Kesehatan

Batas Aman Menggunakan Earphone Sehari-hari untuk Kesehatan Pendengaran

Penggunaan earphone dalam aktivitas sehari-hari, seperti mendengarkan musik dan mengikuti kelas daring, perlu diperhatikan agar tidak membahayakan kesehatan pendengaran. Memahami batas volume dan dura...

A
Angelica Putri Wijaya
31 October 2026 2 pembaca
Dokter menyarankan aturan 60?60 saat memakai earphone: volume maksimal 60 persen dan durasi 60 menit agar kesehatan pendengaran tetap terjaga.(FREEPIK)
Dokter menyarankan aturan 60?60 saat memakai earphone: volume maksimal 60 persen dan durasi 60 menit agar kesehatan pendengaran tetap terjaga.(FREEPIK)

Mendengarkan musik, mengikuti kelas online, atau menonton video di tempat umum sering kali melibatkan penggunaan earphone atau headphone. Kebiasaan ini dapat menjadi aman jika volume yang digunakan tidak terlalu tinggi dan durasi pemakaiannya juga terbatas. Jika tidak, risiko gangguan pendengaran bisa meningkat secara perlahan tanpa disadari. Menurut Cleveland Clinic, paparan suara keras dalam jangka waktu lama dapat merusak sel-sel sensorik di telinga bagian dalam yang berfungsi mengubah gelombang suara menjadi sinyal listrik yang diteruskan ke otak.

Gejala Gangguan Pendengaran

Kerusakan akibat paparan suara yang berulang dapat bersifat permanen. Beberapa gejala yang menunjukkan adanya gangguan pendengaran akibat kebisingan meliputi telinga berdenging (tinnitus), kesulitan mendengar suara bernada tinggi seperti kicauan burung, dan suara yang terdengar teredam.

Volume dan Durasi yang Disarankan

Risiko gangguan pendengaran tidak hanya ditentukan oleh seberapa keras suara, tetapi juga berapa lama telinga terpapar. Disarankan agar volume perangkat audio dijaga pada kisaran 50-60 persen dari kapasitas maksimal. Pada tingkat ini, seseorang dapat mendengarkan musik dengan aman hampir sepanjang hari. Namun, jika volume dinaikkan hingga sekitar 80 persen, waktu mendengarkan sebaiknya dibatasi. Durasi sekitar 90 menit disarankan pada tingkat volume tersebut. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan 80 desibel sebagai tingkat kebisingan yang dapat ditoleransi selama delapan jam di lingkungan kerja. Semakin tinggi intensitas suara, semakin singkat waktu paparan yang dapat ditoleransi. Perangkat audio yang diatur pada volume maksimal dapat menghasilkan suara hingga 110 desibel, yang dapat merusak pendengaran hanya dalam waktu lima menit.

Tips Memeriksa Volume yang Aman

Ruff memberikan tes sederhana untuk memeriksa apakah volume terlalu keras. “Jika Anda berjalan melewati seseorang dan dapat mendengar suara dari headphone yang digunakannya, berarti volumenya terlalu keras,” ujarnya. Memilih earphone yang baik juga penting untuk menjaga kesehatan pendengaran. Earphone yang tidak terpasang dengan baik dapat memungkinkan suara dari lingkungan sekitar masuk, sehingga pengguna cenderung menaikkan volume untuk mengatasi kebisingan, meningkatkan risiko cedera pada telinga bagian dalam.

Beberapa fitur yang dapat dipertimbangkan termasuk peredam bising (noise cancelling) yang membantu mengurangi suara lingkungan, meskipun sebaiknya digunakan di tempat yang aman agar pengguna tetap dapat mendengar suara peringatan seperti klakson kendaraan. Pembatas volume (sound limiter) juga dapat membantu menjaga tingkat suara agar tidak melebihi batas yang berisiko bagi pendengaran. Kualitas perangkat audio juga berpengaruh; perangkat berkualitas baik biasanya menghasilkan suara yang lebih jernih, sehingga pengguna tidak perlu menaikkan volume untuk mendapatkan kualitas suara yang diinginkan.

Ruff mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan pendengaran sepanjang hidup. “Anda hanya memiliki sepasang telinga seumur hidup dan itu tidak bisa diganti,” tegasnya. Oleh karena itu, membiasakan diri untuk mendengarkan musik dengan volume yang lebih rendah merupakan langkah sederhana yang dapat diambil untuk menjaga kesehatan pendengaran.

Artikel Terkait