Lifestyle

Pemeriksaan Kesehatan Tak Terduga Mengungkap Penyakit Jantung Koroner pada Seorang Dokter

Seorang dokter bernama Dr. Andik Wijaya mengalami perubahan besar dalam hidupnya setelah mengikuti pemeriksaan kesehatan yang tidak terduga, yang mengungkapkan adanya penyakit jantung koroner.

D
Danendra Surya
14 June 2026 7 pembaca
Pemeriksaan Kesehatan Tak Terduga Mengungkap Penyakit Jantung Koroner pada Seorang Dokter
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Dr. Andik Wijaya, seorang dokter berusia 60 tahun, tidak menyangka bahwa pemeriksaan kesehatan yang diikutinya akibat adanya promo diskon akan mengubah hidupnya. Ia merasa sehat dan tidak memiliki keluhan yang menunjukkan adanya masalah jantung, serta mengaku cukup menjaga pola hidupnya. Namun, hasil pemeriksaan yang dilakukan pada April 2024 menunjukkan sebaliknya.

"Saya pikir kesehatan saya bakal baik-baik saja karena saya cukup menjaga kesehatan," ujarnya saat diwawancarai.

Temuan Mengejutkan dari Pemeriksaan Kesehatan

Pemeriksaan yang diikuti Andik adalah tes coronary artery calcium score, yang bertujuan untuk mendeteksi adanya timbunan kalsium pada pembuluh darah koroner. Hasilnya mengejutkan, di mana skor kalsium koroner yang dimilikinya mencapai angka 431, yang menunjukkan risiko tinggi terhadap serangan jantung dan stroke. "Dan ternyata saya yang semula sangat percaya diri, ternyata hasilnya sangat buruk," tambah Andik.

Temuan ini menjadi pukulan berat bagi Andik, yang selama ini merasa cukup berhati-hati dalam menjaga kesehatan. Sebagai seorang dokter, ia menyadari bahwa kondisi ini tidak bisa dianggap remeh. Dalam praktik medis, pasien dengan hasil seperti itu biasanya disarankan untuk menjalani pemeriksaan kateterisasi guna mengetahui tingkat penyumbatan pada pembuluh darah koroner. Jika penyumbatan sudah mencapai tingkat tertentu, pemasangan ring jantung bisa menjadi pilihan terapi.

Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin

Awalnya, Andik hanya memanfaatkan promo pemeriksaan kesehatan, namun ia menemukan risiko penyakit jantung yang tidak pernah ia curigai sebelumnya. Ia juga terkejut dengan kadar kolesterolnya yang selama ini tidak terlihat sangat tinggi. Kadar LDL atau kolesterol jahatnya biasanya berkisar antara 100 hingga 120 mg/dL, yang meskipun berada di atas batas normal, tidak tergolong sangat tinggi. "Makanya tadi saya katakan waktu mau screening calcium score, saya percaya diri sekali bahwa saya tidak akan ada masalah yang serius," ungkapnya.

Hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan bahwa risiko penyakit jantung koroner tetap dapat muncul meskipun seseorang merasa sehat dan tidak memiliki keluhan yang jelas. Andik juga menyebutkan bahwa faktor riwayat keluarga mungkin berperan, mengingat ia memiliki kakak yang meninggal akibat stroke dan anggota keluarga lain yang pernah menjalani pemasangan ring jantung. Oleh karena itu, ia menilai pentingnya pemeriksaan kesehatan, bahkan bagi mereka yang merasa dalam kondisi baik.

Setelah mengetahui hasil skrining, Andik mulai mempelajari berbagai penelitian mengenai penyakit jantung koroner. Ia melakukan perubahan gaya hidup, termasuk mengatur pola makan dan meningkatkan aktivitas fisik. Menurutnya, titik awal dari semua perubahan ini adalah pemeriksaan kesehatan yang dilakukannya lebih awal. Tanpa pemeriksaan tersebut, ia mengaku mungkin tidak akan mengetahui adanya risiko penyakit jantung koroner yang sedang berkembang.

"Saya sangat kaget mengingat saya pikir selama ini saya cukup menjaga kesehatan," kata Andik. Pengalaman ini membuatnya yakin bahwa deteksi dini memiliki peran penting dalam mengenali risiko penyakit yang sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal.

Oleh karena itu, Andik berharap lebih banyak orang tidak menunggu sampai muncul keluhan untuk memeriksakan kesehatan mereka. Bagi Andik, pemeriksaan yang awalnya dilakukan secara iseng karena adanya diskon justru menjadi momen yang membuka matanya terhadap kondisi kesehatan yang selama ini tidak ia sadari.

Artikel Terkait