Stretch mark sering kali diasosiasikan dengan kehamilan atau peningkatan berat badan, namun guratan halus berwarna merah atau putih ini juga bisa muncul di area pundak, bahkan pada individu yang rutin berolahraga. Menurut Dr. Dendy Engelman, seorang dokter kulit bersertifikat, stretch mark pada pundak biasanya terjadi ketika kulit mengalami peregangan secara mendadak, yang berdampak pada serat kolagen dan elastin di bawah permukaan kulit. Meskipun tidak berbahaya, banyak orang ingin mengurangi penampilannya demi alasan estetika. Lalu, apa yang menjadi penyebab munculnya stretch mark di pundak dan bagaimana cara mengatasinya?
Penyebab Munculnya Stretch Mark di Pundak
Peregangan kulit akibat pertumbuhan otot adalah penyebab utama munculnya stretch mark di pundak. Kondisi ini sering dialami oleh mereka yang menjalani program latihan beban intensif. "Stretch mark di pundak biasanya disebabkan oleh pertumbuhan atau penyusutan otot yang berlangsung cepat. Jika kulit tidak memiliki cukup kolagen dan elastisitas, stretch mark dapat muncul saat kulit meregang,” ungkap Dr. Engelman. Selain itu, penurunan berat badan yang drastis juga dapat menyebabkan perubahan pada struktur kulit, sehingga bekas guratan lebih mudah terbentuk. Hal ini terjadi karena kulit memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan perubahan ukuran tubuh.
Cara Mencegah dan Mengatasi Stretch Mark
Untuk mengurangi risiko munculnya stretch mark, ada beberapa langkah yang dapat diambil. Pertama, meningkatkan massa otot secara bertahap. Meskipun tidak selalu dapat dicegah, risiko stretch mark dapat diminimalkan dengan menghindari perubahan tubuh yang terlalu cepat. Bagi mereka yang rutin melakukan latihan beban, peningkatan intensitas latihan sebaiknya dilakukan secara bertahap. "Jika kamu sering melakukan latihan beban, peluang munculnya stretch mark di pundak dapat dikurangi dengan membangun massa otot secara perlahan, bukan meningkatkannya secara cepat," jelas Dr. Engelman. Cara ini memberi kesempatan bagi kulit untuk beradaptasi dengan perubahan ukuran otot sambil mempertahankan elastisitasnya.
Kedua, stretch mark yang baru dapat disamarkan dengan perawatan topikal. Jika stretch mark baru mulai muncul dan masih berwarna kemerahan atau keunguan, penggunaan produk perawatan kulit dapat membantu menyamarkan tampilannya. Produk yang mengandung asam hialuronat dapat menjaga kelembapan kulit, sementara retinoid topikal membantu merangsang pembentukan kolagen baru. "Retinoid topikal dapat membantu meminimalkan tampilan stretch mark yang masih baru karena meningkatkan produksi kolagen dan mempercepat pergantian sel kulit," saran Dr. Engelman. Namun, hasil dari perawatan ini tidak muncul secara instan, sehingga penggunaan produk harus dilakukan secara rutin dan konsisten untuk melihat perubahan pada tekstur kulit dalam beberapa minggu hingga bulan.
Ketiga, untuk stretch mark yang sudah lama dan berubah menjadi putih atau keperakan, perawatan di klinik biasanya memberikan hasil yang lebih optimal dibandingkan produk oles. Dr. Engelman merekomendasikan tindakan seperti laser Fraxel, microneedling, atau CO2 laser resurfacing. Ketiga prosedur ini bekerja dengan merangsang pembentukan kolagen dan elastin baru sehingga tekstur kulit menjadi lebih halus dan tampilan stretch mark berangsur memudar. Meskipun demikian, Dr. Engelman dan dokter kulit Jodi LoGerfo menekankan bahwa stretch mark merupakan kondisi kulit yang umum dan tidak membahayakan kesehatan.
Keputusan untuk menjalani perawatan sepenuhnya bergantung pada kebutuhan dan kenyamanan masing-masing individu. Jika ingin mendapatkan hasil terbaik, berkonsultasi dengan dokter kulit dapat membantu menentukan terapi yang paling sesuai dengan kondisi stretch mark yang dimiliki.