Kesehatan

Menghindari Cedera Mata Saat Bermain Padel: Pelajaran dari Kasus Desta

Presenter Desta mengalami cedera mata saat bermain padel, yang mengingatkan kita akan pentingnya menjaga keselamatan saat berolahraga. Berikut adalah cara untuk mencegah cedera mata saat bermain padel...

D
Daniel Kristianto
13 July 2026 77 pembaca
Menghindari Cedera Mata Saat Bermain Padel: Pelajaran dari Kasus Desta
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Presenter Deddy Mahendra, yang dikenal sebagai Desta, mengalami cedera pada mata kirinya saat bermain padel. Insiden tersebut terjadi ketika bola yang dipukul oleh rekan timnya mengenai wajahnya. Setelah mengalami benturan, Desta terjatuh dan menerima pertolongan pertama berupa kompres sebelum dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Melalui akun Instagram-nya, Desta menginformasikan bahwa cedera yang dialaminya menyebabkan pendarahan yang cukup luas hingga mengenai lensa matanya. Meskipun demikian, ia memastikan bahwa kondisinya telah ditangani oleh dokter spesialis mata dan tidak mengancam penglihatannya. "Thank you semua doa nya. Pendarahan cukup lebar sampe di lensa mata," tulisnya dalam unggahan yang dibagikan pada Senin (13/7/2026). "Sudah ditangani dokter spesialis mata. Cukup parah tapi tidak sampai berbahaya. I'll come back soon," tambahnya.

Risiko Cedera Mata dalam Olahraga Padel

Kejadian yang dialami Desta menjadi pengingat bahwa padel tidak hanya membutuhkan kelincahan, tetapi juga memiliki risiko cedera mata yang perlu diwaspadai. Menurut Dr. Gunnar Jakobsson, seorang peneliti oftalmologi dari University of Gothenburg, padel termasuk olahraga dengan potensi cedera mata yang tinggi. "Bola tersebut memiliki berat sekitar 50 gram, dan ukurannya sesuai dengan lubang rongga mata. Kecepatan bola tinggi, dan untuk pukulan smash bisa mencapai 130 kilometer per jam,” jelasnya. “Sifat pantulan bola juga membuat penilaian pantulan menjadi cukup sulit, yang mungkin meningkatkan risiko kerusakan mata," tambahnya.

Jakobsson juga menjelaskan bahwa kombinasi ukuran bola, kecepatan, serta arah pantulan yang sulit diprediksi membuat pemain memiliki waktu reaksi yang sangat singkat ketika bola mengarah ke wajah. Sebagian besar cedera yang dialami pemain berupa perdarahan ringan yang dapat sembuh tanpa operasi, namun ada juga kasus yang menunjukkan adanya gangguan penglihatan permanen hingga risiko kebutaan jika terjadi trauma berat pada mata.

Langkah Pencegahan untuk Menghindari Cedera Mata

Para peneliti merekomendasikan penggunaan kacamata pelindung sebagai langkah paling efektif untuk mengurangi risiko cedera mata saat bermain padel. Alat pelindung lain seperti visor atau pelindung wajah juga dapat digunakan, terutama bagi pemain yang sering berlatih atau mengikuti pertandingan. Berdasarkan penelitian yang dikutip oleh University of Gothenburg, penggunaan pelindung mata secara benar mampu menurunkan risiko cedera mata hingga sekitar 90 persen. Oleh karena itu, pemain disarankan untuk tidak menganggap penggunaan pelindung mata sebagai aksesori semata, melainkan sebagai bagian dari perlengkapan keselamatan saat berolahraga.

Selain itu, pemain juga disarankan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap arah datangnya bola, terutama ketika berada dekat net atau saat pasangan melakukan pukulan keras. Komunikasi yang baik dengan rekan satu tim juga penting untuk mengurangi risiko benturan yang tidak disengaja. Jika mata terkena bola, pemain sebaiknya segera menghentikan permainan dan memeriksakan diri ke dokter mata, terutama jika muncul gejala seperti nyeri hebat, penglihatan kabur, perdarahan, atau kesulitan membuka mata. Penanganan dini dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius.

Cedera yang dialami Desta menunjukkan bahwa meskipun padel merupakan olahraga rekreasi yang menyenangkan, risiko cedera mata tetap harus diwaspadai. Penggunaan pelindung mata dan kewaspadaan saat bermain adalah langkah sederhana yang dapat membantu menjaga kesehatan penglihatan dalam jangka panjang.

Artikel Terkait