Kesehatan

Sifat yang Dicari dalam Pasangan: Lebih dari Sekadar Penampilan Fisik

Penelitian menunjukkan bahwa dalam mencari pasangan, ketertarikan yang tulus untuk saling mengenal lebih penting daripada sekadar penampilan fisik. Sifat ini berkontribusi besar terhadap kepuasan dala...

M
Mikayla Rahmadani
21 September 2026 65 pembaca
Ilustrasi Pacaran. (freepik.com)
Ilustrasi Pacaran. (freepik.com)

Ketika seseorang mencari pasangan, sering kali penampilan fisik menjadi fokus utama. Namun, ketertarikan dalam hubungan romantis ternyata tidak hanya berkaitan dengan wajah atau bentuk tubuh. Salah satu sifat nonfisik yang sangat diinginkan adalah ketertarikan yang tulus untuk saling mengenal. Ini berarti bahwa seseorang tidak hanya ingin memiliki pasangan, tetapi juga berupaya memahami siapa diri pasangannya, termasuk perasaan, harapan, impian, dan pengalaman hidupnya.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Juliana Schroeder dan Ayelet Fishbach, yang berjudul Feeling Known Predicts Relationship Satisfaction dan diterbitkan dalam Journal of Experimental Social Psychology pada tahun 2024, terdapat hubungan signifikan antara perasaan dikenal oleh pasangan dan kepuasan dalam hubungan. Penelitian ini membedakan antara merasa dikenal oleh pasangan dan merasa mengenal pasangan. Keduanya merupakan pengalaman yang berbeda, tetapi keduanya dapat mempengaruhi kepuasan dalam hubungan.

Perasaan Dikenal dan Kepuasan Hubungan

Dalam studi yang melibatkan pasangan romantis, teman, dan anggota keluarga, ditemukan bahwa merasa dikenal oleh pasangan adalah prediktor yang lebih kuat terhadap kepuasan hubungan dibandingkan sekadar merasa mengenal pasangan. Dengan kata lain, mengetahui banyak hal tentang pasangan tidak menjamin kepuasan dalam hubungan jika seseorang tidak merasa dipahami. Perasaan bahwa pasangan benar-benar mengenali diri kita dapat membuat hubungan menjadi lebih suportif.

Keinginan untuk Dikenal dan Mengenal

Menariknya, penelitian ini juga mengamati bagaimana orang menggambarkan diri mereka saat mencari pasangan melalui profil kencan. Banyak orang menunjukkan keinginan untuk dikenal oleh calon pasangan, ingin menemukan seseorang yang memahami diri mereka. Namun, ketika orang lain membaca profil tersebut, mereka lebih tertarik kepada calon pasangan yang menunjukkan keinginan untuk mengenal mereka. Temuan ini menunjukkan perbedaan antara apa yang kita inginkan dari pasangan dan apa yang membuat kita menarik bagi calon pasangan.

Ketertarikan yang tulus sulit untuk dipalsukan. Perhatian yang diberikan pasangan tidak hanya berupa banyak bertanya atau mengingat informasi kecil tentang kita. Ketertarikan yang autentik terlihat dari keinginan untuk memahami pasangan secara menyeluruh. Misalnya, mendengarkan saat pasangan bercerita, menunjukkan minat pada hal-hal yang dianggap penting oleh pasangan, serta berusaha memahami perasaan dan sudut pandangnya. Ketertarikan yang autentik dapat berperan dalam membangun kepercayaan dalam hubungan.

Penelitian Schroeder dan Fishbach juga menjelaskan mengapa perasaan dikenal dapat berhubungan dengan kepuasan dalam hubungan. Ketika seseorang merasa pasangannya benar-benar mengenal dirinya, ia dapat merasakan dukungan yang lebih baik dalam hubungan. Kualitas hubungan tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak seseorang mengetahui pasangannya, tetapi juga oleh sejauh mana ia merasa dilihat, dipahami, dan diterima. Oleh karena itu, mencari pasangan tidak selalu tentang menemukan seseorang dengan karakteristik tertentu yang menarik, tetapi juga tentang menemukan seseorang yang memiliki keinginan tulus untuk mengenal kita, dan sebaliknya.

Artikel Terkait