Kesehatan

Tanda Pasangan yang Pernah Selingkuh Mungkin Tidak Akan Mengulanginya

Mereka yang pernah diselingkuhi sering kali merasa cemas dalam hubungan baru. Namun, ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa pasangan yang pernah berselingkuh mungkin telah belajar dari kesalahan merek...

L
Luthfi Zaki Maulana
08 October 2026 50 pembaca
Ilustrasi pasangan. (Freepik/tirachardz)
Ilustrasi pasangan. (Freepik/tirachardz)

Kekhawatiran akan pengulangan perselingkuhan sering menghantui orang yang pernah mengalami hal tersebut. Banyak yang percaya bahwa jika seseorang pernah berselingkuh, kemungkinan besar mereka akan melakukannya lagi. Namun, menurut psikolog klinis Kayla Knopp, PhD, pandangan ini tidak selalu akurat. Penelitian yang dilakukan Knopp di University of Denver menunjukkan bahwa tidak semua individu yang pernah berselingkuh akan mengulangi perilaku yang sama dalam hubungan berikutnya. Meskipun demikian, terdapat beberapa tanda yang dapat mengindikasikan apakah seseorang benar-benar telah belajar dari kesalahan tersebut.

1. Keterbukaan Mengenai Masa Lalu

Pasangan yang bersedia berbagi tentang pengalaman masa lalunya tanpa paksaan menunjukkan sikap positif. Knopp menjelaskan bahwa meskipun tidak ada kewajiban untuk mengungkapkan seluruh riwayat hubungan, jika seseorang secara sukarela berbagi kesalahan yang pernah dilakukan, itu bisa menjadi pertanda bahwa mereka ingin membangun hubungan yang jujur. “Ketika seseorang secara sukarela menceritakan kesalahannya, mereka jauh lebih mungkin menjadi pasangan yang dapat dipercaya di masa depan,” ujarnya.

2. Memahami Alasan Perselingkuhan

Walaupun tidak ada alasan yang bisa membenarkan tindakan perselingkuhan, kemampuan untuk memahami penyebabnya menunjukkan tingkat introspeksi yang baik. Knopp menekankan bahwa pasangan yang telah belajar dari kesalahan seharusnya dapat mengakui kekurangan dan bertanggung jawab atas pilihan yang diambil. Jika seseorang justru menyalahkan faktor eksternal atau tidak mengerti mengapa mereka berselingkuh, hal itu bisa menjadi tanda bahaya.

3. Tidak Bersikap Defensif

K'Hara McKinney, seorang terapis pasangan, menyoroti pentingnya respons pasangan terhadap perasaan kecewa yang mungkin dirasakan oleh orang yang diselingkuhi. Pasangan yang benar-benar menyesal seharusnya dapat memahami jika pasangannya masih merasa curiga atau kecewa. “Perhatikan cara pasangan membicarakan perselingkuhannya. Apakah ia menunjukkan penyesalan atau justru bersikap acuh dan menyalahkan orang lain?” imbau McKinney.

4. Riwayat Perselingkuhan yang Terbatas

Jika perselingkuhan hanya terjadi sekali, hal ini bisa menjadi indikasi yang berbeda dibandingkan dengan perilaku yang berulang. Knopp menyatakan bahwa individu dengan pola perselingkuhan yang lebih panjang cenderung lebih mungkin untuk mengulanginya, kecuali jika mereka telah melakukan perubahan signifikan dalam diri mereka. Perselingkuhan yang berulang sering kali berkaitan dengan masalah yang lebih dalam, seperti kebutuhan akan validasi dari orang lain atau ketakutan terhadap komitmen.

5. Tindakan Nyata untuk Memperbaiki Kesalahan

Janji untuk tidak mengulangi kesalahan mungkin terdengar meyakinkan, tetapi tindakan nyata lebih penting. Menurut McKinney dan Knopp, mengikuti terapi bisa menjadi salah satu tanda positif karena menunjukkan upaya untuk memahami akar masalah. Selain itu, meminta maaf kepada mantan pasangan dan membangun komunikasi terbuka dengan pasangan saat ini juga merupakan langkah penting. Meskipun tidak ada jaminan bahwa seseorang tidak akan berselingkuh lagi, komitmen untuk berubah dapat mengubah dinamika hubungan.

Riwayat perselingkuhan memang dapat menimbulkan kekhawatiran, namun hubungan tidak selalu ditakdirkan untuk mengulangi kesalahan yang sama jika pasangan menunjukkan keseriusan untuk berubah.

Artikel Terkait