Seiring bertambahnya usia, saran mengenai olahraga sering kali disampaikan dengan lebih hati-hati, termasuk anjuran untuk menjaga kesehatan sendi dan menghindari angkat beban berat. Namun, sikap terlalu protektif dapat menghambat proses penuaan yang sehat. Memperlakukan tubuh seolah-olah rapuh dapat membuat seseorang enggan melakukan aktivitas yang sebenarnya penting untuk menjaga kekuatan, mobilitas, dan kemandirian.
Claudette Sariya, seorang pelatih pribadi yang fokus pada kebugaran lansia, mengungkapkan bahwa banyak orang tua yang keliru dan akhirnya memilih untuk tidak aktif secara fisik. "Banyak orang masih berpikir bahwa mereka terlalu tua untuk memulai atau karena bagian ini dan itu sakit, mereka harus menghindari olahraga sama sekali," jelasnya.
Mitos Olahraga yang Perlu Diketahui
Berikut adalah beberapa mitos umum yang sering dihadapi lansia terkait olahraga:
1. Menghindari Area Sendi yang Sakit
Banyak orang beranggapan bahwa jika mengalami nyeri pada sendi atau punggung, mereka harus menghindari latihan di area tersebut. Namun, Stephen Holt, seorang pelatih pribadi untuk wanita di atas 50 tahun, menyatakan bahwa menghindari area yang nyeri tidak selalu menjadi solusi. Terapis fisik dapat membantu menemukan jenis olahraga yang dapat memperkuat otot di sekitar area yang bermasalah.
2. Latihan Beban Berbahaya untuk Tulang Keropos
Satu lagi mitos yang beredar adalah bahwa latihan beban berisiko bagi penderita osteopenia atau osteoporosis. Namun, penelitian dalam Journal of Bone and Mineral Research menunjukkan bahwa latihan kekuatan yang dilakukan di bawah pengawasan profesional justru dapat membantu memulihkan massa tulang.
3. Olahraga Intens Memicu Lonjakan Hormon Stres
Latihan dengan intensitas tinggi sering dihindari karena dianggap dapat meningkatkan kadar kortisol, hormon stres. Sarah Fuhrmann, pelatih fungsional bersertifikat untuk lansia, menjelaskan bahwa lonjakan hormon tersebut adalah respons tubuh yang normal setelah olahraga intens. "Stres yang tidak terkelola itulah masalah sebenarnya, bukan latihan yang menantang," tegasnya.
4. Lansia Dilarang Berolahraga Keras
Banyak yang menyarankan agar lansia berolahraga dengan santai, namun Jennifer Short, Direktur Kesehatan dan Kebugaran di Touchmark Senior Living, berpendapat bahwa otot tetap memerlukan tantangan untuk terus berkembang. Latihan tidak harus ekstrem, tetapi beban yang diangkat harus cukup menantang.
5. Latihan Keseimbangan Saja Sudah Cukup
Latihan keseimbangan memang penting untuk mencegah jatuh, tetapi Holt menekankan bahwa latihan tersebut harus disertai dengan rutinitas kekuatan untuk memperkuat otot-otot tubuh.
6. Terlalu Tua untuk Memulai Olahraga
Banyak orang berpikir bahwa mereka sudah terlalu tua untuk mulai berolahraga jika tidak aktif di masa muda. Sariya menegaskan bahwa selama kondisi fisik memungkinkan dan dokter memberi izin, tidak ada kata terlambat untuk memulai aktivitas fisik. Rutinitas olahraga di usia 70 tahun mungkin berbeda dari saat berusia 30 tahun, tetapi tetap bertujuan untuk menjaga kemampuan fisik.
Dengan memahami dan mengatasi mitos-mitos ini, lansia dapat lebih aktif dan menjaga kesehatan mereka dengan lebih baik.