Kesehatan

Momen Berharga Ayah dalam Menanamkan Nilai Kehidupan di Hari Pertama Sekolah

Hari pertama sekolah menjadi kesempatan bagi para ayah untuk mengajarkan nilai-nilai kehidupan kepada anak-anak mereka, dengan berbagai pendekatan yang disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan anak.

M
Muhammad Rizki Ramadhan
14 July 2026 62 pembaca
Momen Berharga Ayah dalam Menanamkan Nilai Kehidupan di Hari Pertama Sekolah
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Hari pertama sekolah yang jatuh pada Senin (13/7/2026) bukan hanya sekadar rutinitas mengantar anak ke sekolah, tetapi juga menjadi momen penting bagi para ayah untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan yang akan diingat oleh anak-anak mereka. Setiap ayah memiliki cara unik dalam menyampaikan pesan tersebut, yang disesuaikan dengan usia dan kondisi mental anak agar pesan dapat diterima dengan baik.

Strategi Berbeda dalam Menyampaikan Nasihat

Para ayah tidak hanya memanfaatkan waktu di kendaraan saat mengantar anak, tetapi juga aktif berdiskusi di malam hari dan saat menjemput anak pulang sekolah. Fadli (34), seorang Komandan Regu di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi, memiliki pendekatan khusus untuk putrinya, Sekar (7), yang baru memulai sekolah dasar. Ia memilih malam sebelum hari pertama sekolah untuk memberikan gambaran tentang batasan-batasan yang perlu diketahui Sekar saat bergaul. "Saya memberikan sedikit gambaran tentang apa-apa saja batasannya nanti kalau dia bergaul, harus begini, ini dan itu yang enggak boleh," ungkap Fadli.

Fadli juga berusaha membangun kedekatan emosional dengan Sekar untuk mengurangi kecemasan yang sering muncul menjelang hari besar. "Dari malam sudah mulai gelisah, 'Aduh gimana ya nanti hari pertama, terus nanti aku harus ngapain?'. Nah saya di situ berperan memberikan edukasi," tambahnya.

Membangun Keterbukaan dalam Komunikasi

Berbeda dengan Fadli, Bibay (34), seorang karyawan swasta di Depok, memilih untuk tidak memberikan nasihat berat saat anak merasa lelah. Ia percaya bahwa waktu pagi dan sebelum tidur adalah saat yang lebih baik untuk memberikan ketenangan. "Kalau saya mau ngasih wejangan dan segala macam, mungkin pasti saat santai ya. Enggak pas lagi dia mau berangkat sekolah atau pas lagi mau tidur," jelas Bibay.

Untuk memberikan nasihat yang lebih mendalam kepada putranya, Maulana (10), Bibay mengatur waktu khusus untuk berbincang berdua tanpa gangguan. "Saya selalu ngajak ngobrol, ada me time sama anak saya berdua doang nih, enggak sama istri, enggak sama adeknya. Itu udah beberapa kali saya lakuin," katanya.

Sugeng (38), seorang pelaku industri pariwisata di Yogyakarta, juga memanfaatkan waktu perjalanan untuk mengajarkan nilai-nilai kehidupan. Ia menganggap perjalanan di jalan sebagai "laboratorium kecil" untuk mendidik anaknya, Saka (11), tentang rasa syukur. "Kita melewati pasar, jadi mengedukasi anak melihat orang mencari nafkah sejak pagi. Jadi kita kayak merefleksikan, mengedukasi, melihat itu, rasa lebih bersyukur," ujarnya.

Iksan (37), seorang karyawan swasta di Tangerang, lebih memilih untuk berdiskusi saat menjemput anaknya, Marshal (10), dari sekolah. Ia merasa momen ini adalah waktu yang tepat untuk mengevaluasi pengalaman anak sepanjang hari. "Yang lebih sering sih bukan pas berangkat ya, lebih ke pas pulang. Itu ketika pulang tuh banyak tuh hal-hal yang ditanyain," tuturnya.

Dengan berbagai pendekatan yang berbeda, para ayah berupaya memberikan pengajaran yang berarti kepada anak-anak mereka, menjadikan hari pertama sekolah sebagai momen berharga dalam membangun karakter dan nilai-nilai kehidupan.

Artikel Terkait