Anne Hathaway mengungkapkan bahwa seiring bertambahnya usia, ia semakin menyadari pentingnya kesehatan dasar panggul. Di usia 43 tahun, aktris ini merasa banyak informasi mengenai kesehatan perempuan yang tidak tersedia saat ia masih muda. Setelah memperdalam pengetahuan tentang kesehatan tubuh, Hathaway merasakan perubahan positif dalam kualitas hidupnya.
“Saya telah belajar banyak sepanjang hidup saya dan ada begitu banyak informasi yang tidak tersedia bagi saya ketika masih muda,” kata Hathaway. Ia menambahkan bahwa dengan bertambahnya usia dan pengetahuannya, hidupnya menjadi lebih baik, energinya meningkat, dan kekuatannya juga bertambah.
Rencana untuk Membantu Perempuan Memahami Kesehatan Panggul
Hathaway juga menyatakan keinginannya untuk mewawancarai para ahli dan menyusun panduan yang dapat membantu perempuan lebih memahami kesehatan dasar panggul. Kesehatan area ini sangat penting karena berfungsi untuk menopang organ panggul, mengontrol fungsi kandung kemih dan usus, serta berperan dalam stabilitas tubuh dan fungsi seksual.
Dokter spesialis kebidanan dan kandungan, Anna Cabeca, menjelaskan bahwa dasar panggul terdiri dari otot dan jaringan ikat yang membentang dari tulang kemaluan hingga tulang ekor. “Dasar panggul seperti selempang atau tempat tidur gantung yang terdiri dari otot dan jaringan ikat. Bagian ini membentang dari tulang kemaluan di bagian depan hingga tulang ekor di belakang, serta dari satu tulang duduk ke tulang duduk lainnya,” jelas Cabeca. Ia menambahkan bahwa dasar panggul berfungsi untuk menopang kandung kemih, rahim, vagina, dan usus.
Tiga Kebiasaan untuk Mendukung Kesehatan Panggul
Selain memahami fungsinya, ada beberapa kebiasaan sehari-hari yang perlu diperhatikan untuk mendukung kesehatan dasar panggul. Berikut adalah tiga kebiasaan yang disarankan:
1. **Hindari Kebiasaan Pipis “Jaga-jaga”**: Terapis okupasi khusus dasar panggul, Tessa Ladd, menyarankan agar tidak buang air kecil hanya karena merasa perlu “jaga-jaga”, seperti sebelum bepergian. “Jangan pergi ke kamar mandi berulang kali atau hanya karena kebiasaan. Sebaliknya, tingkatkan kesadaran tentang kapan kandung kemih benar-benar penuh,” ungkap Ladd. Ia juga menekankan pentingnya membiarkan otot dasar panggul rileks saat buang air kecil.
2. **Latih Pernapasan Diafragma**: Ladd menjelaskan bahwa pernapasan berkaitan erat dengan gerakan dasar panggul. “Diafragma yang berbentuk kubah merupakan bagian atas inti tubuh, sedangkan dasar panggul yang berbentuk seperti mangkuk merupakan bagian bawah inti tubuh. Karena itu, keduanya memiliki hubungan ritmis dengan setiap tarikan dan embusan napas,” jelasnya. Kepala medis dan salah satu pendiri Pelvic Rehabilitation Medicine, Allyson Augusta Shrikhande, menyarankan latihan pernapasan ini dilakukan selama lima hingga 10 menit atau saat merasa tegang.
3. **Hindari Mengejan Saat BAB**: Kebiasaan terakhir yang perlu diperhatikan adalah saat buang air besar. Shrikhande mengingatkan bahwa mengejan terus-menerus saat di toilet dapat memberikan tekanan pada area panggul. “Mengejan terus menerus saat berada di toilet sangat membebani panggul. Kondisi ini memberikan tekanan fisik yang kuat pada otot dasar panggul dan dapat menyebabkan peradangan pada saraf yang melewati area tersebut,” ujarnya. Untuk mengurangi kebiasaan ini, ia menyarankan agar kebutuhan cairan dan serat tetap tercukupi dan menggunakan pijakan kaki saat di toilet.
Dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan ini, diharapkan kesehatan dasar panggul dapat terjaga dengan baik, memberikan dampak positif bagi kualitas hidup perempuan.