Banyak orang belum menyadari bahwa setiap jenis vitamin memiliki waktu yang ideal untuk dikonsumsi. Meskipun terasa lebih praktis untuk menelan semua suplemen saat bersantai di malam hari, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa kebiasaan ini tidak selalu bermanfaat. Sebaliknya, jadwal yang salah dalam mengonsumsi vitamin dapat mengganggu kualitas tidur, seperti yang dilaporkan oleh Good Housekeeping.
Beberapa suplemen memang dirancang untuk membantu tidur, namun ada juga yang dapat membuat tubuh tetap terjaga. Selain itu, beberapa vitamin tergolong larut dalam lemak, sehingga penyerapan maksimalnya hanya terjadi jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan, bukan saat perut kosong menjelang tidur.
Suplemen yang Sebaiknya Dihindari Malam Hari
Untuk menjaga kualitas tidur yang baik, ada beberapa suplemen yang sebaiknya dihindari pada malam hari. Salah satunya adalah vitamin B12, yang dapat meningkatkan energi. Kalsium juga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi menjelang tidur, karena dapat mengganggu jam biologis tubuh dengan menghambat penyerapan magnesium, yang penting untuk relaksasi dan tidur.
Walaupun kalsium penting, kekurangan mineral ini juga dapat memengaruhi kualitas tidur. Disarankan untuk memenuhi kebutuhan kalsium harian sekitar 1.000 miligram melalui makanan seperti susu.
Selain itu, mengonsumsi multivitamin sebelum tidur juga sebaiknya dihindari. Banyak produk multivitamin mengandung campuran kalsium dan vitamin B yang dapat mengganggu tidur. Multivitamin sebaiknya dikonsumsi bersamaan dengan makanan utama untuk penyerapan yang lebih baik.
Suplemen yang Baik untuk Kualitas Tidur
Di sisi lain, ada beberapa suplemen yang dapat membantu meningkatkan kualitas tidur jika dikonsumsi menjelang malam. Salah satu yang paling direkomendasikan adalah magnesium. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi magnesium treonat dua jam sebelum tidur dapat meningkatkan kualitas tidur dan suasana hati, serta meningkatkan energi keesokan harinya.
“Magnesium adalah suplemen malam yang populer karena memiliki peran penting dalam mengatur neurotransmiter yang berhubungan dengan tidur dan relaksasi,” kata seorang ahli gizi. Dosis yang disarankan adalah antara 200 hingga 400 miligram setelah makan malam, karena aman untuk lambung kebanyakan orang.
Selain magnesium, asupan vitamin C yang cukup juga dapat membantu mencegah gangguan tidur. Jika mengalami kesulitan tidur yang parah, mungkin Anda kekurangan zat besi, dan memenuhi kebutuhan zat besi melalui suplemen dapat membantu mengembalikan pola tidur yang sehat. Terakhir, asam lemak omega-3 juga dapat berkontribusi, karena penelitian menunjukkan bahwa omega-3 dapat memperpanjang durasi tidur yang berkualitas dengan mengatur pelepasan hormon serotonin yang mengontrol siklus tidur.