Kesehatan

Rahasia Kebahagiaan Masyarakat Finlandia yang Patut Dicontoh

Finlandia kembali meraih predikat sebagai negara paling bahagia di dunia, berkat kebiasaan sehari-hari masyarakatnya yang berkontribusi pada kepuasan hidup. Berbagai kebiasaan ini dapat diterapkan dal...

B
Bayu Triatma
06 July 2026 56 pembaca
Rahasia Kebahagiaan Masyarakat Finlandia yang Patut Dicontoh
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Finlandia kembali dinyatakan sebagai negara paling bahagia di dunia menurut laporan World Happiness Report. Pencapaian ini tidak hanya didukung oleh sistem sosial yang solid, tetapi juga oleh kebiasaan sehari-hari masyarakat yang berperan penting dalam membentuk kepuasan hidup mereka. Sejumlah pakar kesehatan mental dan psikologi dari Finlandia mengungkapkan bahwa ada beberapa kebiasaan yang membuat penduduk negara Nordik ini memiliki tingkat kepuasan hidup yang tinggi, dan menariknya, beberapa di antaranya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kejujuran dalam Ekspresi Perasaan

Salah satu kebiasaan yang menonjol adalah kejujuran dalam mengekspresikan emosi. Meri Larivaara, Direktur Urusan Strategis di MIELI Mental Health Finland, menyatakan bahwa masyarakat Finlandia tidak merasa perlu untuk selalu menjawab "baik-baik saja" ketika ditanya tentang keadaan mereka. "Di Finlandia, ada toleransi yang lebih besar untuk mengatakan, 'Saya sedang tidak baik-baik saja' atau 'Saya tidak sedang merasa baik'," ujar Larivaara. Keterbukaan terhadap emosi ini membantu individu untuk tidak menyimpan perasaan mereka. Penelitian menunjukkan bahwa menekan emosi dapat mengurangi kedekatan sosial dan bahkan berhubungan dengan peningkatan risiko kematian dini.

Keseimbangan Antara Pekerjaan dan Kehidupan Pribadi

Meskipun Finlandia dikenal dengan musim dingin yang panjang, masyarakatnya tetap merasa puas dengan hidup mereka berkat kebiasaan sederhana yang didukung oleh para ahli kesehatan mental. Selain kejujuran dalam perasaan, masyarakat Finlandia juga menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Larivaara menekankan bahwa jam kerja yang wajar memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk beristirahat, merawat diri, dan melakukan aktivitas di luar pekerjaan. Mirka Hintsanen, seorang profesor psikologi di University of Oulu, menambahkan bahwa waktu luang memungkinkan masyarakat untuk menikmati berbagai kegiatan yang mereka sukai. Juho Saari, Dekan Fakultas Ilmu Sosial di Tampere University, menyebutkan bahwa sebagian besar masyarakat Finlandia tidak menghabiskan waktu lama dalam perjalanan menuju tempat kerja, sehingga mereka memiliki lebih banyak waktu luang setiap harinya.

Kedekatan dengan Alam

Hubungan yang kuat dengan alam juga menjadi faktor penting dalam kebahagiaan masyarakat Finlandia. Saari menjelaskan bahwa Finlandia memiliki aturan Everyman's Right, yang memungkinkan masyarakat untuk menikmati hampir semua kawasan hutan, danau, dan pesisir secara bebas dengan tetap menghormati lingkungan. Dengan aturan ini, masyarakat dapat berkemah, memetik buah beri, mencari jamur, berenang, mendaki, berkuda, dan bermain ski tanpa biaya di area publik tertentu. Hintsanen menambahkan bahwa hampir di seluruh wilayah Finlandia, masyarakat memiliki akses ke alam, baik di kota besar maupun daerah kecil. "Ada alam di mana-mana," ujarnya. Penelitian menunjukkan bahwa berada di alam dapat membantu mengurangi stres, sehingga memudahkan seseorang untuk merasa bahagia.

Budaya Belajar yang Positif

Budaya belajar juga menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Finlandia. Larivaara menyatakan bahwa mempelajari keterampilan baru memberikan manfaat bagi kesehatan mental. Hal ini tidak harus berkaitan dengan pekerjaan, tetapi bisa juga berupa mencoba resep baru atau mengikuti kelas hobi. Saari menambahkan bahwa Finlandia memiliki banyak komunitas yang menawarkan berbagai kegiatan, mulai dari yoga hingga kelas membuat keramik, dengan biaya yang relatif terjangkau. Belajar keterampilan baru untuk kesenangan pribadi telah menjadi bagian dari budaya masyarakat di negara ini.

Membangun Hubungan Sosial yang Kuat

Saari juga menyebutkan bahwa tingkat kepercayaan antar masyarakat di Finlandia tergolong tinggi. Masyarakat membangun jaringan sosial yang kuat, sehingga hubungan antarmanusia menjadi salah satu penopang kepuasan hidup. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa mengurangi rasa kesepian merupakan faktor penting untuk meningkatkan kepuasan hidup. Oleh karena itu, meluangkan waktu bersama keluarga dan teman dekat dianggap penting untuk menjaga hubungan sosial yang sehat.

Konsep Kebahagiaan yang Berbeda

Larivaara menjelaskan bahwa konsep kebahagiaan di Finlandia berbeda dari anggapan umum yang sering identik dengan perasaan gembira yang sangat intens. "Konsep kami lebih seperti perasaan puas yang terus-menerus terhadap kehidupan dan apa yang dimiliki," ujarnya. Kebahagiaan di Finlandia lebih berupa rasa tenang dan puas dalam menjalani kehidupan sehari-hari, dibandingkan terus-menerus mengejar pengalaman yang luar biasa. Hintsanen mengingatkan bahwa kebahagiaan bukan sepenuhnya tanggung jawab individu, karena kondisi lingkungan, situasi hidup, dan berbagai keputusan sosial juga memengaruhi tingkat kepuasan hidup seseorang. "Kita tidak bisa menjadikan kebahagiaan hanya sebagai tanggung jawab individu. Penting untuk diingat bahwa ada banyak faktor lain di luar diri seseorang," kata Hintsanen.

Artikel Terkait