus segera diganti setelah pemiliknya mengalami infeksi tertentu. Misalnya, jika Anda mengalami herpes di bibir, sebaiknya hentikan penggunaan produk tersebut dan gunakan yang baru. Hal yang sama juga berlaku untuk maskara dan produk mata lainnya jika Anda mengalami infeksi seperti konjungtivitis.

Risiko Menggunakan Makeup yang Melewati Batas Usia

Semakin lama digunakan, produk makeup berisiko terkontaminasi oleh bakteri dan jamur, terutama jika sering terpapar udara, panas, atau kelembapan tinggi. Dr. Shilpi menjelaskan bahwa kontaminasi juga dapat terjadi saat pengguna menyentuh wajah dan kemudian kembali mengambil produk menggunakan jari. "Ketika Anda menyentuh makeup, kemudian menyentuh kulit, lalu kembali menyentuh makeup, Anda memindahkan bakteri ke dalam produk," ungkapnya.

Bakteri juga dapat menumpuk pada kuas atau spons makeup. Oleh karena itu, disarankan untuk membersihkan alat makeup setidaknya seminggu sekali menggunakan sampo dan mengeringkannya sepenuhnya sebelum digunakan kembali. Jika tetap digunakan, makeup yang telah melewati masa pakainya dapat meningkatkan risiko jerawat, iritasi kulit, dermatitis kontak, infeksi bakteri atau jamur, hingga infeksi pada mata. Oleh karena itu, selain memperhatikan tanggal kedaluwarsa, penting juga untuk memeriksa perubahan pada aroma, warna, tekstur, dan performa produk sebelum menggunakannya kembali.

Artikel Terkait