Erupsi yang terjadi di Anak Gunung Krakatau baru-baru ini tidak hanya berdampak pada kesehatan pernapasan, tetapi juga mengancam kesehatan penglihatan secara signifikan. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi individu yang mengalami masalah refraksi mata dan bergantung pada alat bantu penglihatan, terutama lensa kontak, di mana kondisi lingkungan yang dipenuhi abu vulkanik menimbulkan risiko yang lebih besar dibandingkan dengan pengguna kacamata.
Risiko Paparan Abu Vulkanik
Partikel abu vulkanik yang berukuran mikroskopis dapat menyebabkan infeksi kornea yang serius. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat berujung pada kehilangan penglihatan permanen. Pengguna lensa kontak harus lebih waspada karena abu tersebut dapat terjebak di antara lensa dan permukaan mata, meningkatkan risiko kerusakan.
“Saat menggunakan lensa kontak, abu vulkanik bisa saja menempel di permukaannya sehingga dapat terjebak di bagian dalam lensa kontak yang bersinggungan dengan permukaan mata,” jelas dr. Sesaria Rizky Kumalasari, Sp. M dari RS Pondok Indah – Pondok Indah. Partikel-partikel ini, meskipun kecil, dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan.
Komplikasi yang Mungkin Terjadi
Gesekan antara partikel tajam dan permukaan mata dapat merusak lapisan epitel kornea. “Goresan dan gesekan di permukaan kornea menimbulkan luka terbuka yang berukuran mikroskopis sehingga permukaan kornea berisiko mengalami infeksi bakteri,” tambah dr. Sesaria. Luka-luka ini dapat menjadi pintu masuk bagi berbagai patogen, dan situasi ini diperburuk oleh sifat lensa kontak yang dapat menyerap zat berbahaya.
“Senyawa kimiawinya dapat terperangkap dan menimbulkan reaksi peradangan lanjutan yang lebih berat,” ucap dr. Sesaria. Luka yang terkontaminasi bakteri dapat berkembang menjadi infeksi serius, seperti ulkus kornea, yang bisa menyebabkan kekeruhan pada kornea dan berujung pada kebutaan.
Langkah Mitigasi yang Dapat Dilakukan
Mengetahui potensi ancaman terhadap kesehatan mata, pengguna lensa kontak disarankan untuk segera melepas lensa jika merasakan ketidaknyamanan. “Jadi kalau pasien dengan lensa kontak itu buka dulu lensa kontaknya, lalu cairkan cairan salin atau air mengalir,” saran dr. Rini Sulastiwaty Situmorang, SpM(K), MM dari Mayapada Eye Center. Membersihkan area sekitar mata dengan cairan steril juga sangat dianjurkan untuk mencegah kotoran masuk saat melepas lensa.
Setelah melepas lensa, penting untuk membuang lensa yang telah terkontaminasi. “Jadi kalau lensa kontaknya terus jadi rusak akibat si debu abu vulkanik tadi, ya itu harus dibuang, enggak boleh dipakai lagi,” tegas dr. Rini. Menghentikan penggunaan lensa kontak di luar ruangan dan beralih ke kacamata biasa adalah langkah terbaik untuk melindungi mata selama periode erupsi.