Kesehatan

Mengatasi "Lapar Mata": Penyebab dan Cara Efektif Mengendalikannya

Fenomena "lapar mata" sering kali muncul setelah melihat makanan yang menggoda, meskipun perut tidak benar-benar lapar. Terdapat beberapa cara untuk mengendalikan keinginan ngemil ini.

Y
Yusuf Ahmad Pratama
10 July 2026 62 pembaca
Mengatasi "Lapar Mata": Penyebab dan Cara Efektif Mengendalikannya
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Kerap kali kita merasa ingin mengemil meskipun baru saja menyantap makanan, terutama setelah melihat video makanan di media sosial atau mencium aroma makanan yang menggugah selera. Fenomena ini dikenal dengan istilah "lapar mata" dan tidak selalu berarti tubuh memerlukan energi. Dalam banyak kasus, keinginan untuk ngemil lebih dipengaruhi oleh reaksi otak terhadap rangsangan dari lingkungan, kebiasaan, dan kesenangan.

Menurut ahli gizi Joy Bauer, manusia memiliki dua sistem yang berfungsi bersamaan. Pertama, ada sistem yang memberikan sinyal kebutuhan biologis untuk makanan. Kedua, terdapat sistem hedonis yang sering kali membuat sinyal kenyang menjadi tidak terdengar. "Sistem hedonis kita berkaitan dengan kesenangan, penghargaan, dan isyarat makanan. Di dunia di mana makanan yang menggoda ada di mana-mana, sistem penghargaan itu bisa menjadi sangat dominan," jelas Bauer.

Strategi Mengendalikan Hasrat Ngemil

Untuk mengatasi keinginan makan yang tidak berdasarkan rasa lapar yang sesungguhnya, penting untuk memberikan jeda sebelum mengambil tindakan. "Alih-alih menuruti godaan itu, beri diri waktu lima atau sepuluh menit sebelum kamu mengambil sesuatu, karena hasrat cenderung naik seperti gelombang dan kemudian mereda dengan sendirinya," ungkap Bauer. Selama waktu tersebut, kita dapat merenungkan perasaan yang memicu dorongan untuk makan, apakah itu karena lelah, bosan, stres, atau faktor lainnya.

Pentingnya Menunda Tindakan

Beberapa jenis makanan, terutama yang diproses dan kaya gula, lemak, serta natrium, dapat memicu otak untuk melepaskan hormon dopamin yang memberikan rasa senang. Makanan ini sering kali menjadi pelarian saat kita merasa sedih atau kesepian. Jika kebiasaan ini dibiarkan, dapat berujung pada masalah kesehatan. Namun, jika kita menunda godaan tersebut, rasa ingin ngemil biasanya akan mereda, memberikan kesempatan untuk melatih pengendalian diri terhadap pilihan makanan.

Seiring waktu, kita akan lebih mampu membedakan antara lapar biologis dan keinginan untuk ngemil. Meskipun tidak ada salahnya menikmati camilan manis atau gurih sesekali, tujuan utama dari strategi ini adalah untuk lebih bijaksana dalam menghadapi hasrat tersebut. "Tujuan penerapan trik ini bukanlah untuk berhenti memiliki hasrat. Tujuannya adalah menjadi lebih baik dalam menavigasi hasrat tersebut," tambah Bauer.

Setelah berhasil mengidentifikasi emosi yang mendasari rasa lapar palsu, penting untuk segera menangani akar masalahnya. Misalnya, mungkin kita membutuhkan istirahat, mengurangi stres, atau mencari kegiatan yang lebih menarik untuk mengalihkan perhatian. Selain itu, mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi, terutama yang mengandung protein dan serat, juga dapat membantu menstabilkan nafsu makan dan mengurangi keinginan untuk ngemil.

Contoh makanan yang baik untuk dikonsumsi adalah yogurt Yunani dengan buah-buahan, kacang-kacangan, sayuran segar, atau buah-buahan berair seperti anggur dan apel. Agar tidak tergoda untuk mengambil camilan sembarangan, penting untuk mempersiapkan makanan sehat di rumah, seperti camilan rendah gula.

Artikel Terkait