News

Pertamina Genjot Produksi Migas untuk Perkuat Pasokan Energi Nasional

S
Setya Tama
18 September 2026 45 pembaca
Pekerja Pertamina di sebuah situs kilang minyak.(DOK. Humas Pertamina)
Pekerja Pertamina di sebuah situs kilang minyak.(DOK. Humas Pertamina)

JAKARTA – Pertamina terus mendorong peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi. Langkah tersebut juga diarahkan untuk mendukung target pemerintah mencapai produksi minyak sebesar 1 juta barel per hari.

Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza mengatakan, kebutuhan terhadap migas masih cukup besar dan memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan energi nasional. Kondisi itu tetap berlangsung di tengah proses transisi menuju penggunaan energi yang lebih rendah karbon.

Karena itu, Pertamina menjadikan peningkatan produksi dari lapangan yang sudah beroperasi serta pengembangan sumber daya baru sebagai salah satu prioritas.

“Kami menyadari betul bahwa kebutuhan migas masih sangat besar dan menjadi fondasi utama bagi ketahanan energi negara,” ujar Oki dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (18/9/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Oki dalam Simposium Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) ke-18 di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (15/9/2026).


Pertamina Maksimalkan Potensi Produksi Migas


Oki menegaskan Pertamina akan memaksimalkan potensi, kemampuan, dan sumber daya yang dimiliki untuk mengejar sasaran produksi migas.

“Ini agar sasaran produksi dapat tercapai dan terus tumbuh secara berkelanjutan demi menjamin pasokan energi yang andal bagi seluruh masyarakat,” terang Oki.

Sejumlah strategi dijalankan untuk meningkatkan produksi. Di antaranya melalui pengeboran pengembangan, pemeliharaan dan optimalisasi sumur, serta peningkatan produktivitas lapangan yang telah beroperasi.

Pertamina juga menerapkan teknologi enhanced oil recovery (EOR) sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan produksi.


Sumber Daya Baru Terus Dikembangkan


Selain mengoptimalkan lapangan eksisting, Pertamina terus melakukan eksplorasi dan pengembangan sumber daya baru.

Pengembangan tersebut menyasar cadangan konvensional maupun nonkonvensional untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi dalam jangka panjang.

Sejumlah wilayah kerja strategis turut menjadi bagian dari langkah tersebut. Pengelolaannya dilakukan secara bertahap, mulai dari Offshore North West Java (ONWJ) sejak 2009, West Pangkah Offshore (WPO) pada 2011, Banyu Urip pada 2016, Mahakam pada 2018, hingga Blok Rokan pada 2021.


Blok Rokan Jadi Salah Satu Fokus Utama


Saat ini, salah satu perhatian utama Pertamina adalah memaksimalkan potensi yang masih tersedia di Blok Rokan.

Wilayah kerja tersebut memiliki sejarah panjang dalam produksi migas dan secara historis telah menghasilkan sekitar 11 miliar barel minyak.

Menurut Oki, potensi Blok Rokan masih cukup besar untuk dikembangkan. Berbagai langkah pun dilakukan guna meningkatkan produktivitas wilayah kerja tersebut.

Upaya itu mencakup optimalisasi pengelolaan lapangan minyak berat, pemenuhan kebutuhan listrik, penggunaan teknologi pengeboran pada lapisan berkualitas rendah, serta pengembangan bahan kimia khusus untuk meningkatkan perolehan minyak.


Targetkan Produksi Blok Rokan Meningkat


Pertamina menargetkan produksi Blok Rokan dapat meningkat secara signifikan dengan melibatkan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan.

Selain mengoptimalkan potensi migas yang tersedia, peningkatan produksi juga diarahkan untuk mempercepat investasi dan kegiatan operasional.

“Kami menargetkan peningkatan produksi Blok Rokan untuk mengoptimalkan potensi migas serta mempercepat investasi dan kegiatan operasional, untuk menjaga ketersediaan energi,” tuturnya.


sumber : https://nasional.kompas.com/read/2026/09/18/15300161/pertamina-percepat-produksi-migas-dukung-kemandirian-energi-nasional

Artikel Terkait