Kesehatan

Mengapa Aktivitas Fisik Dapat Menyebabkan Ketidaknyamanan Perut?

Bagi para penggemar olahraga seperti lari dan bersepeda, masalah pencernaan sering kali menjadi hal yang umum terjadi. Berbagai keluhan seperti mual dan diare dapat dialami oleh atlet saat atau setela...

M
Mikayla Rahmadani
07 July 2026 50 pembaca
Mengapa Aktivitas Fisik Dapat Menyebabkan Ketidaknyamanan Perut?
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Kegiatan fisik seperti lari dan bersepeda kerap kali diiringi dengan masalah pencernaan yang tidak jarang mengganggu. Keluhan seperti mual, nyeri dada, gangguan pencernaan, hingga diare sering kali dialami oleh para atlet. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Current Sports Medicine Reports berjudul "Gastrointestinal Issues in Athletes" (2019), sekitar 70 persen atlet pernah mengalami masalah ini, dan kemungkinan angka tersebut lebih tinggi lagi.

Krista Austin, Ph.D., seorang pelatih dan pendiri Performance and Nutrition Coaching di Colorado Springs, menyatakan bahwa "Sekitar 95 persen klien saya mengalami beberapa masalah pencernaan selama karier mereka." Hal ini menunjukkan bahwa masalah pencernaan cukup umum di kalangan atlet.

Perempuan Lebih Rentan Terhadap Masalah Pencernaan

J. Thomas LaMont, M.D., seorang profesor di Harvard Medical School, menjelaskan bahwa perempuan lebih rentan terhadap masalah ini. "Dari 25.000 pasien yang kami temui setiap tahun, 60 persennya adalah perempuan, dan mereka melebihi jumlah laki-laki dalam diagnosis gangguan pencernaan fungsional, seperti sindrom iritasi usus besar," ungkap dr. LaMont.

Olahraga, terutama lari, cenderung memicu gejala-gejala tersebut. Meskipun umumnya tidak berbahaya, gejala ini sering membuat individu enggan untuk berolahraga. Oleh karena itu, penting untuk memahami pemicu gangguan pencernaan saat berolahraga.

Penyebab dan Solusi untuk Masalah Pencernaan saat Berolahraga

Penyebab utama gangguan pencernaan saat berolahraga berkaitan dengan aliran darah. Ketika berolahraga, otot-otot yang aktif memerlukan pasokan darah yang lebih banyak, sedangkan organ pencernaan juga membutuhkannya untuk mencerna makanan. Hal ini menyebabkan aliran darah dialihkan ke ekstremitas, sehingga mengurangi pasokan darah ke lambung.

Bob Murray, Ph.D., pendiri Sports Science Insights, menjelaskan bahwa respons tubuh terhadap olahraga berbeda-beda. Beberapa orang dapat berolahraga dengan nyaman setelah makan 15 menit sebelumnya, sementara yang lain tidak bisa makan apa pun dalam waktu dua jam sebelum berolahraga tanpa merasa kembung dan lesu.

Beberapa faktor yang dapat memicu gangguan pencernaan saat berolahraga meliputi:

  1. Obat antiperadangan: Daphne Scott, M.D., seorang dokter kedokteran olahraga, mengingatkan agar obat dikonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan dan sebaiknya setelah berlatih. "Perhatikan baik-baik asupan obat antiperadangan karena jumlah OAINS yang berlebihan dapat menyebabkan mual," jelasnya.
  2. Intensitas latihan: Mual dapat muncul pada berbagai tingkat latihan. Latihan dengan intensitas tinggi lebih berisiko memicu mual. "Semakin keras kamu bekerja, semakin banyak yang kamu minta dari tubuh," tambah dr. Scott.
  3. Tingkat kebugaran: Atlet ketahanan fisik, seperti pelari maraton, juga rentan mengalami masalah ini. Penelitian menunjukkan bahwa latihan tidak selalu mengurangi mual yang diinduksi oleh olahraga.
  4. Dehidrasi: Kurangnya cairan dapat menurunkan volume darah dan memperburuk kinerja usus. Pastikan untuk mencukupi asupan cairan saat berlatih.
  5. Pola makan: Makan dalam porsi besar atau berlatih dalam keadaan perut kosong dapat menyebabkan masalah. "Mungkin butuh waktu untuk mempelajari apa yang terbaik untuk perut masing-masing," ungkap dr. Scott.
  6. Perubahan hormon: Hormon yang dilepaskan dari otak dapat memengaruhi gejala pencernaan seperti mual saat berolahraga.

Jika perut mulai terasa tidak nyaman, disarankan untuk berhenti sejenak hingga kondisi membaik. Memahami dan mengelola faktor-faktor ini dapat membantu meningkatkan pengalaman berolahraga tanpa gangguan pencernaan.

Artikel Terkait