Kebutuhan untuk menemukan motivasi dalam berolahraga secara teratur sering kali lebih rumit daripada yang dibayangkan. Banyaknya tips yang beredar di media sosial kadang justru membuat bingung. Namun, membangun dan mempertahankan semangat berolahraga tidak sekompleks yang terlihat. “Ini semua tentang menemukan 'alasan besar' untuk menjadi lebih bugar dan lebih sehat dalam jangka panjang," ungkap Sharon Gam, seorang ahli fisiologi olahraga dan pelatih bersertifikat.
Menemukan "Alasan Besar"
Pikirkan tentang gaya hidup yang ingin dijalani dalam waktu belasan atau puluhan tahun mendatang. Tanyakan pada diri sendiri bagaimana kebiasaan sehat saat ini dapat membantu mewujudkan impian tersebut. Apakah itu keinginan untuk mendaki gunung bersama pasangan, membangun rumah impian, atau sekadar bermain dengan cucu, konsistensi dalam berolahraga akan membantu membangun kekuatan dan kapasitas jantung yang diperlukan.
"Olahraga teratur memiliki sejumlah manfaat kesehatan, termasuk pemeliharaan berat badan, tekanan darah yang lebih rendah, manajemen stres, peningkatan kesehatan kardiovaskular, dan suasana hati yang lebih baik," jelas Katherine Williams, seorang praktisi kesehatan integratif.
Studi yang mengamati peserta selama lebih dari dua dekade menunjukkan bahwa pola makan sehat, olahraga rutin, dan menjaga berat badan dapat berhubungan dengan risiko lebih rendah terhadap penyakit kronis saat menua.
Menyusun Target dengan Metode "SMART"
Setelah memiliki visi jangka panjang, langkah selanjutnya adalah merumuskan tujuan jangka pendek. Gam menekankan pentingnya menetapkan tujuan yang ingin dicapai tepat waktu. Tujuan tersebut bisa berkisar dari penurunan berat badan, peningkatan kekuatan, hingga frekuensi kunjungan ke pusat kebugaran. Rebecca Capps, seorang psikoterapis berlisensi dan pelatih pola pikir, merekomendasikan pendekatan yang lebih terstruktur dengan menulis tujuan SMART.
Konsep SMART mengharuskan target pribadi memenuhi lima kriteria: Spesifik (Specific), Terukur (Measured), Dapat dicapai (Achievable), Relevan (Relevant), dan Terikat Waktu (Time-bound). "Tujuan harus didefinisikan dengan baik, dapat diukur, realistis, relevan dengan niat utama, dan memiliki tenggat waktu yang jelas," jelas Capps.
Olahraga yang Menyenangkan
Orang yang rutin berolahraga biasanya telah menemukan jenis latihan yang mereka nikmati. Konsistensi tidak selalu berasal dari motivasi yang tinggi. "Dibutuhkan kemauan dan energi mental yang luar biasa untuk memaksa diri melakukan sesuatu yang kamu benci," kata Gam. Memaksakan diri untuk berolahraga tanpa menikmati prosesnya hanya akan membuat kelelahan dan kemungkinan menyerah lebih besar.
Oleh karena itu, penting untuk bereksperimen dengan berbagai aktivitas fisik hingga menemukan yang sesuai. Cobalah kelas percobaan di pusat kebugaran, mengikuti video latihan di internet, atau bergabung dengan teman untuk berolahraga bersama. Setelah menemukan rutinitas yang menyenangkan, kamu dapat menambahkan latihan kekuatan, mobilitas, atau kardio secara bertahap. "Meskipun mungkin tidak semua bagian dari olahraga yang kamu lakukan menyenangkan, jika kamu bisa menemukan satu atau dua hal yang kamu nikmati, kemungkinan besar kamu akan terus melakukannya," tutup Gam.