Kesehatan

Mengapa Sering Mengantuk Setelah Makan Nasi? Ini Penjelasannya

Banyak orang merasa mengantuk setelah menyantap nasi, namun penyebabnya lebih kompleks daripada sekadar makan berlebihan. Terdapat proses biologis dalam tubuh yang berperan dalam kondisi ini.

B
Bayu Triatma
13 July 2026 73 pembaca
Mengapa Sering Mengantuk Setelah Makan Nasi? Ini Penjelasannya
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Pernahkah Anda merasakan kantuk setelah menyantap nasi? Banyak orang beranggapan bahwa hal ini hanya disebabkan oleh porsi makan yang berlebihan. Namun, para ahli menyatakan bahwa ada proses biologis dalam tubuh yang membuat seseorang lebih cenderung mengantuk setelah mengonsumsi makanan yang kaya karbohidrat, seperti nasi. Karbohidrat dapat memicu perubahan hormon dan proses metabolisme yang berdampak pada tingkat kewaspadaan.

Proses Biologis yang Terlibat

Karbohidrat dalam nasi dapat memicu pelepasan hormon yang berkaitan dengan rasa kantuk. Dr. Tushar Tayal, Associate Director Internal Medicine di CK Birla Hospital Gurugram, menjelaskan bahwa nasi adalah sumber karbohidrat yang tinggi. Ketika dikonsumsi, karbohidrat akan merangsang produksi hormon insulin yang berfungsi mengatur kadar gula darah. Menurut Dr. Tayal, peningkatan kadar insulin juga memengaruhi pergerakan asam amino dalam tubuh, sehingga lebih banyak triptofan dapat masuk ke otak. Di otak, triptofan diubah menjadi serotonin, yang kemudian menjadi melatonin, hormon yang berperan dalam pengaturan siklus tidur. “Dengan berkurangnya persaingan, triptofan lebih mudah masuk ke otak, lalu diubah menjadi serotonin dan kemudian melatonin, yaitu zat kimia yang mengatur tidur,” ungkapnya. “Hasilnya adalah rasa kantuk ringan yang lebih berkaitan dengan proses biokimia dibanding kurangnya kemauan untuk tetap terjaga," tambahnya.

Porsi Makan dan Dampaknya

Selain kandungan karbohidrat, ukuran porsi juga berkontribusi terhadap rasa kantuk. Dr. Tayal menjelaskan bahwa mengonsumsi makanan dalam jumlah besar membuat tubuh mengalihkan lebih banyak aliran darah ke sistem pencernaan agar proses pengolahan makanan berjalan dengan baik. Akibatnya, energi yang diperlukan untuk menjaga kewaspadaan berkurang, sehingga seseorang merasa lebih lemas atau mengantuk setelah makan siang. Ia juga menambahkan bahwa nasi putih dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang lebih cepat dibandingkan nasi merah karena proses pengolahannya. Setelah lonjakan tersebut, kadar gula darah dapat turun lebih cepat, sehingga rasa lelah menjadi lebih terasa.

Meskipun demikian, Dr. Tayal menegaskan bahwa kondisi ini bukanlah alasan untuk menghindari nasi. "Hal ini hanya menjelaskan mengapa seporsi biryani atau khichdi pada siang hari sering diikuti keinginan untuk tidur sebentar. Ini merupakan bagian normal dari proses pencernaan, bukan tanda ada sesuatu yang salah," jelasnya.

Tips Mengatasi Rasa Kantuk

Gauri Soni, Head Dietitian di Fortis Hospital Ludhiana, menyatakan bahwa rasa kantuk tidak hanya disebabkan oleh nasi, tetapi juga dapat terjadi setelah mengonsumsi makanan tinggi indeks glikemik dalam porsi besar tanpa pendamping yang seimbang. Ia menyarankan agar nasi dikonsumsi bersama sumber protein, seperti ikan, ayam, telur, atau kacang-kacangan, serta sayuran kaya serat. Kombinasi ini dapat membantu memperlambat penyerapan gula sehingga kadar gula darah lebih stabil. “Padukan nasi dengan protein dan serat seperti dal, sayuran, atau protein tanpa lemak, makanlah dalam porsi yang wajar, dan hindari langsung berbaring setelah makan,” imbaunya.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients pada tahun 2020 juga mendukung temuan ini, menunjukkan bahwa pola makan berbasis nasi dapat meningkatkan kualitas tidur di malam hari, salah satunya karena berkaitan dengan penurunan stres oksidatif dalam tubuh. Rasa kantuk setelah makan nasi adalah respons tubuh yang normal. Untuk menghindari gangguan aktivitas, penting untuk memperhatikan porsi makan dan menyeimbangkan konsumsi nasi dengan protein serta serat yang cukup.

Artikel Terkait