Kesehatan

Mengukir Masa Depan Ekosistem Fesyen Indonesia di JF3 Fashion Festival

JF3 Fashion Festival yang ke-22 menjadi wadah bagi berbagai elemen industri fesyen Indonesia untuk berkolaborasi dan menciptakan peluang baru. Dengan tema "Recrafted: Shaping the Future", festival ini...

L
Luthfi Zaki Maulana
04 July 2026 75 pembaca
Mengukir Masa Depan Ekosistem Fesyen Indonesia di JF3 Fashion Festival
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Dunia fesyen di Indonesia merupakan ekosistem yang luas, melibatkan tidak hanya desainer, tetapi juga pengrajin, pelaku UMKM, institusi pendidikan, media, pembeli, serta berbagai komunitas kreatif. Semua elemen ini berkontribusi untuk menjaga dinamisnya industri sekaligus melestarikan kekayaan budaya Indonesia. Kesadaran akan hal ini menjadi fokus Summarecon dalam menyelenggarakan JF3 Fashion Festival. Memasuki tahun ke-22, festival ini berfungsi sebagai platform yang menghubungkan berbagai lapisan kreativitas, kolaborasi, dan peluang baru untuk industri fesyen tanah air.

Tema yang diusung tahun ini adalah "Recrafted: Shaping the Future", yang mencerminkan pemahaman bahwa fesyen adalah produk kreatif yang harus terus dibangun untuk memenuhi kebutuhan industri di masa depan. "Indonesia memiliki kekayaan craftsmanship, material, pengetahuan, dan identitas budaya yang sangat besar. Namun semua itu tidak cukup jika hanya berhenti sebagai potensi. Ia perlu diolah, diarahkan, dan dihubungkan dengan sistem yang tepat," ungkap Thresia Mareta, Advisor JF3.

Kesempatan untuk Berkembang

Thresia menambahkan bahwa JF3 berupaya membuka kesempatan bagi para desainer untuk berkembang, memperluas jejaring, dan menemukan peluang kolaborasi yang lebih luas. Senada dengan pernyataan tersebut, Soegianto Nagaria, Chairman JF3 Fashion Festival, menjelaskan bahwa pertumbuhan industri fesyen tidak bisa bergantung pada satu acara tahunan yang dampaknya tidak berkelanjutan. "Melalui JF3, kami menghubungkan proses kreatif dengan akses pasar yang nyata, dari runway langsung ke konsumen. Industri fashion yang kuat tidak tumbuh dari satu event, tetapi dari ekosistem yang dibangun secara konsisten," jelas Soegianto.

Kembali ke Panggung Runway

Menjelang pelaksanaan JF3 Fashion Festival, panitia mengumumkan daftar desainer yang akan mempersembahkan koleksi mereka di panggung. Salah satu desainer yang menarik perhatian adalah Billy Tjong, yang dikenal dengan rancangan busana pengantin yang memiliki siluet dramatis. Setelah enam tahun tidak tampil di runway karena fokus pada pengembangan Billy Tjong Fashion Lab dan mengajar, Billy siap kembali dengan koleksi terbarunya. "Selama enam tahun itu memang kreativitas aku masih terjaga karena memang ngajar. Akhirnya aku baru sadar ternyata apa yang berkembang dari perjalananku selama enam tahun ini adalah korset, ternyata skill-ku bertambah nih. Kayaknya sekarang sudah saatnya kasih lihat lagi ke khalayak," ujarnya dalam acara Media Preview JF3 Fashion Festival 2026 di Gafoy Workshop, Summarecon Mall Kelapa Gading.

Dalam koleksi comeback ini, Billy juga melibatkan 12 murid asuhannya untuk berkolaborasi. Setiap murid akan menyumbangkan satu tampilan yang telah melalui proses kurasi agar sesuai dengan tema keseluruhan koleksi. Billy mengungkapkan bahwa warna fuchsia akan menjadi benang merah dalam karyanya tahun ini, yang memiliki makna sentimental bagi dirinya. "Ini warna kesukaanku dari aku kecil. Karena dulu aku penjaga toko, umur 10 tahun, di toko kosmetik kakakku. Aku sangat suka sama satu brand kosmetik yang warna kemasannya seperti ini. Ini menjadi warna yang tetap membersamai aku," jelasnya.

Kolaborasi Internasional dan Program Pengembangan

JF3 Fashion Festival tahun ini juga menampilkan lebih dari 50 desainer dan merek dari berbagai negara, termasuk nama-nama besar dari Indonesia seperti Tities Sapoetra, Hartono Gan, dan LAKON Indonesia. Kolaborasi internasional menjadi salah satu kekuatan utama festival tahun ini. Setelah sebelumnya menggandeng desainer Prancis Victor Clavelly, JF3 kembali menghadirkan empat desainer dari Prancis yang akan menampilkan koleksi mereka di Jakarta. Salah satunya adalah Louise Marcaud, yang terinspirasi dari tenun lurik Indonesia.

Selain itu, JF3 juga menghadirkan desainer dari Filipina, Laos, Singapura, dan Korea Selatan untuk memperluas dialog kreatif di tingkat regional. Festival ini tidak hanya menampilkan runway, tetapi juga berbagai program pengembangan industri seperti Future Fashion Designer, JF3 Model Search, program inkubasi PINTU, Fashion Village, hingga CODE.STRT yang berfokus pada budaya streetwear. "Saya harap desainer-desainer yang berpartisipasi di JF3, di Pintu, maupun brand yang hadir, bisa memanfaatkan platform ini semaksimal mungkin. Bahkan kalau gala dinner, kami mengharapkan itu menjadi ajang membangun koneksi," harap Thresia.

JF3 Fashion Festival 2026 dijadwalkan berlangsung pada 23–29 Juli 2026 di Fashion Tent, Summarecon Mall Kelapa Gading, dengan Fashion Village yang akan hadir hingga 2 Agustus 2026, dan CODE.STRT di Summarecon Mall Serpong pada 30 Juli–9 Agustus 2026.

Artikel Terkait