News

Pertamina Bangun Dua Sumur Bor, Akses Air Bersih Warga Terdampak Gempa NTT Kini Lebih Dekat

S
Setya Tama
17 September 2026 104 pembaca
PT Pertamina (Persero) menyalurkan bantuan sumur bor dan air bersih untuk masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).(Dok. Pertamina)
PT Pertamina (Persero) menyalurkan bantuan sumur bor dan air bersih untuk masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).(Dok. Pertamina)

NUSA TENGGARA TIMUR – Akses terhadap air bersih menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Di tengah proses pemulihan, PT Pertamina (Persero) menyalurkan bantuan air bersih sekaligus membangun dua sumur bor untuk masyarakat.

Bantuan tersebut membawa perubahan bagi warga yang sebelumnya harus menempuh perjalanan cukup jauh hanya untuk memperoleh air.

Salah satunya dirasakan Kristian Wawo, warga Watubaur, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT. Sebelum tersedia sumber air yang lebih dekat, Kristian harus menempuh jarak hampir 2 kilometer untuk mendapatkan air bersih.

Perjalanan tersebut menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari Kristian dan warga lainnya. Air yang mereka dapatkan kemudian digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari minum, memasak, hingga keperluan rumah tangga.

“Banyak suka dukanya untuk mendapatkan air bersih. Dulu, kami harus berjalan hampir dua km untuk mengambil air. Sekarang sumber air sudah dekat berkat bantuan dari Pertamina,” ujar Kristian dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Kamis (17/9/2026).


Air Bersih Jadi Kebutuhan Utama Pascagempa


Kesulitan mendapatkan air juga dirasakan Amelia, warga Watubaur. Menurutnya, ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat, terutama setelah gempa melanda Kabupaten Manggarai.

Bencana tersebut membuat akses masyarakat menuju sumber air semakin sulit. Dalam situasi itu, tersedianya sarana air bersih membantu warga memenuhi salah satu kebutuhan paling mendasar selama masa pemulihan.

“Dalam kondisi bencana seperti ini, ketika air yang paling kami butuhkan bisa tersedia, kebutuhan utama kami menjadi terpenuhi. Terima kasih Pertamina sudah menghadirkan sarana air bersih di sini,” tutur Amelia.

Pada masa tanggap darurat, Pertamina menyalurkan air bersih menggunakan mobil tangki untuk membantu masyarakat terdampak bencana.

Total air bersih yang disalurkan mencapai 108.500 liter. Selain itu, sebanyak 2.805 dus air mineral turut didistribusikan kepada masyarakat terdampak.

Bantuan tersebut menjadi langkah awal untuk memenuhi kebutuhan air warga secara cepat ketika kondisi darurat masih berlangsung.


Dua Sumur Bor Dibangun di Kecamatan Reok


Seiring kondisi yang mulai berangsur pulih, bentuk dukungan kemudian dilanjutkan dengan penyediaan sumber air yang dapat digunakan masyarakat dalam jangka lebih panjang.

Pertamina membangun dua sumur bor di Kecamatan Reok. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya membantu selama masa pemulihan, tetapi juga menjadi sumber air yang dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat.

Saat ini, dua sumur bor tersebut mendukung kebutuhan air bersih bagi total 153 kepala keluarga (KK). Manfaatnya juga menjangkau sejumlah fasilitas umum di sekitar lokasi.

Sumur pertama dibangun di Mata Air, Kecamatan Reok. Sumur tersebut memiliki kedalaman 32 meter dengan debit air sekitar 1 liter per detik.

Sumber air dari sumur pertama digunakan untuk memenuhi kebutuhan 85 KK. Selain masyarakat, fasilitas tersebut juga mendukung kebutuhan air Kepolisian Sektor (Polsek) Reok.


Sumur Kedua Layani Warga hingga Fasilitas Pendidikan


Sementara itu, sumur bor kedua berada di Kelurahan Wangkung. Sumur tersebut memiliki kedalaman 28 meter dengan debit air sekitar 1,3 liter per detik.

Keberadaan sumur kedua mendukung kebutuhan air bersih bagi 68 KK di wilayah tersebut.

Tidak hanya rumah tangga, sumber air itu juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sejumlah fasilitas masyarakat, yakni Gereja Stasi Wangkung, Sekolah Dasar Katolik (SDK) Kedindi, dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) St Arnoldus Wangkung.

Masing-masing sumur telah dilengkapi dengan sejumlah sarana pendukung agar air dapat disalurkan kepada masyarakat.

Fasilitas yang disediakan meliputi menara air, tandon dengan kapasitas 1.100 liter, pompa, serta jaringan perpipaan. Infrastruktur tersebut memungkinkan air dari sumur dialirkan sehingga lebih mudah digunakan warga.


Pertamina Sesuaikan Bantuan dengan Tahap Penanganan Bencana


Vice President (VP) Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan, bentuk dukungan yang diberikan Pertamina disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat pada setiap tahapan penanganan bencana.

Pada masa awal penanganan, kebutuhan mendesak adalah memastikan masyarakat mendapatkan pasokan air bersih dengan cepat.

Setelah kondisi berangsur pulih, perhatian kemudian diarahkan pada penyediaan sumber air yang dapat terus dimanfaatkan. Pembangunan dua sumur bor menjadi bagian dari dukungan tersebut.

“Di awal penanganan, masyarakat membutuhkan air bersih dengan cepat. Setelah kondisi berangsur pulih, kebutuhan berikutnya adalah memastikan masyarakat memiliki sumber air yang dapat terus digunakan. Karena itu, Pertamina melanjutkan dukungan dengan membangun sumur bor di dua lokasi,” ujar Baron.

Baron berharap keberadaan sumber air tersebut dapat membantu masyarakat kembali menjalankan kegiatan sehari-hari setelah bencana.

Manfaatnya juga diharapkan dapat dirasakan oleh berbagai fasilitas umum, termasuk sekolah dan tempat ibadah yang membutuhkan pasokan air untuk menjalankan aktivitasnya.

“Harapannya, manfaat sumber air ini tidak hanya dirasakan pada masa pemulihan, tetapi dapat terus digunakan masyarakat dalam jangka panjang,” kata Baron.


Warga Kini Tak Perlu Menempuh Jarak Jauh


Kehadiran sumber air membuat akses masyarakat terhadap air bersih menjadi lebih dekat dibandingkan sebelumnya.

Bagi Kristian dan warga Watubaur lainnya, perubahan tersebut berarti mereka tidak lagi harus menghadapi perjalanan hampir 2 kilometer seperti yang dilakukan sebelumnya untuk mendapatkan air.

Air yang tersedia dapat digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari masyarakat, sementara keberadaan infrastruktur sumur bor memungkinkan manfaatnya terus dirasakan setelah masa tanggap darurat berakhir.

Dua sumur tersebut juga memberikan manfaat lebih luas karena sumber air tidak hanya diperuntukkan bagi rumah tangga, tetapi turut mendukung fasilitas kepolisian, tempat ibadah, serta fasilitas pendidikan.

Bagi masyarakat terdampak gempa di wilayah tersebut, tersedianya sumber air menjadi bagian dari proses untuk kembali menjalankan kehidupan dan aktivitas sehari-hari setelah bencana.


sumber : https://nasional.kompas.com/read/2026/09/17/13012011/pertamina-penuhi-kebutuhan-air-bersih-warga-terdampak-gempa-ntt

Artikel Terkait